Hati2 Minyak Kelapa Sawit Membahayakan Kesehatan !!!
Semua negara2 maju, termasuk Amerika, Australia, dan negara2 Eropah jarang atau
hampir tidak pernah mengkonsumsi minyak kelapa sawit. Kalopun minyak kelapa
sawit banyak di eksport ke Amerika, Australia dan Eropah, ternyata konsumen-nya
semuanya adalah orang2 Asia yang memproduksi makanan dengan minyak kelapa sawit
karena murah harganya meskipun tidak baik bagi kesehatan.
Adalah BOHONG, kalo di Indonesia diberitakan bahwa minyak kelapa sawit
menyehatkan. Memang betul dalam minyak kelapa sawit juga mengandung vitamin
yang menyehatkan juga mengandung omega-3, namun kandungan sehatnya lebih kecil
kadarnya dari kandungan yang membahayakan kesehatannya.
Indonesia tidak berhak menyatakan keberatan atas RUU dari negara lain seperti
Australia.
Kenapa harus keberatan terhadap RUU pencantuman label makanan yang mengandung
minyak sawit yang belum disahkan??? Padahal kalo dibandingkan dengan label
"Halal" yang diterapkan UU di Indonesia, belum pernah Australia atau negara
lain ada yang berkeberatan.
Mari kita bandingkan, kalo RUU Australia itu berhasil disyahkan, maka dalam
setiap produk makanan yang mengandung minyak kelapa sawit harus dituliskan
berapa banyak kandungan minyak kelapa sawit itu dalam label produknya. Dan
pencantuman tulisan di label ini hanya berlaku pada makanan yang mengandung
minyak kelapa sawit dan pencantuman label ini tidak dipungut biaya dan
dilakukan oleh masing2 pabrik makanan itu sendiri bukan organisasi diluar
perusahaan seperti MUI di Indonesia.
Lalu bandingannya di Indonesia, setiap produk makanan harus dicantumkan label
"halal" yang labelnya harus dibeli dari MUI. Sedangkan label "halal" ini bukan
berarti makanan itu sehat karena hanya berarti boleh dimakan oleh umat Islam.
Sedangkan dalam agama Islam, makanan yang "Halal" bukan hanya berarti tidak
adanya kandungan babi, tetapi lebih luas daripada itu, biarpun ayam panggang
yang waktu ayamnya dipotong tidak dibacakan "bismillah" pun sudah harus
diharamkan.
Seharusnya bukan cuma Australia, tetapi juga para pengusaha Indonesia sendiri
pun harusnya protes dengan UU label "halal" ini karena selain menambah biaya
jadi lebih mahal juga tidak ada gunanya karena tidak punya arti apapun bagi
muslimin. Kenapa tidak meniru cara Australia, yaitu semua produk makanan yang
mengandung babi cukup dicantumkan oleh produsen di labelnya bahwa makanan ini
mengancung "babi". Jadi tidak perlu beli label "halal" dari MUI atau
departemen agama.
http://internasional.kompas.com/read/2011/07/02/07570088/Indonesia.Keberatan.dengan.RUU.Australia
> "Teddy S." <teddyr@...> wrote:
> Berita ini akhirnya dimuat di Kompas.
> Yang dibahas sebenarnya adalah adanya
> kandungan minyak sawit dalam label
> produk sekaitan dengan. Jadi kalau
> RUU ini diberlakukan, konsumen bisa
> mengetahui apakah produk yang
> dibelinya mengandung minyak sawit
> atau tidak. adanya pertimbangan
> rusaknya habitat orang hutan
> akibat adanya perkebunan kelapa sawit.
Memang, tindakan pemerintah RI dalam hal ini bukan cuma ngawur, tapi juga
mempertontonkan rendahnya pengetahuan dan kemampuan menganalisa. Minyak kelapa
sawit bukanlah minyak yang membikin sehat, lebih banyak menyebabkan penyakit
meskipun memang ada kandungan Omega-3, juga mengandung Unsaturated fat, juga
mengandung vit. E yang dibutuhkan untuk kesehatan manusia, tetapi bukan berarti
harus minyak ini dianggap sehat untuk dimakan karena kalo dibandingkan minyak2
lain yang dikandungnya justru penyebab tingginya kholesterol manusia didalam
darah.
Kandungan unsaturated fat dan saturated fat dalam minyak sawit adalah 40:60,
artinya lebih banyak saturated fat yang meninggikan kadar kolesterol dalam
darah.
Oleh karena itu tindakan pemerintah Australia adalah tepat untuk mengharuskan
setiap produsen makanan mencantumkan kadar minyak sawit dalam label produksinya
sehingga konsumen bisa mengetahui dan mempertimbangkan untuk mengkonsumsinya.
Keharusan atau kewajiban mencantumkan kadar minyak kelapa sawit dalam setiap
produksi makanan sangat penting bagi konsumen apalagi kewajiban atau keharusan
ini sama sekali tidak menambah biaya hingga harga produknya itu tidak menjadi
lebih mahal kalo dibandingkan dengan label "halal" dalam setiap produksi
makanan di Indonesia yang meskipun produksinya "haram" tetap bisa dicantumkan
"halal" karena labelnya cuma wajib dibeli dari MUI saja.
Sebenarnya tidak benar kalo ada yang mengatakan di Amerika tidak ada peraturan
seperti itu, kenyataannya di Amerika juga setiap produksi makanan yang
mengandung minyak kelapa sawit wajib mencantumkan kadarnya didalam label produk
makanan tsb.
Rata2 di Amerika masyarakat tahu bahwa minyak kelapa sawit adalah berbahaya
bagi kesehatan, bahkan lebih berbahaya daripada keju, karena keju di Amerika
pun dikonsumsi oleh masyarakat secara hati2 karena kandungan Cholesterolnya
yang tinggi meskipun mengandung vit.ADEK yang jauh lebih baik dari minyak
kelapa sawit.
Saya ingat waktu masih kanak2, ada tukang minyak goreng yang jualan minyak
dengan gerobak dorong ke-rumah2 penduduk dengan ukuran botolan.
Saya karena termasuk keluarga yang mampu tidak pernah beli minyak goreng
botolan ini karena minyak ini adalah minyak kelapa sawit yang kalo dalam cuaca
sejuk minyaknya akan beku, baru mencair kalo dipanaskan. Keluarga saya selalu
membeli minyak Barco dalam kalengan ukuran 20 Literan, dan minyak Barco ini
waktu itu termasuk yang paling mahal di Indonesia.
Jadi saya tahu, bahwa masyarakat kecil yang tidak mampu di Indonesia selalu
mengkonsumsi minyak kelapa sawit, dan hasilnya juga saya sudah survey, umur
rata2 penduduk miskin di Indonesia yang mengkonsumsi minyak kelapa sawit
se-hari2 berkisar antara 40-50 tahun, hampir tidak ada yang bisa melewati umur
60 tahun, mereka rata2 matinya terkena penyakit jantung berupa decompensation
cordis atau terkena cirrhosis hepatis yang disebabkan fatty liver yang
mengalami infeksi.
Demikianlah, semoga informasi mengenai minyak kelapa sawit yang sangat
berbahaya ini bisa anda renungkan sendiri demi kesehatan anda tentunya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/