Saya kira sistem jaminankesehatan seperti di negeri Belanda lebih bagus.

Tiap orang wajib punya asuransi kesehatan dan orang yang berpenghasilan rendah 
(diubawah 1,200 euro tiap bulan) dapat subsifi dari Jawatan Pajak untuk 
membayar premi asuransi.

Jadi dokter atau rumah sakit tetap dapat uang dari perusahaan asuransi dan tiap 
penduduk bisa dapat rawatan yang sama.
  


RSUD Garut Menolak Melayani Pasien Miskin  
Kamis, 07 Juli 2011 | 16:12 WIB
Besar Kecil Normal

  

TEMPO Interaktif, Garut - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut, Jawa Barat, 
menolak untuk mengobati warga miskin. Bahkan pemerintah daerah telah melarang 
para camat dan kepala desa untuk menerbitkan Surat Keterangan Tidak Mampu 
(SKTM) bagi warganya sebagai rujukan untuk mendapat perawatan di rumah sakit.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Garut Maskut Farid mengatakan penolakan pasien 
miskin itu disebabkan pihak rumah sakit kesulitan untuk menutupi biaya 
operasional yang membengkak. "Ini dilakukan semata-mata untuk menolong 
pelayanan selanjutnya. Kalau tidak dilaksanakan seperti ini akan menjadi 
masalah," ujarnya, Kamis, 7 Juli 2011.

Menurutnya, sampai saat ini, biaya pengobatan yang telah dilakukan terhadap 
warga miskin belum dibayarkan oleh pemerintah daerah. Jumlah tunggakan yang 
belum dibayarkan ke rumah sakit mencapai Rp 21 miliar.

Dana itu merupakan akumulasi pembayaran dari tahun 2010 hingga Juli 2011 ini. 
"Pelayanan terhadap warga miskin akan kami tutup mulai 15 Juli nanti sampai ada 
kejelasan selanjutnya," ujar Maskut.

Sekretaris Daerah Garut Iman Alirahman mengatakan kondisi rumah sakit sangat 
sulit dan hampir mendekati kebangkrutan. Bahkan dalam beberapa kali rapat, para 
dokter mengancam akan melakukan mogok kerja. "Ini karena rumah sakit tidak 
punya obat, tidak punya uang, dan tidak punya lagi tenaga untuk melayani 
pasien," ujarnya.

Bupati Garut Aceng H. M. Fikri mengaku telah menginstruksikan bawahannya untuk 
tidak lagi mengeluarkan SKTM bagi warga miskin. Hal itu dilakukan untuk 
memulihkan kondisi keuangan rumah sakit.

Namun, Aceng memastikan pihak rumah sakit akan tetap mengobati warga miskin. 
Pelayanan itu hanya akan diberikan kepada warga miskin yang terdaftar dalam 
program jaminan kesehatan masyarakat yang dibiayai oleh Kementerian Kesehatan. 
"Untuk Jamkesda kita hentikan sementara. Saya menduga banyak warga mampu yang 
berpura-pura miskin agar bisa dibiayai oleh negara," ujarnya.

Mengenai tunggakan yang belum dibayarkan oleh pemerintah daerah, Aceng mengaku 
akan membayarnya dengan cara mencicil. Rencananya, dalam anggaran perubahan 
tahun ini, pemerintah daerah akan menganggarkan dana sebesar Rp 2 miliar.

SIGIT ZULMUNIR




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke