Kamu tahu betul artinya, karena kamu biasa cuki mai (ibu) mu, itulah ajaran 
biadab haji.

Otakmu ada sebesar biji kroma, cuma bisa cukimai, dan oleh karena selalu keluar 
dari mulut. Dasar biadab! 


  ----- Original Message ----- 
  From: rezameutia 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, July 12, 2011 3:40 AM
  Subject: [proletar] Re: Tempo: RSUD Garut Menolak Melayani Pasien Miskin


    
  ahh.., nggak ada tuh ajaran islam seperti itu. jij cuma ngayal aja, nggak ada 
buktinya tuh.

  kalo belanda itu negeri kafir yang cocok untuk ambon cukimai seperti jij dan 
konco2 rms cukimai, itu kan memang sudah terbukti. ayo teriak, "haleluyah 
cukimai" 3x.

  --- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
  >
  > Kamu adalah haji yang suka cuki ibumu, itulah ajaram yang diterima dari 
ciuman batu item dan lempar taek kering pada lubang yang berbetuk oval. Ayo 
teriak Allahu Akbar 3 x, 
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: rezameutia 
  > To: [email protected] 
  > Sent: Saturday, July 09, 2011 12:46 AM
  > Subject: [proletar] Re: Tempo: RSUD Garut Menolak Melayani Pasien Miskin
  > 
  > 
  > 
  > 
  > belanda itu negeri kafir yang cocok untuk orang cukimai seperti saya dan 
konco-koncoku, ...
  > 
  > hehehe..
  > 
  > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
  > >
  > > Belanda itu negeri kafir tidak cocok untuk orang beriman seperti saya dan 
koncoc-koncoku, sistem yang bagus ialah sistem syariah bisa seklaigus masuk 
surga. Sengsara penyakit di bumi, sehat dan senang di Surga.
  > > 
  > > ----- Original Message ----- 
  > > From: Bukan Pedanda 
  > > To: [email protected] 
  > > Sent: Friday, July 08, 2011 8:38 PM
  > > Subject: [proletar] Tempo: RSUD Garut Menolak Melayani Pasien Miskin
  > > 
  > > 
  > > 
  > > Saya kira sistem jaminankesehatan seperti di negeri Belanda lebih bagus.
  > > 
  > > Tiap orang wajib punya asuransi kesehatan dan orang yang berpenghasilan 
rendah (diubawah 1,200 euro tiap bulan) dapat subsifi dari Jawatan Pajak untuk 
membayar premi asuransi.
  > > 
  > > Jadi dokter atau rumah sakit tetap dapat uang dari perusahaan asuransi 
dan tiap penduduk bisa dapat rawatan yang sama.
  > > 
  > > 
  > > RSUD Garut Menolak Melayani Pasien Miskin 
  > > Kamis, 07 Juli 2011 | 16:12 WIB
  > > Besar Kecil Normal
  > > 
  > > TEMPO Interaktif, Garut - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut, Jawa 
Barat, menolak untuk mengobati warga miskin. Bahkan pemerintah daerah telah 
melarang para camat dan kepala desa untuk menerbitkan Surat Keterangan Tidak 
Mampu (SKTM) bagi warganya sebagai rujukan untuk mendapat perawatan di rumah 
sakit.
  > > 
  > > Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Garut Maskut Farid mengatakan penolakan 
pasien miskin itu disebabkan pihak rumah sakit kesulitan untuk menutupi biaya 
operasional yang membengkak. "Ini dilakukan semata-mata untuk menolong 
pelayanan selanjutnya. Kalau tidak dilaksanakan seperti ini akan menjadi 
masalah," ujarnya, Kamis, 7 Juli 2011.
  > > 
  > > Menurutnya, sampai saat ini, biaya pengobatan yang telah dilakukan 
terhadap warga miskin belum dibayarkan oleh pemerintah daerah. Jumlah tunggakan 
yang belum dibayarkan ke rumah sakit mencapai Rp 21 miliar.
  > > 
  > > Dana itu merupakan akumulasi pembayaran dari tahun 2010 hingga Juli 2011 
ini. "Pelayanan terhadap warga miskin akan kami tutup mulai 15 Juli nanti 
sampai ada kejelasan selanjutnya," ujar Maskut.
  > > 
  > > Sekretaris Daerah Garut Iman Alirahman mengatakan kondisi rumah sakit 
sangat sulit dan hampir mendekati kebangkrutan. Bahkan dalam beberapa kali 
rapat, para dokter mengancam akan melakukan mogok kerja. "Ini karena rumah 
sakit tidak punya obat, tidak punya uang, dan tidak punya lagi tenaga untuk 
melayani pasien," ujarnya.
  > > 
  > > Bupati Garut Aceng H. M. Fikri mengaku telah menginstruksikan bawahannya 
untuk tidak lagi mengeluarkan SKTM bagi warga miskin. Hal itu dilakukan untuk 
memulihkan kondisi keuangan rumah sakit.
  > > 
  > > Namun, Aceng memastikan pihak rumah sakit akan tetap mengobati warga 
miskin. Pelayanan itu hanya akan diberikan kepada warga miskin yang terdaftar 
dalam program jaminan kesehatan masyarakat yang dibiayai oleh Kementerian 
Kesehatan. "Untuk Jamkesda kita hentikan sementara. Saya menduga banyak warga 
mampu yang berpura-pura miskin agar bisa dibiayai oleh negara," ujarnya.
  > > 
  > > Mengenai tunggakan yang belum dibayarkan oleh pemerintah daerah, Aceng 
mengaku akan membayarnya dengan cara mencicil. Rencananya, dalam anggaran 
perubahan tahun ini, pemerintah daerah akan menganggarkan dana sebesar Rp 2 
miliar.
  > > 
  > > SIGIT ZULMUNIR
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > [Non-text portions of this message have been removed]
  > >
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke