> David <davidfr766hi@...> wrote:
> jadi maksudnya kalau ada kasus seperti
> cikeusik maka itu kesalahan pemerintah?
> kalau ada kasus bom bali, maka itu
> adalah kesalahan pemerintah? kalau ada
> kasus bom marriot, maka itu adalah
> kesalahan pemerintah? kalau ada kasus
> warung diobrak-abrik pada saat bulan
> ramadhan, maka itu adalah salah pemerintah?

Kalo mau jujur, itu memang kesalahan pemerintah dalam menegakkan UU maupun 
dalam pembuatan UU.

Tetapi lebih tepat dipakai kata "tanggung jawab" karena artinya lebih luas.  
Karena kalo disebut sebagai "kesalahan pemerintah", maka pemerintahnya harus 
diadili, dan memang harusnya begitu.  Tapi karena memang tidak ada kekuatan 
yang bisa menggulingkan pemerintah, maka kalo kita sebut sebagai "tanggung 
jawab pemerintah" seharusnya bisa dituntut tanggung jawabnya itu sebagai ganti 
rugi kepada warung yang di-obrak abrik FPI yang diberi izin oleh pemerintah RI.

Tapi kalo memang pemerintah tidak mau mengganti rugi, maka sebagai tanggung 
jawabnya bisa secara hukum menindak pelakunya dengan membubarkan organisasi ini.

Itulah maksudnya tanggung jawab pemerintah, ternyata juga tidak bertanggung 
jawab pemerintahnya justru pemerintahnya lah yang memang mengorganisir massa 
FPI ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.













> 
> 
> 2011/8/22 ajeg <ajegilelu@...>
> 
> > **
> >
> >
> >
> > Bagus.
> >
> > Artinya untuk "menghargai perbedaan" nggak harus diulang
> > sampe 3 kali, karena ternyata sulit juga kan menghargai
> > perbedaan sikap pemerintahan sekarang terhadap nilai-nilai
> > umum tentang kesetaraan.
> >
> > --- David <davidfr766hi@> wrote:
> >
> > > hehehe... kenapa saya malu2?
> > >
> > > kalo gitu,
> > > jawaban no 1: harus menghargai perbedaan.
> > > jawaban no 2: harus menghargai perbedaan
> > > jawaban no 3: pemerintah harus di tegur karena pemerintah bagian
> > > dari penyelenggaraan no 1 dan 2
> > >
> > >
> > > 2011/8/21 ajeg <ajegilelu@>
> > >
> > > **
> > >
> > > > Terserah mau ke mana.
> > > > Mau ke plot Anda yang nomor 1, 2, atau 3, tetep aja harus
> > > > liat akar masalahnya, fakta sejarahnya, bahwa selama
> > > > puluhan tahun Ahmadiyah di Indonesia nggak terusik. Baru di
> > > > era pemerintahan sekarang semua itu terjadi.
> > > >
> > > > Keliatannya sekarang Anda malu-malu mendukung teori sendiri
> > > > soal menghargai perbedaan - dalam hal ini perbedaan sikap
> > > > pemerintah.
> > > >
> > > > --- David <davidfr766hi@> wrote:
> > > >
> > > > > sebetulnya sedang mengarah kemana pembicaraan ini?
> > > > >
> > > > > 1- mainstream tidak menghargai perbedaan?
> > > > > 2- atau ahmadiyah tidak menghargai perbedaan?
> > > > > 3- atau pemerintah tidak menghargai perbedaan?
> > > > >
> > > > > perasaan saya topik ini ada dalam kisaran no 1.
> > > > > gak tau deh kalo belok tiba2 jadi no 2 atau 3
> > > > >
> > > > > 2011/8/21 ajeg <ajegilelu@>
> > > > >
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke