samakah sistem "cluster" dengan sistem "regionalisasi"? apakah sistem cluster 
itu, model mini dari regionalisasi??

ayo..., para suhu dan master2, kasih penjelasan dunk...

SH Tronik - Semarang

--- Pada Sel, 4/5/10, Ashadi Arief <[email protected]> menulis:

Dari: Ashadi Arief <[email protected]>
Judul: RE: [pulsa] Indosat Kediri mulai cluster dealer
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 4 Mei, 2010, 5:31 AM







 



  


    
      
      
      







Apa
sy yg tdk paham dengan system cluster ini atau memang para operator terlalu
rakus dengan memakai system cluster ini, otomatis wilayah distribusi para
dealernya lbh sempit dan terfokus serta cenderung membunuh dealer2nya krn tidak
mungkin 1 dealer dpt menghidupi dirinya sendiri hanya dalam 1 wilayah saja
apalagi enduser terbagi-bagi dengan operator2 lain dan juga sy rasa terkesan
memaksa para dealernya untuk membuka unit2 di tempat wilayah2 lain, serta dapat
memicu perang sodara antar dealer,,,,

mohon penjelasannya para suhu lebih detailnya…!?????

Kalo memang benar demikian berarti para dealer lebih pusing dari kita…dan
juga para operator memakai istilah ‘banyak anak banyak rejeki’ 

   





From:
pu...@yahoogroups. com [mailto:pulsa@ yahoogroups. com] On Behalf Of Joko
Arendra Wibowo

Sent: Tuesday, May 04, 2010 10:43 AM

To: pu...@yahoogroups. com

Subject: [pulsa] Indosat Kediri mulai cluster dealer 





   

   









tadi pagi saya ditelepon oleh
teman saya, pak Ibnu yg tinggal di Kediri 

beliau mengeluh, krn saat ini
mulai disepakati antar dealer di kota kediri untuk menerapkan sistim cluster,
lucunya bukan per wilayah kota, tapi per wilayah dealer, artinya misalnya dealer
panamedia yg berwilayah di Pare, mtroniknya tidak akan bisa mengisi kartu
yang dari dealer Nusapro di wilayah kota kediri, padahal pare dan kediri ibarat
tengah kota dan pinggir kota saja. dengan kata lain HLR yg berlaku adalah HLR
dealer. dan dealer spt kita ketahui menguasai wilayah tersendiri, bisa
dibayangkan kalau orang pare bepergian ke Jakarta, maka untuk mengisi pulsa dia
akan minta tolong diisikan orang di wilayah pare.. krn diisi mtronik jakarta
tidak bisa.(mungkin kalo dealernya sama baru bisa diisi) 

  

hemm, kalo boleh ditarik
kesimpulan, sebenarnya operator2 merah, kuning, biru pemiliknya sama, meskipun
berupa saham, maka untuk kebijakan cluster dimulai dari XL, yg dianggap
paling kecil, shg kalau ada masalah maka pemilik tidak merasa "rugi"
banyak, tapi setelah dirasa kebijakan cluster XL mulai menunjukkan gejala
sukses (menurut para dealer), maka mereka mulai mencoba dengan Indosat
ataupun Telkomsel. 

  

saya ingat betul, kebijakan
cluster ala XL pertama dilakukan di wilayah Bali, krn XL kepedean di wilayah
tsb, mengingat banyak penggemarnya, akhirnya kebijakan itu menasional. 

maka tidak tertutup
kemungkinan Indosat juga akan menasional kebijakannya, tidak akan berhenti di
kota Kediri saja. 

  

lantas apakah kita biarkan
saja kebijakan ini? jangan rapat melulu.. spt kebiasaan orang indonesia
hehehe.. keburu telat,  

teman saya juga dari Kediri,
sdr Irvan juga mulai mengeluh krn harus memasarkan Mtronik berlipat kali 
targetnya,
ini menunjukkan kebijakan XL mulai dilirik operator lain dengan meniru penuh
atau sebagian saja. 

  

mungkin penjelasan saya
kurang jelas, silahkan yg ingin mengetahui kebijakan lebih lanjut
tentang indosat di Kediri 

bisa menghubungi
beliau : 

Bpk. Ibnu : 081259100088 

Bpk. Irvan: 081259708888 



   





 










    
     

    
    


 



  





Kirim email ke