Assalamu'alaikum.w.w.
....kito sambuang snek lai....
Begitu kasih sayang ayah pada Anaknya sehingga lupa suatu kesalahan besar telah
dilakukan sang anak, apalagi anak yang sudah dewasa dan bertanggung jawab sendiri atas perbuatannya.
Ini kita lihat dari segi kasih sayang, bagaimana beratnya hati orang tua
terhadap apapun persoalan pada anaknya. Hal inilah yang diminta oleh Allah pada
Nabi Ibrahim as., dan Allah swt.memang Mahatahu bahwa Ibrahim tidak akan
menolak perintah sehingga perbuatannya nanti akan dapat diambil hikmahnya oleh
manusia lain.
Kemudian, mengapa harus disembelih ?, inikan sadis, tidak berperikemanusiaan
dan sebagainya sesuai dengan tanggapan sinis mereka yang tak mengerti dan tak mau
mengerti.
Well (yang berikut ini, it's my own opinion, ini logika saya sendiri, kalau ini benar
datang dari Allah swt., kalau salah datangnya dari saya),
Allah swt. berkehendak berbuat sesuatu, dan Ia Mahatahu Ibrahim pasti
akan melaksanakannya. Akan tetapi such an illustration to show to the human being
mesti diberikan. Allah swt menghendaki dalam kasih kepada-Nya, Ia tidak menginginkan untuk diduakan. (Selanjutnya kata-kata "kasih" diganti dengan kasih sayang, untuk menghindari nuansa kristiani).
Dalam arti kata kalau betul kasih sayang kepada-Nya oleh Ibrahim tidak ada duanya, tidak sumbing sedikitpun, maka kasih sayang itu tak dapat diberikan pada yang lain. Ia tak menghendaki sesorang itu musyrik. Kalau kasih sayang kepada anak dapat menandingi kasih sayang kepada Allah artinya tidaklah murni. Kalaupun dikatakan
kasih sayang kepada anak tidak melebihi kasih sayang kepada Allah, toh tetap masih
ada kasih sayang pada yang lain, dan Allah tidak menghendaki ini. Dia
menginginkan kasih sayang hanya kepada-Nya sendiri (Sebenarnya kita juga tahu
bahwa Allah swt menyuruh berkasih sayang kepada semua makhluk, tapi ini hanya gambaran sementara dalam ujian). Agar kasih sayang kepada Allah tidak ternoda,
sanggupkah Ibrahim membuang seluruh rasa kasih sayang kepada anaknya ?,
Apakah pekerjaan yang paling ekstrim yang dapat mencerminkan seseorang itu
sudah tak sayang lagi pada seorang manusia ?. Dahulu sudah pernah diperintahkan
untuk membuang anaknya ke
tanah tandus dibumi Mekah, tak ada air, tak ada manusia, tiada penghuni. Toh Ibrahim as. sanggup. Dan anak itu masih hidup, kalau hanya sekedar itu, mungkin ada juga diantara manusia yang sanggup. Artinya masih ada tersisa sedikit kasih sayang pada anak itu karena membiarkan sang anak hidup. Yang lebih ekstreem tentunya mengambil
kehidupan itu dari sang anak. Jalannya adalah dengan menyembelihnya (tidak pula brutal seperti memukul kepala, menembak kepala sebagaimana yang dilakukan orang
orang yang tidak mengerti ketika men "slaughter" lembu). Inilah jalan yang dikehendaki
Allah untuk memperlihatkan pada manusia bahwa Ibrahim sangat-sangat mementingkan
kasih sayang kepada Allah swt. sendiri saja tanpa yang lain.
Al hasil, perbuatan Nabi Ibrahim as. seperti itu diganti dengan kibas oleh Allah swt.,
(karena Allah swt. memang tidak menyukai pembunuhan oleh manusia pada manusia lain) tercapai sudah maksud dan tujuan bahwa segala bentuk penyembahan,
penghambaan, keinginan, kasih sayang dan sebagainya hanyalah kepada Allah semata.
Inilah tauhid yang diajarkan oleh agama Ibrahim yang lurus.
Maka dikatakan bahwa
"orang yang benar adalah orang yang mengikuti "millah" Ibrahim dan
nabi ini (Muhammad saw.)" .....(Qur'an Suci).
Apakah kemudian mereka masih berdalih bahwa tak ada kasih sayang yang untuk manusia ?, Ooo tidak. Justru yang diperintahkan Allah swt. adalah bahwa kasih sayang terhadap sesama manusia sangat dipujikan. Dapat dilihat dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits. Salah satu yang saya tak pernah lupa adalah bunyi hadis begini,
"Tidak beriman salah seorang kamu sampai ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri".
Demikian saja jawaban sekedar penjelasan bagi sanak Ad, dan untuak kito konsumsi basamo-samo, dan pelajaran bagi kito untuak memurnikan tauhid, bahwa
penyembahan hanya pada Allah semata. Karena dosa yang tiada berampun adalah
dosa syirik. Lalu barang siapa yang pergi ke tukang tenung (dukun, para normal), sekali, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.
Wassalam
St. Sinaro.
Do you Yahoo!?
Yahoo! Photos - Get your photo on the big screen in Times Square
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
