Assalamu'alaikum wr wb.

Sanak Harman yang cerdik dan teliti....
Senang saya membaca komentar sanak dibawah ini yang menunjukkan bahwa sanak
memang membaca dengan teliti dan melihat bahwa sistim kekhalifahan dan
demokrasi yang saya uraikan tersebut tidak ada bedanya, mirip2 dengan
komentar mak SBN, kalau cuma sekedar berbeda nama apalah
pentingnya.(khalifah, emir, presiden)

Memang saya punya maksud tertentu dengan menunjukkan persamaan yang ada
antara kekhalifahan dengan demokrasi ini, agar kita umat islam bisa melihat
bahwa sebenarnya negara kekhilafahan itu aslinya juga mempunyai nilai2
demokrasi, mulai dari kepala negara sampai rakyat mendapat hak dan perlakuan
yang sama, mungkin sanak pernah mendengar suatu hadits dimana rasulullah
minta dicambuk karena telah menyakiti salah seorang umatnya, ramai2 sahabat
waktu itu minta menggantikannya, namun Rasulullah tetap juga ingin menerima
hukuman itu sendiri. Juga pernyataan rasulullah tentang dipotongnya tangan
Fatimah jika mencuri.

Kekhalifahan kalau dilihat dari penerapannya memiliki kemiripan dengan
demokrasi, namun dari segi konsep mempunyai perbedaan yang mendasar. The
islamic concept of life berbeda dengan democratic concept of life. Jika
dalam demokrasi yang ingin dicapai adalah melayani hak2 dari rakyat/manusia,
sesuai dengan semboyan "dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat" disini
terlihat hak2 individu atau personal life lebih memegang peranan, konstitusi
dibuat oleh rakyat dan presiden dipilih oleh rakyat bertujuan melindungi dan
melaksanakan kedaulatan rakyat. Sekilas nampaknya memang ini yang dicari
oleh kita sebagai warga negara, namun sesempurna sempurnanya hukum yang
dibuat oleh manusia tetap saja mengandung personal interest terutama bagi
penguasa, dan betapapun demokratisnya seorang presiden tetap saja akan lebih
cenderung mementingkan kepentingan kelompok dan partainya...., buih dan
republiknya adalah contoh yang paling terang benderang untuk dilihat
sekarang ini.
Selain itu hukum2 yang dibuat oleh manusia untuk melindungi hak2 azazi
manusia bisa saja bertentangan dengan kodrat dan hukum2 Allah, misalnya
hukum gay marriage yang baru2 ini disahkan, juga hukum boleh membunuh diri
yang disahkan oleh belanda dan Australia tahun lalu....

Mudah mudahan dari sini sanak bisa menangkap maksud saya bahwa umat islam
tidaklah tepat menerapkan sistim barat ini walau bagaimanapun juga
bagusnya...., karena fungsi khalifah yang sebenarnya (pemimpin negara dan
pemimpin agama jadi satu) lebih berperan menuntun umat ini agar bisa
menjalani kehidupan didunia  yang sesuai dengan yang telah digariskan oleh
Allah, sehingga kerajaan Allah dibumi ini bisa establish dengan aman dan
damai bagaikan air yang mengisi lautan.

Untuk memahami alasan kehadiran khalifah ini bisa kita mulai dengan sama
sama memahami postulat2 dasar dibawah ini.

1. Allah adalah Sang Pencipta, the Ruler and the Lord of the entire
Universe, yang telah menciptakan manusia dan menyediakan temporary station
didalam kerajaannya yang bernama bumi ini. Allah memberi manusia kelebihan
yang tak dimiliki makhluk lain yaitu thinking and understanding, memberi
manusia power to distinguish right from wrong. Manusia juga diberi kebebasan
memilih (freedom of will and choice) dan menggunakan resources2 in this
world sekehendak hatinya. Singkatnya manusia ditunjuk oleh Allah sebagai
successor bagi benda2 dan makhluk2 yang telah diciptakan terlebih dahulu.

2. Sebelum memberi assignment pada manusia, Allah telah membuat pernyataan
secara jelas bahwa He alone is the Lord, the Ruler and the deity. Seluruh
jagad raya dan semua ciptaan didalamnya (termasuk manusia) harus menyerahkan
diri pada Allah semata. Manusia tidak boleh berfikir bahwa dia totally free
dan mesti mnegetahui bahwa dunia ini bukanlah tempat yang abadi. Manusia
diciptakan hanya hidup dalam jangka waktu tertentu dan pada saatnya harus
kembali kepada Allah, manusia mesti menjalani kehidupan ini dengan kesadaran
bahwa semua perbuatannya akan dinilai dan dihakimi kelak dihadapan Allah.
Bila mengikuti petunjuk Allah maka akan dihadiahi Al Jannah dan bila
sebaliknya Jahannam adalah tempatnya.

3. Kemudian setelah menetapkan dan memberi peringatan tentang ini, Allah
mengirim manusia pertama kebumi (Adam dan Hawa) dibawah tuntunanNya. Manusia
pertama ini mendapat pengetahuan langsung dari Allah. Ia mendapat knowledge
of reality dan diberi petunjuk2 kehidupan yang mana bila diikuti akan
mencapai kebahagiaan dan kesuksesan. The code of life ini bernama Islam,
yaitu penyerahan sepenuhnya kepada Allah the Creator of man and the whole
universe.
Namun berjalan dengan waktu dan pergantian generasi, maka manusia mulai
melupakan Allah dan disadari ataupun tidak mulai mengadakan pelanggaran
pelanggaran.

4. Sekalipun manusia memisahkan diri dari jalan kebenaran dan meninggalkan
Syari'ah, namun Allah tidak menghancurkan mereka atau memaksa mereka kembali
kejalan yang benar. Pemaksaan kejalan benar adalah tidak diinginkan oleh
Allah yang sudah memberi hak autonomy sebelum penciptaan manusia itu
sendiri. Sebaliknya Allah memilih diantara mereka untuk menjadi wakil Allah
untuk mengingatkan agar manusia kembali kejalan yang telah digariskan oleh
Allah. These man believed in God and lived a life of obedience to Him.
Manusia ini dikenal dengan sebutan Rasulullah (peace be upon all of them).

5. Rasul2 ini lahir diseluruh bumi, diseluruh bangsa membawa ajaran yang
sama, the same way of life (Deen).

6. Terakhir, Allah mengutus Nabi Muhammad saw. dan memberi beliau tugas
sebagai penutup bagi nabi2 yang lain. Pesan yang dibawa oleh Rasulullah saw
kepada seluruh umat manusia adalah mengajarkan ajaran Islam yang
sesungguhnya dan menunjukkan kepada umat manusia the Divine Guidance yang
sudah hilang dari bentuk aslinya. Beliau kumpulkan dan lindungi orang2 yang
menerima ajarannya menjadi satu Ummah (nation), dan membentuk keperibadian
mereka sesuai dengan ajaran Islam.

Dari postulat diatas bisa kita melihat tujuan penciptaan manusia itu sendiri
dan bagaimana akhirnya Rasulullah datang mengajarkan Islam, menuntun dan
melindungi kepercayaan yang mereka anut dengan membentuk suatu bangsa.
Sangat jauh berbeda kalau dibandingkan dengan Rasul2 sebelumnya, rasul2
sebelumnya cuma bertugas sebagai pure messenger, dan perlindungan terhadap
penganutnya diserahkan kepada raja2 yang beriman, barulah kalau sang raja
lalim maka Rasul tersebut akan melindungi umatnya seperti halnya nabi Musa
dengan Bani Israil.

Berbeda sekali dengan Nabi Muhammad saw, beliau mengajarkan Islam, menuntun
dan melindungi umatnya sampai hayat beliau..sebagai pemimpin Muslim Ummah,
setelah wafatnya Rasulullah, khalifah ur rashidin meneruskan tugas beliau
menuntun dan melindungi ummah tersebut.

Dari sini bisa kita lihat, bahwa umat Islam memang sejak awalnya membutuhkan
khalifah, maka tidak mustahil kemunduran umat sekarang ini karena kita tidak
lagi punya khalifah yang bisa mempersatukan umat Islam dan menuntun kita
kejalan yang benar.
Saat ini ada MUI yang melakukan tugas tersebut, tapi apakah yang sudah
dihasilkan oleh MUI selama ini...., kalau ada korupsi apakah MUI berani
mengeluarkan fatwa agar koruptornya dihukum, kalau ada TKW2 di perkosa
apakah MUI berani menegur presiden agar bertindak dan banyak lagi..

Namun memang kita juga mesti realistis, sekarang ini sulit untuk mendapatkan
atau memilih seorang khalifah ditengah begini banyaknya faham2 umat Islam.
Bahkan Daud Beureuh saja yang ingin mendirikan negara Islam pernah berkata
bahwa beliau tidak sanggup untuk menjadi imam (khalifah), seperti juga
pesimisnya Buya Hamka yang sudah kita ketahui keluhuran budi dan pendalaman
agamanya, namun beliau sendiri tidak yakin bahwa kita akan menemukan
seseorang yang pantas jadi khalifah.

Akhirnya semua kembali kepada diri kita masing masing...., kalau memang tak
ada yang pantas jadi khalifah, dan demokrasi memang satu satunya pilihan
yang ada dan terbaik saat ini. Silahkan saja sepanjang memang mampu
mensejahterakan rakyat dan membuat pemimpin/rakyat tidak korupsi, dan rakyat
bisa melakukan ibadahnya dengan lancar....why not...

wassalam
Adrisman



----- Original Message ----- 
From: "harman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 1993)"
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, March 04, 2004 7:52 PM
Subject: RE: [3] [EMAIL PROTECTED] 14.200 Warga Kulit Putih ... FUNDAMENTALIS
(?), ...


>
> Oleh karena itu saya sangat mengharapkan penjelasan bagaimana
> sesungguhnya sistim ke khalifahan itu, karena dari penjelasan yg
> ada saya tidak melihat adanya perbedaan.
>
> wassalam,
> harman St.Idris (32th)
>

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke