Assalamu'alaikum Negara ketuhanan (theokrasi) dijaman eropa kuno, ketika gereja lebih berkuasa daripada raja2 dan gereja cuma satu satunya yang dainggap bisa berkomunikasi dengan Tuhan, memang telah membuat eropa mengalami masa masa kegelapan. Namun sebaliknya dalam masa waktu yang sama Islam yang juga menggunakan dasar ketuhanan mengalami kemajuan pesat dan melahirkan ilmuan2 yang diyakini kelak disalin oleh ilmuwan eropa dan dikembangkan oleh mereka kemudian.
jauh sebelum Montesqui menyodorkan teori pembagian kekuasaan, Islam sudah menggunakan prinsip ini dalam pemerintahannya. Pancasila atau bukan, yang paling penting adalah sumber hukumnya haruslah berdasarkan ketuhanan. Apagunanya pancasila yang cuma jadi semboyan, namun implementasinya nihil. Dikatakan sila pertama berketuhanan yang maha esa...., nyatanya yang tidak berketuhanan yang esapun tetap bercokol disini., sila pertama sudah dilanggar. Dikatakan kemanusiaan yang adil dan beradab...., apakah iya..., untuk siapa keadilan itu, yang maling ayam babakbelur dan masuk bui, yang maling uang negara keluar masuk istana pakai celana golf. Dikatakan persatuan indonesia, dalam hal apakah...?, bersatu membuat rakyat melarat...? Dikatakan kerakyatan yang dipimpin oleh musyawarah/mufakat...., siapakah yang musyawarah...?,siapakah yang mufakat....? apakah yang dimusyawarahkan, apakah yang dimufakati..., adakah itu untuk rakyat..., rakyat yang mana...? Dikatakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia...., apakah iya.....? apakah yang dimaksud...? pembangunan cuma ada di P Jawa..., adakah Argo Gede di Sumatra...? Adakah perguruan tinggi yang bagus di luar jawa..?. Pancasila cuma slogan. kekecewaan kita terhadap negara2 tim teng yang tidak banyak berbuat untuk menolong saudara2nya di palestina, dan juga membantu saudara2nya yang miskin (negara berkembang) tak akan banyak gunanya, cuma membuat hati sakit dan kecewa. Yang terlebih dahulu dilakukan, adalah bantulah negeri ini mendapatkan harga dirinya kembali, jangan sampai negara kecil seperti Singapura saja bisa petanteng2, Australia yang dulu takut dengan kita, kini tak lagi melihat kita sebelah mata. Kalau negara kuat, punya harga diri....maka apapun yang diucapkan akan didengar orang...Lihatlah Mahathir sebagai contoh., setelah yakin negaranya tegak diatas kaki sendiri, maka itulah saatnya dia bicara. Begitu juga dengan Saudi..., Indonesia ini apalah, tak pernah dipandang sebelah mata...., apalagi mencoba memberi usulan2 / kritikan tentang sistim haji. Kalau saja amrik yang bicara, tentulah akan didengarnya. Orang arab yang kaya raya...dan katanya mengaku beragama islam yang seharusnya cuma tunduk pada Allah, namun nyatanya melihat Amrik bagaikan dewa penyelamat mereka, tunduk patuh bertekuk lutut. Ada pengalaman pribadi sewaktu saya di Qatar beberapa tahun yang lalu, setiap kali saya mesti menyupir bolak balik Messaid-Dukhan mendatangi sumur2 minyak disana, kadang kala saya kena stop polisi setempat. Seperti biasa pasti ditanya surat2 dan segala macamnya, walau saya tak punya SIM qatar dan yang saya punya Texas License, namun selalu saja saya dilepaskan dan tak pernah kena tilang. Ini tentu menyenangkan saya, tapi dilain fihak inilah gambaran bahkan polisi2nya saja melihat yang namanya amrik sudah tunduk. wassalam Adrisman ----- Original Message ----- From: "basrihasan" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; "Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 1993)" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, March 08, 2004 9:46 AM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Demokrasi : Gambaran Sebuah Sampah Peradaban > Artinya sanak Ronald telah membuktikan bahwa pancasila itu hanyalah sekedar > landasan ataupun topeng kemunafikan semua anak bangsa ini. Sekali gus juga > pembuktian bahwa negara yang didasarkan kepada "ketuhanan" selalu berakhir > dengan kegagalan, pengecualian mungkin pada jaman Muhammad SAW dan Sulaiman > AS. > Hal yang sama juga terjadi pada negeri tempat kita tiap tahun berduyun-duyun > menjalankan salah satu rukun ibadah kita, namun tidak pernah mau mengkoreksi > sistemnya, dan semua berusaha menyembunyikan kekuarangannya.Posting Dewis > Natra: > [EMAIL PROTECTED] Indonesia Negeri Paling Kaya Raya, Nihil dari Dosa > > ikut membuktikan hipotesa sanak Ronald. Kalau menurut saya selaku muslim > harus berani koreksi yang salah, walaupun perlu keringatan dalam olah pikir. > Salam > > SBN ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
