Assalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu Ali bin Abi Thalib R.A. memang pernah mengatakan bahwa jangan melihat siapa yang mengatakan sesuatu, tetapi lihatlah apa yang diucapkannya. Walaupun seseorang itu profesinya mungkin hanya tukang becak, tetapi jika dia mempunyai ilmu yang luas tentang Al-Qur'an dan mengatakan hal yang benar, mengapa tidak diterima? Tetapi walaupun orang itu bergelar Editor buku atau lulusan IAIN atau apa, tapi kalau dia tidak memiliki ilmu untuk mengatakan sesuatu dan yang dikatakannya salah, buat apa diterima? Saya kira itu esensi perkataan Ali bin Abi Thalib R.A.
Mengenai si Khotimatul ini, pertama tulisannya tidak ilmiah, dan seperti kata Mamak SBN sendiri "manuruik ambo menyebar informasi yang semu ilmiah itu adalah tidak islami, atau berlawanan dengan hakekat Islam itu sendiri" (balasan kepada Da Adrisman) saya juga berpendapat yang sama terhadap tulisan Khotimatul itu. Dan kedua dia merefer pendapat-pendapat orang yang memang tidak ada integritasnya dalam berbicara tentang Islam. Jadi jelas penolakan saya terhadap tulisannya itu karena apa yang dikatakannya tidak benar dan tidak ilmiah, dan bukan hanya karena siapa yang mengatakan. Mau tulisannya dimuat di Kompas kek atau di media yang lebih besar itu tidak menentukan kebenaran tulisannya. Apalagi kita tahu Kompas itu milik orang Katholik, yang jelas dikatakan dalam surat Al-Baqarah 120 bahwa mereka tidak akan rela sampai kaum muslimin mengikuti agama mereka, tentu memiliki agenda-agenda sehingga memuat tulisan seperti itu di korannya. Atau mungkin juga dia dengan jaringannya Islib membeli spasi di koran itu, karena sudah jadi rahasia umum Islib dengan bantuan dana dari Asia Foundation membeli spasi di Jawa Pos grup (termasuk Padang Ekspres) agar mereka bisa menyebarluaskan pemikirannya melalui corner yang mereka sebut Kajian Utan Kayu. Pembodohan yang mereka lakukan terhadap umat Islam dilakukan dengan terstruktur karenanya umat Islam pun selayaknya melawan pembodohan seperti ini dengan berjamaah juga, sehingga bisa lebih baik proses dan hasilnya. Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu Muhammad Arfian [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] 090-6149-4886 "Isy Kariman Aw Mut Syahidan" ----- Original Message ----- From: "basrihasan" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Muhammad Arfian" <[EMAIL PROTECTED]>; "Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 1993)" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, March 09, 2004 12:30 PM Subject: Re: Menjawab keraguan seputar jilbab (was Re: [EMAIL PROTECTED] jilbab,tubuh dan ....) > > Mana yang lebih baik mendengar apa yang disampaikan atau melihat siapa > yang menyampaikan. Banyak kita lebih mendahulukan yang kedua, padahal > Islam lebih mendahulukan yang pertama. Kompas hari ini memuat tulisan Sdri > yang "kurang dihargai" itu dan siapa dia. > Salam > > SBN ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
