Assalamualaikum!

pertama saya mau menanggapi tulisan Khotimatul Husna, yang menanggapi 
masalah jilbab dari perspektif jender, yang protes tentang ketidak 
setaraan antara laki2 dan perempuan dan kemudian menyalahkan 
penafsiran agama (mungkin mau menyalahkan Islam takut kali, karena 
namanya masih memakai nama arab (Islam), ntar disuruh ganti nama 
bingung lagi harus pake bubur merah bubur putih kan repot).

Satu hal yang muncul dalam pikiran saya adalah jika laki2 dan wanita 
bisa setara, kenapa dari segi biologis mereka begitu berbeda sekali 
(kita semua sudah tau lah perbedaan-nya kalau ditulis disini ntar 
disangka porno-aksi, lagi), dari segi kekuatan fisik laki2 lebih kuat 
dari wanita (kecuali wonderwoman, bionik women, dkk).
Jika ada perbedaan seperti itu yang jelas, berarti juga ada perbedaan 
fungsi diantara kedua yang berbeda itu.

Karena perbedaan kekuatan phisik itulah yang mengakibatkan terjadinya 
hukum alam, menguasai dan melindungi, tergantung bagaimana sifat 
pihak yang lebih kuat.
Jadi kalo memang mau setara sebanyaik kita bikin dulu keuatan laki2 
dan wanita itu menjadi sama, dengan membuat wanita menjadi lebih kuat 
dari sekarang, menjadi lebih berotot... 
terus fungsi reproduksinya juga disamain,... laki2 juga bisa hamil 
dan melahirkan...dll

baru kalo udah sama nanti kita bicara kesamaan jender... kalo masih 
beda jangan dulu....

terus dalam tulisannya ada yang berbunyi begini :
 Dalam Islam, misalnya, anggapan
 bahwa tubuh perempuan adalah aurat yang bisa membangkitkan nafsu seks
 lawan jenis sampai saat ini masih diyakini sebagai kebenaran.

Kalo laki2 tidak tertarik secara sexualitas terhadap wanita, itu mbak 
Khotimatul Husna gimana bisa lahir, (apa hasil inseminasi buatan??)

terus kalo dia punya suami dan suaminya tidak tertarik secara 
sexualitas sama dia, ngapainya aja kalo bedua..main catur?. garing!! 


Kemudian menanggapi tulisan mak SBN, tentang anak kutipan dari Khalil 
Gibran..

tanggapan saya :

kemana arah panah tergantung tergantung dari arah busur, body anak 
panah dan bulu angsa yang ada diekor

Kalo arah busur menuju seorang Polisi lalu lintas yang berdiri 
ditengah jalan....kenalah pak Polisi oleh anak panah yang akan kita 
lepaskan... masuak lah awak ka kandang situmbin..

kalau body anak panah terbuat dari kayu lapuk, belum sempat sampai ke 
sasaran  patahlah dia...

Kalau bulu angsa yang dibelakang anak panah kusut, maka arahnya akan 
melenceng kemana.... tembak kaki kanai kapalo

So sebelum anak panah itu lepas dari busurnya, prepare it...
karena kalo udah lepas dari busur-nya ga ada lagi yang bisa kita 
lakukan, selain menonton

Btw : emang dulu nabi adam pake sepeda mak.... bukannya pake honda CB 
100 .... he..he.. becanda

Wasssalam 

Y-P



--- In [EMAIL PROTECTED], "basrihasan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Anakmu bukanlah milikmu,
> mereka adalah putera puteri sang waktu,
> mereka laksana anak panah yang meluncur cepat dari
> busurnya, engkau adalah busurnya, sang pemanah mencintai
> anak panah yang meluncur cepat dan pula pada busur yang kuat.
> Tak akan pernah kau pahami alam fikiran mereka, walaupun dalam
> mimpi. Patut kau sediakan rumah untuk badannya, namun tak akan
> pernah bisa untuk jiwanya....
> 
> (kutipan dari Gibran)
> 
> Masalah bisa dan tidak itu tergantung dari bisa berfikir atau tidak
> "cognito ergo sum" Descartes. Islam membenar semua fikiran atas
> alam dan sunatullah atas alam, hanya terhadap existency Allah SWT
> yang dinyatakan tidak mungkin terpikirkan.
> Jadi jangan cepat-cepat menyimpulkan suatu aturan atau hukum
> adalah hukum Tuhan yang harus dilaksanakan secara textualis.
> Khususnya atas hukum yang bersifat sunatullah sosial.
> Kalau nggak mau nanti speda nabi Adam pula yang diziarahi,
> alias dibodohi, betuil nggak sanak Zul?
> 
> Salam
> 
> SBN
> ----- Original Message -----
> From: RaNK MaRoLa <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 
1993)
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, March 09, 2004 1:39 PM
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] jilbab, tubuh dan seksualitas
> 
> 
> > Apakah dengan ditutup pakai Jilbab/Kerudung itu wawasan kita nggak
> > terbukaa???
> > Apakah dengan ditutup pakai Jilbab/Kerudung itu kita ngak bisa 
kritiss???
> > Apakah dengan ditutup pakai Jilbab/Kerudung itu kita terbelakang 
(sekali)
> > ???
> > Apakah dengan ditutup pakai Jilbab/Kerudung itu kita tidak bisa 
Humanis???
> > Apakah dengan ditutup pakai Jilbab/Kerudung itu tidak bisa ramah 
terhadap
> > sesama Manuasia???
> >
> > (Hanya mak Gindo yang bisa jawabbbb...)
> > Silahkan makk..... agiah pencerahan kamanakan mamak nan sabanta 
lai,
> > kamanjadi apak
> > urang (manusia) yang akan membimbing anaknyo.
> >
> > Salam Hormat,
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: basrihasan <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> > > Intinya mungkin untuk membuka wawasan kita, supaya kritis, 
lebih maju
> > > lebih humanis dan lebih ramah terhadap sesama manusia.
> > > Salam
> > > SBN
> > >
> >
> >
> > ____________________________________________________
> > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> > http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
> > ____________________________________________________
> >
> 
> 
> ____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
> http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
> ____________________________________________________

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke