Memang betul pancalonan seorang DPD tidak terkait dengan parpol secara resmi, akan tetapi tidak menutup kemungkinan seorang dpd itu di dukung oleh kader parpol, misalnya seorang mantan pengurus dan angg.leg Perempuan PDIP yg saat ini menjadi caleg dpd didukung penuh oleh PDIP, demikian juga Ginanjar kartasasmita beliau mantan pengurus dan kader GOLKAR pencalonan ini didukung penuh juga oleh PG. Di Jogja, seorang pengurus Muhammadiyah mendapat dukungan untuk maju sebagai caleg DPD, padahal sebelumnya warga muhammadiyah sudah sepakat untuk mencalonkan satu saja warga muhammadiyah.
Artinya, seorang caleg DPD masuk dlm bursa caleg itu bisa karena adanya dukungan dari parpol, meskipun secara formal pendaftarannya adalah individu. wassalam, harman -----Original Message----- From: Muhammad Arfian [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, April 07, 2004 1:45 PM To: Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 1993) Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] pks dan transeksualisme Assalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu Hehehe, Uni Evi, kalo bawa isu, tolong dibawa juga artikel/mail yang menyebutkan fakta yang dipermasalahkan, agar bisa dikonfirmasi dulu. Banyak memang isu-isu tentang PKS, seperti dibiayai oleh jaringan teroris dan sebagainya yang contohnya adalah dimasukkannya Yayasannya Dr Hidayat Nurwahid oleh PBB ke dalam daftar jaringan teroris, dan kemudian terbukti salah dan diakui oleh Amerika yang membuatnya. Nah, yang ini pun mestinya dilihat siapa dan apa yang dikatakannya, jangan hanya melempar isu tetapi tidak ada referensinya. BTW, untuk menjadi anggota DPD, seseorang harus tidak berafiliasi kepada sebuah partai politik (ini syarat secara hukum lho), jadi tidak mungkin seorang calon anggota DPD dicalonkan oleh partai politik. Secara logika hukum, isu yang dibawa Uni Evi ini tidak pas, dan mestinya langsung gugur validitasnya. Nah, yang mesti dipertanyakan saya kira apa motif orang membawa isu ini ke milis fokalunand itu? Apakah karena ketidaktahuannya tentang hukum pencalonan anggota DPD, sehingga mudah saja menerima isu semacam itu? Atau kesalahan singkatan PKS dengan PSK (Pekerja Seks Komersial)? Setahu saya sebagai orang Surabaya (saya masih punya KTP Surabaya lho), Dede Utomo itu didukung oleh Waria yang kebanyakan PSK. Atau ada kesengajaan? Silahkan diverifikasi dulu Uni Evi... Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu Muhammad Arfian [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] 090-6149-4886 "Isy Kariman Aw Mut Syahidan" ----- Original Message ----- From: " -- (*o*) --" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, April 07, 2004 12:26 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] pks dan transeksualisme barusan saya baca berita agak mendalam dari milis fokalunand. katanya, Dede Oetomo, seorang dosen dari surabaya, pernah menghebohkan media massa indonesia sekitar tahun 80-an karena terang2an mengaku sebagai gay, dicalonkan sebagai dpd jatim oleh PKS. terus terang, saya terkesima dan lama juga melamun di muka pc. betapa tidak, PKS yg ngotot "menghimbau" perempuan agar berkerudung dan menarik kerudung itu sampai ke bawah dada, karena itu katanya sudah2 jelas2 perintah Allah begitu welcome pada salah satu penyandang transeksualisme. ada yg bisa memberi pencerahan, pelajaran apa yg bisa saya petik dari realitas ini? --Gm ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
