Asslamul'alaikum wr.wb

Eh...eh...eh...Mak Malin,

Baa pulo ko caronyo mengislamkan dunia dengan jalur
poligami.....?
Ambo punyo tetangga mak, inyo tadinyo wanita muslimah,
kerudungnyo rapek bana, mangaji indak pernah liwek,
bahujan hujan kadang sambia mambaok anak masih bayi
nan dibungkuih jo salimuik.

Inyo mangarati bana dalil diwayuh (dimadu), mandanga
tiok hari, manasehati padusi lain nan kanai cobaan
iko.
Tapi pas inyo nan dimadu, semuanya jadi berubah,
kerudung dilepas, mengaji tidak lagi.

Tapi yo mak...., cerita ini bagaikan melihat orang
yang meninggal, atau tetangga kita yang meninggal.
Kita sih ikut berduka, namun kepedihan keluarga yang
ditinggal mati itu tidak akan pernah akan kita benar2
rasa sampai kita sendiri mengalaminya sendiri.
Dan sering2 kita tanpa sadar menganggap bahwa kematian
itu hanya untuk yang lain, untuk kita masih jauh..

Padahal setelah kita alami sendiri,kita akan merasakan
sendiri betapa pedihnya peristiwa kematian itu.

Begitu juga dengan poligami...., cobalah para
saudariku di RN ini kalau kalian benar2 ingin
mencobanya..., akan kalian rasakan betapa kenyataan
jauh lebih menyakitkan daripada yang diangan angankan.

Sudah begitu banyak saya lihat tangis dan kepedihan
karena poligami ini baik dilingkungan pengajian yang
pernah saya ikuti ataupun lingkungan keluarga,
keluarga menjadi bercerai berai, anak kehilangan
identitas, rasa harga menghargai antara suami dan
istri menjadi musnah.

wassalam
adr
 
--- abp malin bandaro <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Assalamualaikum ww
>  
> Ditengah carut marut kondisi umat saat ini, poligami
> salah satu jalan keluar terbaik, asal dan sekali
> lagi asal saja dilakukan dengan persyaratan yang
> super ketat dan Islami
>  
> Walau Islam telah pesat sedemikian rupa dibanding
> abad awal perkembangannya dahulu dimana para mubalig
> memperkenalkan Islam ini keseluruh pelosok dan celah
> bumi hingga kepulauan Nusantara yang Hindu, Budha
> bahkan Animisme & Dinamisme dimana salah satu
> strategi dakwah yang diterapkan adalah mengawini
> penduduk asli setempat (terutama dari kalangan
> bangsawan atau terpandang) dan ini semua bisa jadi
> lewat poligami 
>  
> Sekarang ini untuk meng-Islam-kan umat Islam bahkan
> meng-Islam-kan dunia ini dengan memilih jalur
> Poligami, why not? 
>  
> Bagi yang telah yakin untuk memilih jalur ini, mari
> kita do'a-kan semoga berhasil dan selalu mendapat
> rahmat dan lindungan Allah SWT
>  
> wasalam
> abpiliang
> 
> Andrizal Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Oh..., aku takjub sekali, tetapi sangat disayangkan
> Ibu sudah menjawab untuk yang terakhir. 
> 
> Saya berpikiran sama dengan netter yang mengatakan
> sebenarnya Ibu tidak rela dimadu, alias sebenarnya
> Ibu tidak rela jika suami anda berpoligami
> 
> Namun wallahu alam bisshawab juga kalau suami ibu
> tidak akan berpoligami, dan wallau alam bisshawab
> juga ibu rela di madu, karena yang baqa itu hanya
> Allah SWT
> 
> Andrizal Chan - Rang Sangka 
> 
> lalu kenapa saya ingin suami berpoligami? karena
> poligami adalah sunah nabi kita....suami saya hanya
> ingin berpoligami jika untuk perluasan dakwah
> Islam....jika begitu mulianya, kenapa saya tidak
> mendukung?.....
> 
> jika Allah menakdirkan kami yang telah memilih jalan
> dakwah dan "mendaftar" sebagai tentara Allah ingin
> menjalankan sunnah apa salah? lagian seperti yang
> saya katakan, suami saya belum mau....belum ada
> alasan yang menyebabkan dia harus poligami saat
> ini..entah esok atau lusa.....
> 
> yang kami lakukan saat ini adalah, bekerja keras,
> sekolah, gapai cita-cita, berbisnis kecil-kecilan,
> dan meningkatkan iman dan takwa melalui
> belajar......
> 
> saya doakan, semoga kelaurga member RN memiliki
> kelaurga yang sakinah, mawadah dan rahmah....istri
> yang menentramkan hati suami, indah dipandang,
> cerdas dan berbudi.....dan suami yang melindungi,
> kerja keras mencari nafkah baik harta, batin dan
> nafkah ilmu.....
> 
> rumahku adalah syurgaku.... mohon doakan keluarga
> saya, semoga menjadi contoh terbaik bagi keluarga
> lainnya karena seorang da'i harus bisa menjadi
> contoh dan tauladan....baiknya suatu negara, tidak
> terlepas dari kokohnya sebuah rumah tangga....
> 
> amblilah yang baik, buang yang buruk.... walahualam
> bis showab....
> yesi (www.pks-jaktim.or.id)
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for
25�>
____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
> ____________________________________________________

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke