|
"begitulah keadaanya, harta tahta wanita serign menjerumuskan orang ke dalam lembah kehinaan....tapi tidak bagi orang-orang yang meletakkan ketiga itu hanya di tangannya, tidak di hatinya....semoga kitalah orang itu...." 3 ta, apakah perlu kita kejar sampai segitu bernafsunya.....?, bukankah ada dalil yang mengatakan addunya mattaul ghurur ( dunia ini hanya menipu).dulu ada lagu yang berjudul "Dunia ini panggung sandiwara"...., pernah kah
saudara menonton pertunjukan sandiwara, ataupun pertunjukan
teater...? Paling banter pertunjukan itu adalah satu jam...., dalam satu
jam itu anda bisa saja menjadi seorang raja...., bisa saja anda cuma jadi tukang
semir sepatu......, lantas setelah sandiwara itu berakhir, anda akan kembali
menjadi anda apa adanya, kalau anda tadinya orang kaya walau dalam peran cuma
jadi tukang semir sepatu, maka anda akan kembali kerumah anda yang megah....,
kalau anda tadinya tinggal digubuk...., walau peranan anda adalah raja..., maka
tetap saja anda akan kembali kegubuk....
itulah gambaran dunia ini....., anda cuma hidup
kurang lebih SATU JAM saja untuk ukuran waktu akhirat.....( ingat satu hari
akhirat sama dengan 1000 tahun waktu dunia)...., mengapa
anda serahkan seluruh hidup anda untuk yang satu jam ini sementara anda
akan hidup selamanya.....
Mudah2ah cerita dibawah ini membuat anda berfikir
ulang untuk mengejar 3 ta ini.
"kini kita kembali dibinggungkan, siaap
yang layak jadi pemimpin negri tercinta ini? apakah kita golput dan melakukan
revolusi lalu mendirikan negara yang bersyariat islam secara instan agr tercipta
itu pemimpin yang mutaqien? (yang bener aja)"
Negara bersyari'at Islam....,
dan punya amirul mukminin....mengapa tidak ?...itulah dambaan umat
yang mengaku islam, lupakah anda dengan ayat alqur'an "atti'ullaha wa
ati'urrasul wa ulil amri minkum...?
pemimpin dalam perjalanan safar..., siapakah
pemimpin yang ditunjuk dalam perjalanan safar tersebut...? apakah pemimpin yang
menyuruh anda melompat kedalam kobaran api...? Maka masuklah anda keneraka
bersama sama dengan pemimpinmu itu.
Tidak ada perlunya pemimpin kalau anda tidak bisa
taat, tidak perlu ada ketaatan kalau pemimpinnya mengajak kedalam
kemaksiatan..Lantas apa gunanya punya pemimpin..?
Maka carilah pemimpin yang benar2 bisa membawa anda
selamat didunia dan juga selamat di akhirat anda. wassalam adr
=====================================================================================
Kiisah tentang seorang kaya raya yang baik hati dan memiliki empat isteri.
Di suatu pagi orang kaya tadi didatangi oleh sang kematian. Dengan sopan mahluk terakhir berucap begini : �Bapak yang baik hati, atas utusan Tuhan kami ditugaskan untuk menjemput. Cuman, karena kebaikan hati Bapak selama hidup, diizinkan oleh Tuhan untuk membawa satu di antara empat isteri Bapak�. Dengan tersenyum orang kaya ini memohon waktu untuk menemui keempat isterinya satu persatu. Yang pertama dipanggil tentu saja isteri keempat. Seorang wanita muda yang cantik, dengan tubuh yang menawan, rambut panjang yang terurai dan tentu saja senyumnya yang indah dan manis. Namun, betapa terkejutnya orang kaya tadi mendengar jawaban terhadap ajakan untuk menemani suaminya ke dunia kematian. Wanita cantik tadi menolak ajakan suaminya dengan kata-kata kasar dan sarkastis. Setelah menangis sambil menyesali hidupnya, orang kaya tadi memanggil isteri ketiga dengan ajakan yang sama. Wanita ini menjawab dengan bahasa yang lebih sopan : �maafkan kanda, saya hanya bisa menemani kanda sampai di sini saja�. Kalau tadi seperti diterjang petir rasanya, kali ini Bapak kaya tadi seperti dihempas air bah. Lagi-lagi ia menangis menyesali seluruh hidupnya. Dengan semangat hampir putus asa, ia menemui isteri kedua dan mengemukakan ajakan yang sama. Isteri kedua menjawab lebih sopan lagi : �saya akan temani kanda, namun hanya sampai di liang lahat�. Sehingga tidak ada pilihan lain kecuali memanggil isteri pertama. Dan takjubnya, kendati isteri pertama tidak terlalu diperhatikan, jarang diajak makan, bahkan sering disakiti, dengan tersenyum wanita yang pipinya sudah penyok dan merah-merah ini menjawab begini : �saya akan menemani kanda sampai kapanpun dan sampai di manapun�. Ilustrasi tentang empat isteri di atas, sebenarnya ilustrasi tentang isteri dan suami kehidupan. Semua orang memiliki empat isteri (suami) kehidupan. Isteri keempat yang paling seksi, paling menarik, menghabiskan paling banyak waktu, sehari-hari bernama harta dan tahta. Ia memang sejenis isteri yang menyita paling banyak waktu dan tenaga dalam hidup. Dalam kehidupan banyak orang, lebih dari separuh waktu dan tenaga teralokasi ke sini. Dan sebagaimana cerita di atas, siapa saja yang memperuntukkan waktu dan tenaga hanya untuk harta dan tahta, pasti menyesali kehidupannya di gerbang kematian. Isteri ketiga yang juga mengkonsumsi waktu dan tenaga cukup banyak bernama tubuh atau badan kasar. Ini juga menghabiskan uang yang tidak sedikit. Dan jangan lupa, isteri yang ini hanya bisa menghantar kita sampai di tempat dan waktu di mana kita dipanggil sang kematian. Setelah itu, ia kita kembalikan ke pihak yang meminjamkan badan ini. Isteri kedua � yang hanya bisa menghantar kita sampai di liang lahat � adalah isteri, suami, putera-puteri serta kerabat dekat kita di rumah. Sesetia-setianya mereka, hanya akan bisa menemani kita sampai di kuburan saja. Setelah itu, mereka hanya menangis sambil kembali ke kehidupan masing-masing. Dan isteri kita yang paling setia dan akan menemani kita kemanapun kita pergi, dan apapun yang kita lakukan terhadapnya ia hanya mengenal kesetiaan, kesetiaan dan kesetiaan, ia bernama sang jiwa. Sayangnya, kendati ia yang paling setia, dalam keseharian ia juga yang paling jarang kita perhatikan. Dalam banyak kehidupan, ia malah kerap disakiti. Kebencian, kemarahan, permusuhan dan sejenisnya adalah serangkaian kegiatan yang memukuli sang jiwa. Kalau isteri kedua (badan kasar) kita beri makan setiap hari, kita hanya memberi makanan sang jiwa sekali-sekali saja. Ada bahkan yang tidak pernah memberikan makanan pada jiwanya. Dan kalau makanan badan kasar kita harus beli dan membayarnya, makanan sang jiwa tersedia gratis dalam jumlah yang tidak terbatas. Hanya isteri pertamalah yang bisa membawa kita ke sana yaitu sang jiwa...., sudahkah kita beri jiwa ini makanan yang layak...? yaitu dengan ilmu2 agama, ilmu2 yang bermanfaat, mendengar nasehat2 yang menyejukan, menghadiri majelis2 taqlim, tabligh2 ataupun halaqah2.. . Bedanya dengan isteri-isteri lain yang egois, ia selalu mengingatkan kita bahwa jiwa bisa sehat walafiat kalau ketiga isteri yang lain juga kita perhatikan secara seimbang.
|
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
