Oiy Yayyai.....
Kareh bana hati urang tu malapehkan nagari-nagari jadi korban kota. Aaa tu
labonyo masuak kota tu? Banyak mularat dari pado manfaatnyo....
Itu cuma diojoh-ojohkan dek urang lua sajo. Mudah-mudahan masyarakat
bangkik manyadari kasucian Kampuang supayo indak dikaluani dek urang lua
sajo....
Salam,
-- Inyiak Sunguik
Kito baco dari Padang Eksspres:
Murni Aspirasi, DPRD Agam akan Lepas
Soal Pemekaran Wilayah Kodya Bukittinggi
Bukittinggi, PE
Ketua DPRD Agam, Drs. Putra Utama memberikan "lampu hijau" kepada
masyarakat Agam yang berada di pinggiran kota Bukittinggi untuk masuk kota
wisata ini sesuai PP No. 84/99.
Bahkan menurut Putra Utama yang dihubungi via telepon ke kantor DPRD
Lubukbasung, kemarin, kalau keinginan itu murni datang dari masyarakat,
DPRD Agam setuju melepaskan sebagian wilayahnya seperti tertuang dalam PP.
"Tapi, jangan direkayasa," ingat Putra Utama menjawab Padang Ekspres
sehubungan adanya keinginan masyarakat Gadut dan Kapau (untuk sementara)
bergabung masuk kota Bukittinggi.
Khusus permintaan masyarakat Gadut melalui KAN Gadut, menurut Putra Utama,
itu hanya "lagu" lama yang diperbaharui. "Maksudnya? Permintaan masyarakat
itu sudah diajukan sekitar 7 atau 8 tahun lalu. Dan kini diperbaharui
lagi," katanya.
Apakah anda sudah mengetahui isi suratnya? Menurut Putra Utama, sampai saat
ini belum saya terima. "Cuma saya dengar hanya dari mulut ke mulut,"
katanya berdalih.
Padahal, informasi yang diperoleh Padang Ekspres kemarin, Ketua DPRD Agam
ini sudah mengambil setumpuk berkas pernyataan masyarakat Gadut, plus
surat-surat lainnya berkenaan dengan alasan masyarakat Gadut berkeinginan
masuk kota Bukittinggi sejak belasan tahun lalu, ketika acara Kongres
BM-PAN I di Balai Sidang Bung Hatta Bukittinggi.
Ketika hal itu ditanyakan pada yang bersangkutan, "sampai sekarang saya
belum menerima surat-surat masyarakat menyangkut keinginan masuk kota
Bukittinggi," katanya kembali berdalih.
Takuti warga
Agaknya pernyataan Ketua PAN Kabupaten Agam ini untuk melepaskan sebagian
wilayah Agam ke kota Bukittinggi sesuai PP No.84/99 mulai dikoreksi Putra
Utama.
Buktinya ketika pertanyaan lebih dipertajam, Putra Utama "mempertakuti
warga" dengan ancaman, kalau masyarakat seputar Bukittinggi memilih masuk
kota Bukittinggi, tidak akan pernah terealisasi "Adat Salingka Nagari",
seperti yang diharapkan. Kenapa demikian? Menurut Putra Utama, karena
resiko masuk kota harus siap-siap dengan aturan kota yang telah tersedia,
termasuk resiko berdirinya tempat ibadah non Muslim di daerah perluasan
kota Bukittinggi nantinya. "Apakah masyarakat Agam yang masuk perluasan
Bukittinggi sudah siap," ingat Putra Utama. (edi)
LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id
Isi Database ke anggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
=================================================
Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda
Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================