Peranan Teknologi Informasi
bagi Pembangunan

                              MAKARIM WIBISONO

                                        ilenium baru diwarnai gejala
globalisasi yang
                                        telah mendominasi sistem ekonomi dunia.
                              Salah satu ciri globalisasi yang memiliki dampak
                              sangat luas dan menyeluruh adalah kemajuan
                              teknologi informasi dan komunikasi yang sangat
cepat dan dramatis sehingga dapat disebut sebagai revolusi
informasi menyamai revolusi industri di awal abad ke-18.

Dalam revolusi industri telah terjadi perubahan mendasar
ekonomi dunia yang pada abad sebelumnya masih berorientasi
pada bidang pertanian menjadi ekonomi yang berbasis industri.
Revolusi informasi yang tengah melanda dunia saat ini telah pula
membawa perubahan-perubahan fundamental, tidak hanya
terhadap proses produksi dan konsumsi, namun juga terhadap cara
hidup manusia.

Dalam revolusi inilah teknologi informasi dan komunikasi
bergerak sangat cepat dari abad industri menuju abad baru, di
mana masyarakat berkembang bersendikan pengetahuan.
Tantangan terbesar kita masa kini adalah bagaimana
mengendalikan kekuatan pendorong revolusi informasi yang
tanggung ini dapat bergerak ke arah yang mendukung roda
pembangunan di negara-negara yang sedang berkembang.

Dalam menanggapi fenomena yang penting ini, Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) telah menempatkan teknologi informasi
sebagai prioritas utama. Hal ini dapat dilihat dari keputusan
untuk menjadikan teknologi informasi sebagai tema pokok pada
Sidang Segmen Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi dan Sosial PBB
(ECOSOC) 2000 yang berlangsung di Markas PBB di New York, 5-7
Juli tahun ini.

Teknologi informasi juga menjadi tema pokok sejumlah
konferensi, KTT, lokakarya serta pertemuan tingkat pakar, baik di
dalam maupun di luar kerangka PBB. Dalam era globalisasi,
interdependensi dan masyarakat yang bersendikan ilmu
pengetahuan, perubahan dipicu oleh liberalisasi di bidang
perdagangan dan keuangan, serta diperkuat oleh revolusi
informasi sehingga sulit dapat menemui suatu negara ataupun
wilayah yang dapat hidup di luar sistem pasar global. Sebagai
konsekuensinya, tidak ada satu negara pun yang dapat mengelak
dari imbas revolusi informasi, walaupun hal ini dapat
menimbulkan dampak ekonomi maupun sosial yang kurang
menguntungkan bagi rakyatnya.

Apa sebenarnya karakteristik dan dinamika sebagai ciri dari
revolusi informasi tersebut? Teknologi informasi dan komunikasi
selalu merupakan elemen penting dalam menunjang pengembangan
ilmu pengetahuan, baik pengetahuan yang berasal dari warisan
yang turun-temurun maupun yang berasal dari teknologi mutakhir.
Saat ini pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam
proses perubahan ini sangat menonjol dan penerapannya telah
membuka peluang bagi pembangunan.

Peluang dan Tantangan

Dinamika utama dari revolusi informasi berasal dari konvergensi
teknologi komunikasi dan komputer sehingga mendorong
pertumbuhan cepat dari jaringan komputer atau internet dan
penurunan yang tajam biaya proses informasi. Selain itu,
penyebaran dan penerapan teknologi informasi terus berlangsung
secara cepat melalui komputer pribadi (PCs) sampai telepon
selular dan internet, yang telah mempengaruhi pola perdagangan
dunia, khususnya melalui dampaknya terhadap proses peningkatan
produktivitas dan daya saing.

Seperti halnya revolusi industri, revolusi informasi telah
mengubah persepsi mengenai waktu, jarak dan pasar. Proses
penyampaian informasi menjadi sangat cepat dan jarak yang
secara geografis jauh menjadi sangat dekat, dengan jaringan
komunikasi dan pasar yang tadinya terbatas di wilayah lokal atau
nasional, berkembang menjadi pasar regional dan global dalam
waktu cepat dan biaya proses informasi yang murah.

Teknologi informasi dan penerapannya secara bersamaan telah
memberikan peluang sekaligus tantangan bagi negara-negara
berkembang, tidak hanya karena teknologi ini dapat mempercepat
proses pembangunan, namun juga karena dapat menjembatani
kesenjangan eknonomi dan kemakmuran negara-negara
berkembang dan negara-negara maju.

Peluang itu telah dimanfaatkan oleh beberapa negara-negara
berkembang dan digunakan sebagai batu loncatan menuju tingkat
pembangunan yang lebih tinggi. Beberapa negara berkembang
seperti India, Kosta Rika dan Mali, bahkan telah berhasil
mengambil langkah-langkah yang cukup berarti untuk menangkap
peluang dan menerapkan teknologi tersebut sehingga berkembang
menjadi negara yang maju dalam teknologi informasi.

Namun demikian, walaupun peluang yang diperoleh dari teknologi
informasi dan komunikasi telah terbuka lebar, masih banyak
rakyat di negara-negara berkembang yang belum tersentuh oleh
revolusi digital. Hanya sejumlah lima persen dari penduduk dunia
telah tersentuh oleh jaringan

informasi dan komunikasi, dan sebagian besar berasal dari
negara-negara maju, sehingga penduduk dunia yang tinggal di
negara-negara berkembang belum dapat memanfaatkan teknologi
informasi secara maksimal.

Banyak negara berkembang yang ekonominya masih rendah belum
mampu menyerap teknologi informasi tersebut sehingga menjadi
lebih termarginalisasi. Akibatnya, banyak negara berkembang
tertinggal jauh dalam revolusi informasi yang tengah melanda
dunia saat ini.

Sebagai gambaran adalah ketidakseimbangan, di mana jaringan
komunikasi di Tokyo jumlahnya lebih banyak daripada jaringan
komunikasi di semua negara di Benua Afrika. Fakta itu makin
menyedihkan dengan melihat lebih dari 70 persen pengguna
internet berada di AS dan Kanada, serta 186 negara lainnya hanya
menggunakan kurang dari 30 persen dari internet yang ada.

Tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang menjadi lebih
besar. Pertama-tama karena biaya tinggi yang dibutuhkan dalam
proses konektivitas. Faktor biaya itu sangat menghambat
penyebaran teknologi informasi dan komunikasi serta
menghambat penggunaannya secara universal. Biaya sambungan
telepon di negara berkembang jauh lebih mahal dibandingkan
maksud yang sama di AS dan Kanada.

Hambatan-hambatan lainnya adalah kapasitas kelembagaan dan
sumber daya manusia yang menyebabkan penerapan teknologi
informasi seperti internet belum dapat dijangkau dan
menyebabkan penggunaan teknologi informasi menjadi tidak
maksimal.

Tanpa isi atau content dan materi yang disesuaikan dengan
bahasa dan budayanya, sebagian besar rakyat di negara-negara
berkembang sulit dapat mengerti dan mengolah informasi yang
tersedia.

Pada saat yang bersamaan, kekhawatiran mengenai keamanan dan
privacy, pengaruh budaya serta hilangnya sumber penghasilan
dengan adanya e-commerce, telah pula menjadi masalah bagi
sebagian besar negara-negara berkembang.

Untuk menjawab tantangan tersebut di atas, jelas diperlukan
langkah-langkah yang berani. Mekanisme pasar saja adalah
penting, akan tetapi tidak cukup untuk mengatasi kesenjangan
informasi (digital devide). Yang diperlukan adalah peningkatan
upaya-upaya kemitraan di tingkat nasional, regional dan global,
karena masalahnya sangat kompleks.

Khususnya dengan munculnya dunia baru tanpa batas-batas yang
ketat, upaya-upaya meningkatkan kemitraan tersebut harus
melibatkan semua pihak mulai dari pemerintah, donor-donor
multilateral dan bilateral dan sektor swasta, masyarakat madani
serta aktor-aktor lainnya seperti LSM.

Dalam hubungan itu, ECOSOC sebagai badan utama PBB untuk
peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan memiliki
komitmen yang sangat kuat bagi peningkatan teknologi informasi
untuk semua rakyat di muka bumi.

Untuk itu, sidang substantif ECOSOC yang akan dimulai tak lama
lagi, telah menjadikan teknologi informasi sebagai prioritas
utama dan telah menyelenggarakan serangkaian panel-panel
diskusi tingkat pakar yang membahas isu-isu untuk segmen
tingkat tinggi.

ECOSOC juga telah bekerja sama dan berpartisipasi dalam
Pertemuan Regional ECOSOC di New Delhi, India dan Florianapolis,
Brasil. Seminar, konferensi lokakarya dan presentasi telah
diselenggarakan, yang sejalan dengan tema sidang segmen tingkat
tinggi ECOSOC, yaitu ''Pembangunan dan Kerja Sama Internasional
di Abad ke-21: Peranan Teknologi Informasi dalam Kerangka
Ekonomi Global bersendikan Pengetahuan''.

Tantangan visi di masa yang akan datang, baik di forum-forum di
dalam dan luar kerangka PBB, adalah bahwa negara-negara
berkembang seharusnya tidak hanya menjadi penonton dalam
proses pertumbuhan masyarakat bersendikan pengetahuan, tanpa
mengetahui kapan dan bagaimana mereka dapat berpartisipasi di
dalam revolusi digital yang sedang melanda dunia.

Masuknya negara-negara berkembang dalam masyarakat berbasis
pengetahuan dan akses terhadap manfaat-manfaatnya, harus
diberikan kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini, agar
dapat memberdayakan mereka semaksimal mungkin.

Hal itu adalah hak-hak mendasar yang pencapaiannya
membutuhkan kerja keras dan perjuangan. Penulis yakin bahwa
pintu gerbang menuju teknologi informasi dan komunikasi harus
dan dapat dibuka untuk seluruh umat manusia, karena unsur utama
dari teknologi informasi adalah pengetahuan yang berbeda dengan
modal (kapital), yang merupakan unsur utama dalam revolusi
industri yang lalu. Oleh karena itu, teknologi informasi dan
komunikasi harus dapat meningkatkan kesejahteraan dan standar
kehidupan seluruh umat manusia.

Penulis adalah Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).
Last modified: 8/19/00


Tulisan di atas saya salin seluruhnya tanpa izin penulis atau penerbit
 SUARA PEMBARUAN DAILY, SAbtu 19 Agustus 2000
sekedar dibaca bersama di Lapau untuk dimaklumi bersama demi
pengetahuan umum.

Salam,
Nyiak Sunguik




****************************************************************************
"The real contest now is not so much airplanes, trucks, roadways or ships,
but who has the best  information and who knows how to use it" IBM
*****************************************************************************���



Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke