Kamis, 1/11/2001 08.54 wib
Maklumat Pengalihan Semen Padang Tadi Malam
Diserahkan ke DPRD
Padang, mimbarminang.com Unsur-unsur yang
mewakili masyarakat Sumatra Barat, tadi malam
akhirnya
mengeluarkan Maklumat untuk pengalihan
penguasaan PT Semen Padang kepada Pemerintah
Daerah Sumatra Barat.
Maklumat tersebut menegaskan, terhitung sejak
tanggal 1 November 2001, PT Semen Padang
dinyatakan berada di
bawah penguasaan rakyat Sumatra Barat dan
diserahkan kepada Pemerintah Daerah serta
diawasi oleh DPRD.
Maklumat ini merupakan sikap tegas atas tidak
kunjung dipenuhinya tuntutan masyarakat, DPRD
serta Pemda Sumatra
Barat bagi spin off (pemisahan) PT Semen Padang
dari PT Semen Gresik dan Cemex.
Maklumat yang berisi empat butir pernyataan itu
diserahkan kepada pimpinan DPRD oleh
unsur-unsur tunggu tigo
sajarangan yang terdiri dari ninik mamak, alim
ulama, cerdik pandai, bundo kandung dan pemuda
sekitar pukul 23.00
WIB, Rabu menjelang tengah malam tadi. (Isi
maklumat lihat boks).
Penyerahan Maklumat tersebut dilakukan pada
penghujung rapat gabungan DPRD, tokoh-tokoh
masyarakat, pemerintah
daerah, dan direksi serta komisaris PT Semen
Padang yang berlangsung di ruang sidang khusus
Dewan. Rapat tersebut
sudah dimulai sejak pukul 10.00 WIB kemarin,
dan diskor sejak pukul 14.00 hingga pukul 20.00
untuk memberikan
kesempatan kepada wakil-wakil masyarakat
merumuskan pernyataan yang akan disahkan dalam
Rapat Paripurna Khusus
DPRD yang direncanakan Kamis pagi ini.
Rapat gabungan siang kemarin dipimpin Wakil
Ketua DPRD Ny. Hj. Titi Nazif Lubuk didampingi
H. Masfar Rasyid,
S.H. dan Kol. Syahrial, dihadiri Gubernur
Sumatra Barat H. Zainal Bakar, S.H. Dalam rapat
itu hadir sekitar 40
anggota DPRD yang mewakili semua fraksi, serta
jajaran Direksi dan Komisaris PT Semen
Padang. Direksi yang hadir
terdiri dari Direktur Utama Ir. A. Ikhdan
Nizar, Direktur Keuangan Drs. H. Muchlis
Karanin, Akt., Direktur Komersial
Ir. Ridjaluddin Shar, M.B.A., Direktur Produksi
Ir. Pamudji Rahardjo, dan Direktur Litbang
Ir. Dwi Soetjipto.
Sedangkan dari Dewan Komisaris terlihat
Komisaris Utama Dr. Saafroedin Bahar, dan dua
anggota komisaris
masing-masing H. Syahrul Udjud, S.H. dan
Djusril Djusan.
Rapat tersebut adalah untuk menindaklanjuti
aspirasi masyarakat yang tertuang dalam
Pernyataan Bersama DPRD dan
Masyarakat Sumatra Barat tertanggal 8 Oktober
2001 yang disampaikan kepada pemerintah
pusat. Pernyataan bersama
ini memberikan batas waktu kepada pemerintah
untuk menyatakan sikap bagi pemisahan PT Semen
Padang dari PT
Semen Gresik dan Cemex selambat-lambatnya
tanggal 25 Oktober 2001.
Sejak batas waktu terlampaui dan pemerintah tak
merespon pernyataan bersama itu, maka hampir
setiap hari terjadi
gelombang demonstrasi ke DPRD dan Pemda Sumatra
Barat yang mendesak agar segera dilakukan
pemisahan sepihak.
Sejak saat itu pulalah DPRD bersama tokoh-tokoh
masyarakat dan unsur Pemda melakukan
rapat-rapat secara intensif
untuk menindak-lanjutinya dengan membuat
keputusan pemisahan sepihak melalui Rapat
Paripurna DPRD.
Puncaknya terjadi hari Kamis kemarin. Dalam
rapat gabungan lengkap itu, akhirnya ditemukan
solusi prosedural, di
mana masyarakat melalui representasinya yang
ada mengeluarkan Maklumat yang akan disahkan
oleh DPRD dalam
Rapat Paripurna Khusus hari ini.
Disepakati pula, Maklumat tersebut dirumuskan
sendiri oleh tokoh-tokoh masyarakat yang
mewakili tunggu tigo
sajarangan. Untuk itu, forum rapat menunjuk
unsur-unsur ulama, ninik mamak, dan cerdik
pandai untuk menyusunnya,
dan rapat diskor sampai pukul 20.00 tadi malam.
Diselingi Demo Petani
Ratusan massa yang menamakan diri sebagai
petani se-Sumbar, yang berdatangan dari
berbagai daerah sejak pukul
09.00 hingga pukul 14.30 WIB tidak ketinggalan
melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Sumbar yang
berlokasi di
jalan Khatib Sulaiman Padang.
Para petani dengan ikat kepala bertuliskan Spin
Off serta membawa peralatan musik tradisional
Minangkabau, gendang
tasa, sejak pagi duduk dengan tertib di halaman
gedung DPRD, sementara beberapa di antaranya
menabuh gendang
sehingga menarik perhatian masyarakat sekitar.
Pemimpin pengunjuk rasa Hilman Kando dalam
orasinya mengatakan, sejengkal tanah
Minangkabau tidak bisa
diperjual belikan kepada asing. Kami siap bela
sampai titik darah penghabisan, ujarnya.
Para petani membubarkan diri setelah Gubernur
Sumbar Zainal Bakar, S.H. dan Wakil Ketua DPRD
Titi Nazif Lubuk
memberikan ketegasan bahwa perjuangan petani
adalah perjuangan Pemda dan DPRD juga, dan
dihimbau petani segera
pulang ke daerah masing-masing.
Maklumat Diserahkan
Sementara itu, rapat tim perumus yang terdiri
dari Ketua MUI Prof. DR. Mansur Malik, Ketua
LKAAM H.K.R. Dt. P.
Simulie, Wakil Ketua DDII Sumbar H. Masoed
Abidin, Wakil Ketua ICMI Sumbar Drs. H. Shofwan
Karim Elha,
M.A. dan Ketua LKAAM Padang, akhirnya berhasil
menyusun Maklumat tersebut kemarin sore.
Setelah rapat kembali dibuka pimpinan Sidang
Ny. Hj. Titi Nazif Lubuk pukul 20.45 tadi
malam, Shofwan Karim dan
Buya Mansur Malik berturut-turut menyampaikan
pengantar dan membacakan Maklumat tersebut
untuk dibahas oleh
rapat.
Setelah melalui sidang dan pertukaran pikiran
yang alot namun demokratis, akhirnya disepakati
Maklumat tersebut
ditanda-tangani oleh lima orang yang dianggap
mewakili unsur-unsur masyarakat Sumatra Barat,
yakni Ketua MUI H.
Mansur Malik, Ketua LKAAM
H.K.R. Dt. P. Simulie, Shofwan Karim (ICMI),
Drs. Kandris Asrin (Ketua
KNPI), dan
Ny. Hj. Nur Ainas Abizar (Bundo Kanduang).
Maklumat tersebut diserahkan kepada pimpinan
sidang yang diterima oleh Titi Nazif Lubuk
didampingi Masfar Rasyid
dan Syahrial, serta Sekda Sumbar Drs. H. Ali
Amran mewakili gubernur. Penyerahan Maklumat
itu berlangsung
khidmat. Ketika Buya Mansur Malik, Buya Masoed
Abidin, Shofwan Karim dan Sekretaris KNPI Yul
Akhyari Sastra
tampil ke depan menyerahkan Maklumat tersebut,
semua hadirin pun berdiri.
Wakil Ketua DPRD Titi Nazif Lubuk menyatakan,
bahwa Maklumat Masyarakat Sumatra Barat
tertanggal 31 Oktober
2001 itu, pada hari ini akan langsung dibawa ke
Sidang Paripurna Khusus terbuka untuk umum yang
akan digelar oleh
DPRD Sumatra Barat.
Dilihat dari kebulatan suara semua fraksi DPRD
Sumatra Barat dalam menuntut spin off PT Semen
Padang dan
mengembalikannya sebagai BUMN yang berdiri
sendiri, maka Rapat Paripurna hari ini hampir
dapat dipastikan akan
menerima secara bulat Maklumat tersebut menjadi
keputusan DPRD.
Bila itu terjadi, maka PT Semen Padang mulai
hari ini dinyatakan telah dikuasai oleh
masyarakat Sumatra Barat
selanjutnya langsung diserahkan kepada
Pemerintah Daerah dan DPRD untuk
mengawasinya. Dari Maklumat tersebut
dinyatakan, penguasaan sepihak BUMN ini hanya
bersifat sementara, yakni sampai pemerintah
melaksanakan spin off
(pemisahan) dari PT Semen Gresik dan
mengembalikannya menjadi BUMN yang berdiri
sendiri. Bagaimana tanggapan
pemerintah pusat atas tindakan sepihak yang
dilaksanakan masyarakat Sumbar dan didukung
DPRD ini, nampaknya
masih perlu dilihat setelah Rapat Paripurna
hari ini. (son/hen/hc)
Kamis, 1/11/2001 08.52 wib
Maklumat Masyarakat Sumatra Barat
Bismillahirrahmanirrahim
1. Terhitung sejak tanggal 1 November 2001,
menyatakan bahwa untuk sementara waktu PT
Semen Padang berada di
bawah penguasaan masyarakat Sumatra Barat dan
diserahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi
Sumatra Barat yang
diawasi oleh DPRD Provinsi Sumatra Barat sampai
dilaksanakannya Spin Off (Pemisahan) PT Semen
Padang dari PT
Semen Gresik dan PT Semen Padang dikembalikan
sebagai BUMN yang berdiri sendiri oleh
Pemerintah Republik
Indonesia.
2. Kepada Direksi, Komisaris, dan seluruh
Karyawan PT Semen Padang diminta menjalankan
operasional perusahaan
sebagaimana biasa dan melaporkannya secara
berkala kepada Pemerintah Daerah dan DPRD
Provinsi Sumatra Barat.
3. Diminta kepada Direksi PT Semen Padang untuk
melaksanakan dan mensosialisasikan Maklumat ini
kepada seluruh
Rekanan/Pelanggan, Bank dan Kreditur, Instansi
terkait dan para stakeholder lainnya dan
menjamin perusahaan
beroperasi sebagaimana biasa.
4. Hal-hal yang bersifat teknis akan diatur
lebih lanjut dan diselenggarakan dengan
sebaik-baiknya sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Padang, 31 Oktober 2001
Atas Nama Masyarakat Sumatra Barat
Prof.DR.H. Mansur Malik, MA Ketua MUI Sumbar
Drs. H. Shofwan Karim Elha, MA Wakil Sekretaris
ICMI Orwil Sumbar
H.K.R.Dt.P. Simulie Ketua LKAAM Sumbar
Drs. Kandris Asrin Ketua KNPI Sumbar
RKY. Nur Ainas Abizar Ketua Umum Bundo Kandung
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================