Nusrizar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Kamis, 1/11/2001 08.54 wib

>Disepakati pula, Maklumat tersebut dirumuskan
sendiri oleh tokoh-tokoh masyarakat yang
mewakili tunggu tigo
sajarangan. Untuk itu, forum rapat menunjuk
unsur-unsur ulama, ninik mamak, dan cerdik
pandai untuk menyusunnya,
dan rapat diskor sampai pukul 20.00 tadi malam.

Inyiak: saya jadi ragu apakah benar ini merupakan aspirasi rakyuat Sumbar, karena apa yang terjadi sekarang ini adalah sangat mengkhawartirkan sektor investasi di masa depan, karena "pengambilalihan" merupakan perwujudan dari tidak adanya kepastian hukum dalam berinvestasi di Indonesia

>Diselingi Demo Petani

Ratusan massa yang menamakan diri sebagai
petani se-Sumbar, yang berdatangan dari
berbagai daerah sejak pukul
09.00 hingga pukul 14.30 WIB tidak ketinggalan
melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Sumbar yang
berlokasi di
jalan Khatib Sulaiman Padang.

Para petani dengan ikat kepala bertuliskan Spin
Off serta membawa peralatan musik tradisional
Minangkabau, gendang
tasa, sejak pagi duduk dengan tertib di halaman
gedung DPRD, sementara beberapa di antaranya
menabuh gendang
sehingga menarik perhatian masyarakat sekitar.

Inyiak: hebat benar petani dari seluruh Sumbar yang memang sudah punya"sense" sedemikian "care" terhadap masalah Semen Padang", banyak hal-hal terjadi membuat saya ragu.

>Pemimpin pengunjuk rasa Hilman Kando dalam
orasinya mengatakan, sejengkal tanah
Minangkabau tidak bisa
diperjual belikan kepada asing. Kami siap bela
sampai titik darah penghabisan, ujarnya.

Inyiak: permasalahannya tidak sesederhana itu, bagaimana pun juga kehadiran CEMEX di PT Semen Padang ibarat menggadaikan tanah pusako, jadi tetap ada alur dan paptut yang  harus kita pakai, meskipun kita berhadapanb dengan orang asing. Kita harus lebih banyak berintrospeksi.

>Para petani membubarkan diri setelah Gubernur
Sumbar Zainal Bakar, S.H. dan Wakil Ketua DPRD
Titi Nazif Lubuk
memberikan ketegasan bahwa perjuangan petani
adalah perjuangan Pemda dan DPRD juga, dan
dihimbau petani segera
pulang ke daerah masing-masing.

Maklumat Diserahkan

Sementara itu, rapat tim perumus yang terdiri
dari Ketua MUI Prof. DR. Mansur Malik, Ketua
LKAAM H.K.R. Dt. P.
Simulie, Wakil Ketua DDII Sumbar H. Masoed
Abidin, Wakil Ketua ICMI Sumbar Drs. H. Shofwan
Karim Elha,
M.A. dan Ketua LKAAM Padang, akhirnya berhasil
menyusun Maklumat tersebut kemarin sore.

Setelah rapat kembali dibuka pimpinan Sidang
Ny. Hj. Titi Nazif Lubuk pukul 20.45 tadiInyiak: jadi ada uncsur dari LKAAM juga, ya. Bagaimana status gadai menggadai di tanah Miang, Pak?????

>Shofwan Karim (ICMI),

Inyiak: ada unsur ICMI juga, ya? Nggak tahu dech representasinya apa kalau ICMI juga ikut menandatangani maklumat, tapi nggak apa karena menurut hemat saya maklumat tersebut unsur representasinya m masih perlu direnungkan.


>Drs. Kandris Asrin (Ketua
KNPI), dan
Ny. Hj. Nur Ainas Abizar (Bundo Kanduang).

Maklumat tersebut diserahkan kepada pimpinan
sidang yang diterima oleh Titi Nazif Lubuk
didampingi Masfar Rasyid
dan Syahrial, serta Sekda Sumbar Drs. H. Ali
Amran mewakili gubernur. Penyerahan Maklumat
itu berlangsung
khidmat. Ketika Buya Mansur Malik, Buya Masoed
Abidin, Shofwan Karim dan Sekretaris KNPI Yul
Akhyari Sastra
tampil ke depan menyerahkan Maklumat tersebut,
semua hadirin pun berdiri.

Wakil Ketua DPRD Titi Nazif Lubuk menyatakan,
bahwa Maklumat Masyarakat Sumatra Barat
tertanggal 31 Oktober
2001 itu, pada hari ini akan langsung dibawa ke
Sidang Paripurna Khusus terbuka untuk umum yang
akan digelar oleh
DPRD Sumatra Barat.

Dilihat dari kebulatan suara semua fraksi DPRD
Sumatra Barat dalam menuntut spin off PT Semen
Padang dan
mengembalikannya sebagai BUMN yang berdiri
sendiri, maka Rapat Paripurna hari ini hampir
dap

Inyiak: semoga!!!

>Bagaimana tanggapan
pemerintah pusat atas tindakan sepihak yang
dilaksanakan masyarakat Sumbar dan didukung
DPRD ini, nampaknya
masih perlu dilihat setelah Rapat Paripurna
hari ini. (son/hen/hc)

Inyiak: kita loihat saja (sambil berharap semoga Rumah Makan Padang yang tersebar di seluruh pelosok negeri tervcinta ini tidak diliudasi oleh PEMDA masing-masing tempatnya)

 

 

Inyiak

Kamis, 1/11/2001 08.52 wib

Maklumat Masyarakat Sumatra Barat


Bismillahirrahmanirrahim

1. Terhitung sejak tanggal 1 November 2001,
menyatakan bahwa untuk sementara waktu PT
Semen Padang berada di
bawah penguasaan masyarakat Sumatra Barat dan
diserahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi
Sumatra Barat yang
diawasi oleh DPRD Provinsi Sumatra Barat sampai
dilaksanakannya Spin Off (Pemisahan) PT Semen
Padang dari PT
Semen Gresik dan PT Semen Padang dikembalikan
sebagai BUMN yang berdiri sendiri oleh
Pemerintah Republik
Indonesia.

2. Kepada Direksi, Komisaris, dan seluruh
Karyawan PT Semen Padang diminta menjalankan
operasional perusahaan
sebagaimana biasa dan melaporkannya secara
berkala kepada Pemerintah Daerah dan DPRD
Provinsi Sumatra Barat.

3. Diminta kepada Direksi PT Semen Padang untuk
melaksanakan dan mensosialisasikan Maklumat ini
kepada seluruh
Rekanan/Pelanggan, Bank dan Kreditur, Instadaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================



Do You Yahoo!?
Make a great connection at Yahoo! Personals.

Kirim email ke