Assalamu'alaikum wr.wb.,

Haa... ada tampak... nan bahasa pengkotak-kotakan
anak- suku bangsa oleh propinsi saja sudah mahadang
resiko, sarupa nantun. Apa lagi kalau sampai
diperkecil negara ini menjadi 'sekedar' Sumatera,
tambah lantas angan orang yang mau menunjukkan
ke-eksklusifannya. Urang propinsi Riau sadang marasa
diatas angin, dek inya kaya, buminya  mengandung
minyak, timbul ongesnya. Minyak bumi itu sendiri,
terdapatnya dalam bumi Riau yang di huni orang Sakai,
sejak mula dari Minas sampai ke Duri - ke Petapahan.
Indak ada ciat juga perkampungan diatasnya, kecuali
huma-huma orang sakai yang berladang berpindah-pindah.
Yang mengaku kaya orang Riau sa'propinsi,  tamasuak
urang Muaro Mahek, Aia Tirih, Kuok, Bangkinang,
Kampar,  urang  Taratak Buluah sampai kaTaluak
Kuantan, yang sehari-harinya berbahasa Minang, yang
masyarakatnya masih memakai adat limbago Minang, yang
dikampung mereka masih banyak rumah bahkan balai adat
bagonjong, dengan gelar  dan sistim persukuan Minang.
Maka tatkala  dia sampai jadi penjabat serupa walkot
itu, lupa kacang dikulitnya. Lebih rancak dia merasa
eksklusif sebagai 'Orang Riau'. Saya nak mengusul
sebenarnya ke beliau ini agar penggunaan bahasa Minang
pun hendaknya mulai dilarang di nagari-nagari yang
tersebut diatas, ganti dengan bahasa Melayu Riau.
Hey yayyai, lah abeih padei deik jawey.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Lembang Alam




        Arman Bahar <[EMAIL PROTECTED]>
        Sent by: [EMAIL PROTECTED]
        12/11/01 11:59 AM
        Please respond to rantau-net
                 
                 To: "'[EMAIL PROTECTED]'"
<[EMAIL PROTECTED]>
                 cc: 
                 Subject: RE: [RantauNet] I Love Darek hmmmuah..!
Pasisie Juga..


Haa tu namuaah tu maah, Urpass mampagarahkan rang
rantaunet? Indak masuak
ati bana dek saya doh, biaa laah! Acok2 pun indak baa,
agiah taruiiih, I
love it.

Lain lo nan ciek ko, di Pakanbaru Riaw Walkotnyo Drs.
Herman Abdullah MM nak
rang Air Tiris Kampar (termasuk wilayah Luhak
Limopuluah Koto sebelum
Indonesia ini bernama Indonesia) dalam pernyataan pada
safari ramadhan
disebuah mesjid beberapa hari nan lalu bahwa "
Bangunan2 yang bukan
"Berarsitektur Melayu Riaw" baik itu bagonjong Minang,
Batak dlsb. agar
segera dibongkar dan sang walkot akan mengirim surat
resmi kepada pemilik
bangunan2 tersebut agar hal tersebut segera
dilaksanakan, alasannya "sebagai
pendatang ditanah Melayu" ini harus bertenggang rasa
terhadap orang asli dan
harus mengerti "dimana bumi dipijak disitu langit di
junjung" sedangkan
alasan lain bahwa Pekanbaru sesuai visi 2020 nya yang
saat ini sedang
hangat2nya dicanangkan akan menjadi Pusat Ekonomi dan
Budaya Melayu Serantau
Asia Tenggara (harian Riaupos, Senin 10/12/'01)

Tentu saja tidak sedikit bangunan bagonjong seperti
Musajik Gonjong, ruko2,
rumah tempat tinggal, hotel/restorant2/rumah makan
milik non Melayu Riaw di
Pekanbaru dan sekitarnya bakal jadi korban, ruponyo
dek mancaliak di Sumbar
bangunan Bagonjoang ko tidak saja bertebaran sebagai
Bangunan & Monumen
Budaya Tradisional Anak Bangsa Melayu Minangkabau
bahkan bangunan
perkantoran pemerintah maupun swasta pun mangalabuik
di-mana2 tamasuak
dikampuang saya Piaman Laweh sebagaimana juga
dikampuang Urpass Pesisir
Selatan dan Pasaman Barat bagian Barat yang ruponyo
telah men-inspirasi
urang2 Melayu Riau maniru2 baa kok Sumbar bisa "kite
pun boleh" 

<dikarek>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Check out Yahoo! Shopping and Yahoo! Auctions for all of
your unique holiday gifts! Buy at http://shopping.yahoo.com
or bid at http://auctions.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke