Ass.wr.wb. Sudari Rahim-rahima komentar sedikit ya.. Di Minang ado yang namo no Pusako tinggi saroman yang Saudari katokan harato turun temurun dari nenek dahulu. Pihak perempuan hanya menguasai tidak memiliki, yang ambo tahu cuma Datuk yang bisa manjua nyo. Mau dibagi? Ba'a ka mambagi nyo alah bakapulun, banyak yang talibaek, urang noh antah dima? itu adolah aturan urang minang, sadonyo mungkin satuju, Insya Allah dalam agamo indak masalah kalau alah satuju.
Pusako randah?, itu hasia pancarian urang tuo langsuang, pabagi-bagilah indak ado nan berang. Ok. --- rahim rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum wr.wb. > Saudari Gusnetti,terimakasih atas mailnya,saya > kagum dengan hal2 yang saudari kemukakan. dDsini > dapat > saya membaca,sikap saudari,dalam menyngkapi sesuatu > yang saya tulis. > Pertama saya sampaikan,tetapi terus terang saja > dulu,saya ngak nyangka sama sekali,kalau mail saya > ttg > satu hal ini banyak mendapat tanggapan dari segala > macam umur dan segala macam tingkat daya tangkap dan > penerimaan yang saya tulis. > Kedua saya sampaikan,bahwa saya sudah menjelaskan > awal mula penulisan cerita saya tsb,sama sekali > tidak > direkayasa,tdk ada maksud apa-apa,selain suatu > cerita > saja dan sayaidak mengklaim,atau memvonis,Orang > Minang > itu seperti yang disangkakan banyak orang,karena > keluarga saya dan saya sendiri pasti akan kembali ke > Sumbar.tidakkan mungkin kan saya akan menjelekkan > dan > mencoreng muka saya sendiri?Tapi memang ada beberapa > hal yang memang saya nilai hal itu bertentangan dgn > agama,hal ini justru terjadi pada keluarga saya,ibu > saya yang beliau adalah anak tunggal dan nenek saya > juga anak tunggal,sementara beliau adalah keturunan > orang kaya,meninggalkan harta warisan yang lumayan > banyak.nah harta tsb,sewaktu saya belum lahir > tentunya,ketika ibu nenek saya meninggal,harta > tsb,penuh jatuhnya ketangan nenek saya,begitupun > ketika nenek saya meninggal,harta sepenuhnya jatuh > ketangan ibu saya,nah ketika saya sudah dewasa dan > belajar agama,saya tahu betul akan hukum2 Islam > itu,saya menyampaikan hal ini pada ibu > saya,bagaimana > sebenarnya hukum warisan itu.Karena saya takut > betul,kalau hukum agama itu tidak dijalankan oleh > diri > sendiri,siapa lagi yang akan menjalankannya?Padahal > didalam harta orang tsb,bila tidak ada lagi ahli > warisnya(dgn arti kata bila semua sudah dibagi > haknya > sesuai dgn ketentuan agama,selebihnya harta tersebut > diberikan pada baitulmaal,yaitu harta tsb,ada > miliknya > atau haknya orang2 yang miskin.Kalau saja semua > orang > Islam itu tahu akan hak2nya,dan juga > kewajibannya,saya > rasa akan berkurang kemiskinan dinegara kita.Tetapi > yang saya lihat tidak seperti itu terutama di > Wilayah > Minang,jangankan harta pusaka itudibagikan pada > orang > miskin(bila memang ada haknya disana)bahkan hak > lelaki > yang seharusnya setengah saja,jatuh ketangan > wanita,apapun alasannya baik karena menurut orang > lelaki itukan bisa mencari sedangkan perempuan > tidak,dll sebagainya,disitulah manusia Islam itu > dituntun utk menjalankan Syari,at Islam,mereka harus > konsisten dgn ajaran yang diturunkan oleh > Allah,jangan > dikalahkan oleh hukum adat. > Saudari rahmi,semoga Allah melindungi saudari > dinegeri seberang sana,saya banyak juga baca mailnya > saudari,dan boleh dikatakan hampir semua mail yang > masuk saya baca,meskipun ada yang sepintas baca > saja. > mengenai pelit tsb,ngak usah saya sampaikan lagi > karena sudah ada jawaban2 saya sebelumnya.begitupun > pemalas,saya sudah sampaikan juga,dan mengenai > keponakan kalau saja yang saudari sampaikan itu > mengenai hubungan persaudaraan antara paman dan > kponakan saya sangat setuju,tetapi banyak saya > ketahui > dari teman2 saya yang dari Minang kabau yang > mengeluh > dgn pepatah(pameo) tsb,seringnya terjadi dan > dijadikan alasan oleh orang tuanya utk menuntut hal > material dari adek,atau abang(yakni paman anaknya > sendiri).Begitupun mengenai kawin banyak tsb,saya > juga > sdh sampaikan,dan saya ngak perlu memperpanjang > lagi.Sifat pemalas,kawin banyak,dan pelit,itu jelas > tergantung dari individual seseorang,karena saya > juga > di mesir ini punya pergaulan KMM_Mesir namanya,dan > semuanya orang2 Minang,baik itu Staf KBRInya,ataupun > mahasiswanya,semua berasal dari Minang,saling bantu > membantu sesama kami,malah di Mesir itu perkumpulan > daerah itu sangat kuat,bahkan Minang termasuk yang > paling kuat ikatan persaudaraannya,dan saya masuk > yang > aktif didalamnya.hanya saja saya pribadi selalu > bersikap menyampaikan kebenaran itu apa adanya,tidak > mau membela sesuatu itu dgn mencari2 alasan utk > membelanya,kalau bagi saya salah itu yah > salah...benar > itu yah benar...tidak boleh kebenaran dan kesalahan > itu dicampur adukkan,meskipun saya ini orang > MInang,lantas saya bela habis2san Minang itu,kalau > adatnya salah dalam Islam,kecuali kalau ada warga > atau > negara lain yang ingin memerangi Minang,bukan adat > istiadatnya yang salah,tetapi daerah atau > personilnya,maka disitu dapat saya memerangi orang > tsb,karena saya tahu,hal itu adalah jihad,membela > tanah air,suatu kewajiban dalam Islam.Tetapi kalau > hukum Minang bertentangan dgn hukum Islam disitulah > manusia harus memilih,mana yang lebih > dicintainya.Islamkah,atau adat tsb? tapi yang jelas > sekali asal mula dari tujuan saya membuat cerita > tsb,ngak ada niat utk politis,atau misi > tertentu,dllnya,kecuali sebuah cerita,tetapi banyak > tanggapan.bagus juga menurut saya.tetapi saya > sendiri > sudah mulai bosan dgn hal yang itu-itu saja.Dan saya > tetap berprinsip selalu menjalankan Islam itu dari > segala2nya dan tidak mau mencari alasan2 utk sesuatu > yang jelas kesalahannya.Dan masing2 manusia berhak > utk > memilih dalam hidupnya.saya pribadi malah tidak mau > diberi tanah warisan oleh orang tua saya,maupun > warisan dari saya.bahkan hak sayapun saya berikan > buat yang lain.saya tidak suka sesuatu yang > subhat.apalagi yang tidak jelas kebenarannya dalam > Islam.Karena itu masalah harta warisan baik itu dari > pihak suami,maupun saya sendiri saya tidak pernah > mau > tahu.dgn arti kata tidak mau menerimanya,lebih baik > diberikan pada yang lebih berhak.Demikian dulu > wassalam saya. > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Send your FREE holiday greetings online! > http://greetings.yahoo.com > > RantauNet http://www.rantaunet.com > > Isikan data keanggotaan anda di > http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing > List di > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > > ATAU Kirimkan email > Ke/To: [EMAIL PROTECTED] > Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: > -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] > -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] > Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda > tanpa tanda kurung > =============================================== __________________________________________________ Do You Yahoo!? Send your FREE holiday greetings online! http://greetings.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

