Assalamualaikum wr.wb. Saudari Gusnetti,terimakasih atas mailnya,saya kagum dengan hal2 yang saudari kemukakan. dDsini dapat saya membaca,sikap saudari,dalam menyngkapi sesuatu yang saya tulis. Pertama saya sampaikan,tetapi terus terang saja dulu,saya ngak nyangka sama sekali,kalau mail saya ttg satu hal ini banyak mendapat tanggapan dari segala macam umur dan segala macam tingkat daya tangkap dan penerimaan yang saya tulis. Kedua saya sampaikan,bahwa saya sudah menjelaskan awal mula penulisan cerita saya tsb,sama sekali tidak direkayasa,tdk ada maksud apa-apa,selain suatu cerita saja dan sayaidak mengklaim,atau memvonis,Orang Minang itu seperti yang disangkakan banyak orang,karena keluarga saya dan saya sendiri pasti akan kembali ke Sumbar.tidakkan mungkin kan saya akan menjelekkan dan mencoreng muka saya sendiri?Tapi memang ada beberapa hal yang memang saya nilai hal itu bertentangan dgn agama,hal ini justru terjadi pada keluarga saya,ibu saya yang beliau adalah anak tunggal dan nenek saya juga anak tunggal,sementara beliau adalah keturunan orang kaya,meninggalkan harta warisan yang lumayan banyak.nah harta tsb,sewaktu saya belum lahir tentunya,ketika ibu nenek saya meninggal,harta tsb,penuh jatuhnya ketangan nenek saya,begitupun ketika nenek saya meninggal,harta sepenuhnya jatuh ketangan ibu saya,nah ketika saya sudah dewasa dan belajar agama,saya tahu betul akan hukum2 Islam itu,saya menyampaikan hal ini pada ibu saya,bagaimana sebenarnya hukum warisan itu.Karena saya takut betul,kalau hukum agama itu tidak dijalankan oleh diri sendiri,siapa lagi yang akan menjalankannya?Padahal didalam harta orang tsb,bila tidak ada lagi ahli warisnya(dgn arti kata bila semua sudah dibagi haknya sesuai dgn ketentuan agama,selebihnya harta tersebut diberikan pada baitulmaal,yaitu harta tsb,ada miliknya atau haknya orang2 yang miskin.Kalau saja semua orang Islam itu tahu akan hak2nya,dan juga kewajibannya,saya rasa akan berkurang kemiskinan dinegara kita.Tetapi yang saya lihat tidak seperti itu terutama di Wilayah Minang,jangankan harta pusaka itudibagikan pada orang miskin(bila memang ada haknya disana)bahkan hak lelaki yang seharusnya setengah saja,jatuh ketangan wanita,apapun alasannya baik karena menurut orang lelaki itukan bisa mencari sedangkan perempuan tidak,dll sebagainya,disitulah manusia Islam itu dituntun utk menjalankan Syari,at Islam,mereka harus konsisten dgn ajaran yang diturunkan oleh Allah,jangan dikalahkan oleh hukum adat. Saudari rahmi,semoga Allah melindungi saudari dinegeri seberang sana,saya banyak juga baca mailnya saudari,dan boleh dikatakan hampir semua mail yang masuk saya baca,meskipun ada yang sepintas baca saja. mengenai pelit tsb,ngak usah saya sampaikan lagi karena sudah ada jawaban2 saya sebelumnya.begitupun pemalas,saya sudah sampaikan juga,dan mengenai keponakan kalau saja yang saudari sampaikan itu mengenai hubungan persaudaraan antara paman dan kponakan saya sangat setuju,tetapi banyak saya ketahui dari teman2 saya yang dari Minang kabau yang mengeluh dgn pepatah(pameo) tsb,seringnya terjadi dan dijadikan alasan oleh orang tuanya utk menuntut hal material dari adek,atau abang(yakni paman anaknya sendiri).Begitupun mengenai kawin banyak tsb,saya juga sdh sampaikan,dan saya ngak perlu memperpanjang lagi.Sifat pemalas,kawin banyak,dan pelit,itu jelas tergantung dari individual seseorang,karena saya juga di mesir ini punya pergaulan KMM_Mesir namanya,dan semuanya orang2 Minang,baik itu Staf KBRInya,ataupun mahasiswanya,semua berasal dari Minang,saling bantu membantu sesama kami,malah di Mesir itu perkumpulan daerah itu sangat kuat,bahkan Minang termasuk yang paling kuat ikatan persaudaraannya,dan saya masuk yang aktif didalamnya.hanya saja saya pribadi selalu bersikap menyampaikan kebenaran itu apa adanya,tidak mau membela sesuatu itu dgn mencari2 alasan utk membelanya,kalau bagi saya salah itu yah salah...benar itu yah benar...tidak boleh kebenaran dan kesalahan itu dicampur adukkan,meskipun saya ini orang MInang,lantas saya bela habis2san Minang itu,kalau adatnya salah dalam Islam,kecuali kalau ada warga atau negara lain yang ingin memerangi Minang,bukan adat istiadatnya yang salah,tetapi daerah atau personilnya,maka disitu dapat saya memerangi orang tsb,karena saya tahu,hal itu adalah jihad,membela tanah air,suatu kewajiban dalam Islam.Tetapi kalau hukum Minang bertentangan dgn hukum Islam disitulah manusia harus memilih,mana yang lebih dicintainya.Islamkah,atau adat tsb? tapi yang jelas sekali asal mula dari tujuan saya membuat cerita tsb,ngak ada niat utk politis,atau misi tertentu,dllnya,kecuali sebuah cerita,tetapi banyak tanggapan.bagus juga menurut saya.tetapi saya sendiri sudah mulai bosan dgn hal yang itu-itu saja.Dan saya tetap berprinsip selalu menjalankan Islam itu dari segala2nya dan tidak mau mencari alasan2 utk sesuatu yang jelas kesalahannya.Dan masing2 manusia berhak utk memilih dalam hidupnya.saya pribadi malah tidak mau diberi tanah warisan oleh orang tua saya,maupun warisan dari saya.bahkan hak sayapun saya berikan buat yang lain.saya tidak suka sesuatu yang subhat.apalagi yang tidak jelas kebenarannya dalam Islam.Karena itu masalah harta warisan baik itu dari pihak suami,maupun saya sendiri saya tidak pernah mau tahu.dgn arti kata tidak mau menerimanya,lebih baik diberikan pada yang lebih berhak.Demikian dulu wassalam saya.
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Send your FREE holiday greetings online! http://greetings.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

