Ass .
 
Sdr Rahima, Saya juga ingin menyampaikan uneg uneg saya mengenai pernyataan sdr tentang orang minang yg pelit, pemalas, lelakinya suka kawin,ponakan dan juga mengenai harta warisan.
menurut pendapat saya, orang minang itu sebebnarnya tidak pelit, tapi mereka coba hidup berhemat (hemat bukannya pelit) kenapa karena pada umummnya orang minangn itu mempunyai jiwa dagang sehingga segala sesuatunya dalam suatu pengeluaran mereka selalu menghitungnya, bukannya dia tidak mau memberikan. coba saja lihat orang cina. dari lahir hingga SMA saya tinggal di minang saya selalu bergaul dengan orang minang dan kuliah di Jakarta, juga aktif di organisasi orang minang baik di kampus maupun di kecamatan dan  sekarang Saya tinggal di Sydney saya juga mengenal orang minang malah kami punya organisasi Minang Saiyo selama itu Saya selalu bergaul dengan mereka , saya belum bertemu dengan orang minang yang katanya PELIT itu. mereka selalu membatu saya kalau saya perlu bantuan. Coba anda bandingkan dengan orang dari daerah lain sunda, jawa misalnya atau orang Jepang. sewaktu di jakarta dulu saya kost dengan teman dari jawa, sunda dan palembang. teman yg dari sunda selalu menyi
 
selain itu masalah pemalas, mungkin Australian lebih pemalas dari orang minang. Saya lihat oarang minang selalu kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. nah kalau sdr tdulu tingggal diMedan mungkin sdr bisa membandingkan perangai Lelaki Batak dengan lelaki minang, bagaimana mereka membiarkan wanitanya kerjakeras disawah sementara mereka enak enak minum tuak di lapau.
 
dan juga masalah warisan, ponakan hal ini muncul mungkin ada sebabnya. Saya rasa sdr tidak usah binggung kalau ada masalah pertannyaan ini. memang masalah warisan bertentangan dengan hukum Islam tapi ada baiknya juga karena langkah lelaki lebih panjang dari wanita. dan ruang lingkup untuk mencari nafkah bagi lelaki lebih luas dari wanita. dan masalah ponakan "anak dipangku kemenakan dijinjing" saya rasa maksudnya seorang mamak selain punya tanggung jawab terhadap anaknya juga dia juga punya tanggung jawab terhadap ponakannya tidak harus dalam hal matereiil. biar hubungan antara ponakan dan mamak tetap terjalin karena kita mempunyai garis keturunan matriakad. 
 
kakek saya dari pihak ibu maupun bapak cuma punya istri satu yaitu cuma nenek saya saja. bukan lelaki minang saja yg suka kawin dari daerah manapun juga suka kawin. 
 
wassalam
Rahmi 


Chat with friends online, try MSN Messenger: Click Here
RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

Kirim email ke