Dear Dafiq Saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa Sultan adalah gelar Muslim. Bukan hanya Sultan (sutan, dari kata sulthon) tapi juga Sidi, dari kata sayidina. Gelar Sidi ini banyak ditemukan di Maroko, bukan saja di Pariaman.
Lantas apakah dengan begitu kita dengan serta merta mengatakan ada hubungan antara Pariaman dengan negeri di Afrika Utara bekas jajahan Prancis itu? Yang jelas, dua-duanya sama-sama berpenduduk Muslim paling banyak. Tapi bahwa Pariaman lebih dulu Islam daripada Luhak nan Tigo adalah sangat logis karena kaum Muslim syiah India masuk ke Tanah Air lewat pintu-pintu pesisir termasuk Aceh, Pariaman dan Bengkulu. Bukti peninggalan mereka bisa dilihat dari pagelaran Tabut atau Tabot baik di Aceh, Pariaman maupun Bengkulu. Dari situ kita tahu bahwa Islam yang pertama masuk bukanlah dari Arab (sunni) melainkan dari aliran Syiah dari India. Saat kaum sunni Arab ongkang2 kaki, kaum syiah sibuk bikin gaduh dimana-mana. Ini masih terjadi sampai sekarang. Cuma sponsornya selalu dari Saudi pusat perkumpulan Muslim se-dunia. Dari situ kita tahu bahwa tidak ada orang Arab (yang jumlahnya sagaleme itu) pergi merantau sampai ke Indonesia, melainkan orang India yang di kampungnya sendiri sudah tumpang tindih, intrik2 sosial yang menyebabkan mereka melanglang buana ke negeri lain termasuk Indonesia. Karena itu berlaku pameo: Adaik mandaki syarak manurun Artinya, waktu itu jika orang ingin belajar tentang adat istiadat maka naiklah ke "darek." Jika orang darek ingin belajar Islam, maka turunlah ke pesisir. SULTHON = OTORITAS/KENDARAAN AKAL --------------------------------- Menurut Quran, "sulthon" berarti kekuatan otoritas yang bisa dimiliki manusia dengan mengerahkan segenap kemampuan yang ada pada dirinya yang diberikan Allah (aqal) untuk mencapai, mendapatkan apa-apa yang belum dieksplorasi dan rahasia-rahasai jagad raya lain yang belum ditemukan sebelumnya. "Dan arungilah jagad raya itu sejauh kamu mampu. Tapi kamu tidak akan sanggup melainkan dengan sulthon (English: authorities)," kata Allah seperti dikutip Quran. "Dan sejauh-jauhnya kamu mengarunginya, kamu akan kembali lagi ke Kami." 1. Mengarungi langit harus dengan "escort" (panduan) makhluk intelijen (akal) yang bernama Malaikat penjaga pintu langit. Karena hanya malaikat yang pegang "kunci"-nya. Intelligence dari kata angel (malaikat). Ini hanya bisa dilakukan lewat perjalanan metafisik atau wujud fisik manusia pada lapis kedua. ADA WARGA RANTAUNET YANG TERTARIK UNTUK MAIN-MAIN KE PINTU LANGIT? Let's go! ......pergi aja sendiri. Dulu sebelum Muhammad SAW lahir, kawasan pintu langit (kawasan terdekat dengan galaksi kita adalah kawasan bintang) bisa ditembus oleh Iblis untuk mendengar rahasia-rahasia langit. Tapi setelah Muhammad lahir, kawasan (misterius) itu dijaga ketat. Setiap kali ada Iblis yang mencoba mendekati kawasan itu, akan dimusnahkan dengan "panah api" (cirit bintang yang bisa dilihat dengan mata telanjang). Jadi anda bisa tangkap gambaran betapa Iblis itu "lumayan" gede dan kuat untuk diadu dengan manusia. Tapi, dalam Quran, keluhan Iblis tentang soal ini digambarkan lebih detail. NOTE: Baca juga dalam Quran tentang kemampuan Iblis mengitari bumi untuk mengejar waktu Subuh dengan kendaraan "kuda" yang larinya sangat cepat (nafasnya panas, kakinya memercikan api) sembari menebar "obat tidur" agar Muslim terlelap dalam tidurnya. Disamping, juga ada pasukan back-up Iblis yang berjalan kaki yang tugasnya mewarnai mimpi di penidur langsung dekat ranjangnya. SAYA YAKIN TIAP KITA PERNAH MELIHAT WUJUD "MEREKA" YANG BERJALAN KAKI INI, ANTARA SADAR ATAU TIDAK, YANG RUPANYA MENIRU POSTUR MANUSIA LAKI2 ATAU WANITA, DUDUK DI SAMPING RANJANG YANG KITA TIDURI, SAAT SUBUH MENJELANG SAMPAI WAKTU DHUHA). Hanya kita sering terlalu "bebal" untuk mau memperhatikan hal tsb secara metafisika (pengerahan alam bawah sadar). Nanti di Yaom el Hisab (judgement day) tiap kita akan mengenal mereka dengan sendirinya. "Sungguh shalat Subuh itu sangat berat bagi orang (yang hatinya) kafir," bunyi Quran. Iblis berputar seperti bumi yang terus berputar, alamak! 2. Mengarungi langit harus dilengkapi teknologi memadai yang hanya bisa dicapai lewat berbagai penilitian ilmiah via panduan logia ilmiah yang lurus (Quran). Jika logika ilmiahnya tidak lurus, maka teknologi yang tepat untuk itu tak akan bisa ditemukan. Ini perjalanan fisik. SAAT INI BARU MENCAPAI BULAN DAN SEDANG MENELITI MARS. 3. Habis capek-capek berkutat dengan keilmuan jagad raya, pesawat angkasa luar super canggih, wisata angkasa luar dsb, ternyata anda digiring kembali ke bumi untuk menjalankan ajaran Quran yang menyuruh a.l. shalat, zikir dan sujud. Inilah perjalanan fisik dan metafisik. ATAU JALAN (PINTAS) YANG LURUS. Artinya, Isra Miraj bisa dilakukan dengan "mudah" karena Muhammad SAW memanfaatkan "sulthon." Karena itu perjalanan Isra Miraj sangatlah logis dari sudut pandang ilmiah maupun rohaniah, apalagi dalam waktu yang "dekat" dimana pembuktian ilmiah akan semakin terkuak lebar. Ini merupakan anjuran kepada Muslim untuk menggapai peluang menjelajahi jagad raya ini. Siapakah Muslim yang memiliki "authorities" tersebut? Apakah kebanyakan orang Indonesia yang "katanya" beragama Islam itu? Atau para ekstrim kanan yang sibuk jajakan kecap dimana-mana? Kenapa peluang itu dimulai oleh lembaga non-Islam seperti NASA, misalnya? Atau, mungkin kita terlalu picik dengan mengatakan bahwa ilmuwan NASA itu tidak Islam? Atau mungkin saja mereka itu adalah orang-orang Islam yang menyembunyikan identitas dirinya. Atau mungkin saja mereka mempelajari Quran untuk kajian ilmiah semata? Berangkat dari konsep ini kita tahu bahwa memusuhi para ilmuwan dan teknokrat adalah SALAH apalagi jika dalihnya adalah hanya karena mereka warga AS atau orang bule, kafir atau non-Islam. Justru mereka seyogyanya diberikan space dan kenyamanan untuk bekerja, meneliti lebih jauh sesuai disiplin ilmu mereka masing- masing untuk mengupas lebih dalam tentang berbagai rahasia dan misteri penciptaan jagad raya oleh Sang Khalik. Tujuan akhirnya adalah: MEMBUKTIKAN SECARA KEILMUAN BAHWA AYAT-AYAT AL QURAN ITU MEMANG BENAR DAN BETUL MERUPAKAN AJARAN SUPER JENIUS DARI ALLAH, RABB SEMESTA ALAM, PENGUASA RAHASIA/MISTERI (GHAIB). MINANG JAHILIYAH ---------------- Soal Limo Kaum menurut saya tak ada hubungan dengan bahasa Arab atau pengaruh Islam karena bukan seperti dalam bahasa Arab melainkan dari kata kao yang berarti tumpak/lahan (kini: kawasan). Coba cek, betulkah pernah ada lima kawasan induk di nagari itu yang dulunya punya batas-batas tersendiri? Sama seperti banu (bahasa Nias) yang berarti lahan atau tanah. Kemudian datang si Aran mengolah lahan tersebut maka jadilah tempat itu Banuaran, di Kota Padang, yang berarti "tanah Si Aran." Pada masa kini, bahasa-bahasa asli itu banyak yang asing terdengar di telinga. Sebagian besar bahasa asli Minang jahiliyah telah terkubur seiring masuknya Islam ke Minangkabau pada abad ke-13 --baca Ensiklopedi Islam yang ditulis rame-rame oleh Nurcholis Madjid dkk. Salah satu yang amat disayangkan dari "keras kepala" orang Minang adalah fakta bahwa Islam sudah masuk sejak hampir 8 abad yang lalu tapi perempuannya baru memaslahatkan jilbab pada 1980-an yakni 700 tahun lebih setelah ajaran Allah itu datang karena rasa kasih dan sayang-Nya yang amat dalam kepada makhluk-Nya yang kerap disebut urang awak --nan karengkang itu. Love Esteranc Labeh Alec Sutan (Sulthan bukan Setan) Rangkayo Labih JKT RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

