Menarik juga kajian pak Ridwan ini, dimana kita coba meng aplikasi kan ilmu
manajemen dalam dunia bisnis ke tataran sosial kemasyarakatan.

Ada beberapa tanggapan dari saya ;

Setahu saya Knowledge adalah Informasi yg telah terolah ( diperkaya )
menjadi suatu hal yg berharga dan powerfull.

Knowledge Management System (KMS) biasanya diwujudkan dalam simpul simpul
( kumpulan knowledge atau informasi ) yg saling berhubungan dengan suatu
sistem pengelolaan yg bagus sehingga bisa diberdayakan menjadi suatu power
/action. Untuk hal ini diperlukan pengatur system tsb, kalau dalam kasus
urang awak ini, siapa pengatur/pengelola sistemnya ?

Nah kalau berbicara mengenai bisnis urang awak , kita harus lihat dimana
kah atau dalam bentuk apakah yg menjadi simpul simpul informasi atau
knowledge bisnis ?

Kalau saya melihat bisnis orang Cina justru simpul simpul bisnis inilah
salah satu kekuatan mereka, karena simpul bisnis tsb menjadi pusat dari
info bisnis, pendanaan,supply,marketing, lobby dll. Dalam budaya China hal
ini terbentuk dalam istilah kong kow - kong kow di Restauran, lap golf,
lap. tennis dll .
Kalau di Kualumpur pebisnis India (muslim) berkumpul di daerah Mesjid India
di tengah kota KL.

Nah kalau urang awak dimana atau apa pusat simpul bisnis tsb ?

Di Jakarta mungkin bisa dilihat sbg tempat banyak ngumpulnya pengusaha
kecil urang awak di Tanah Abang, Cipulir atau Manggarai , namun tempat
ngumpul tsb kalau tidak diberdayakan secara cerdas , hanya jadi tempat
kumpulan info atau gosip bisnis yg tidak bisa terbedayakan dg baik.

Saya melihat ada suatu kesenjangan dimana kelebihan knowledge dari urang
urang awak nan cadiak pandai ( profesional,kayo, berpendidikan ) tidak bisa
ditransfer kepada para pelaku bisnis urang awak ( pelaku bisnis praktis).

Karena nilai tambah besar baru bisa terjadi kalau terjadi transfer  antara
para pedagang kakilima ( pelaku bisnis praktis ) dengan para pemilik
informasi bisnis atau urang cadiak pandai ( pemilik knowledge )

Mungkin ide ini bisa terlihat juga pada konsep bisnisnya group Talanc , yg
dikembangkan oleh Mamak Sutan Rangkayo Labiah. Yang menurut saya adalah
suatu bentuk pola bisnis yg kreatif dan advance yg berupa gabungan :
trading house, Venture capital dan busines center. ( mungkin awak bisa
minta mamak awak ko untuk bacarito saketek mengenai bisnisnyo )

Jadi pak Ridwan kalau saya sih sederhana saja, dari tulisan tsb saya kira
suatu hal yg bisa kita lakukan untuk mengembangkan bisnis urang awak secara
umum ialah memperbanyak simpul simpul bisnis atau simpul knowledge. Berupa
business center atau tempat kongkow kongkow , saya kira via milis ini cukup
potensial karena peserta milis tersebar dalam geografi yg luas , ado
Ajoduta di Amrik sinan, ado nan di Inggris, mak buyuang di Parancih , ado
mak Boes nan di Kanada , banyak nan dari di Caltex Riau  , ado mak Bandaro
di Bogor, apo lai nan membanjiri Jakarta, sambuah.

Ambo kiro salah satu permasalahan utamonyo ialah bahwa sesama urang awak
sendiri sering tidak terbuka dalam menyampaikan informasi bisnis, selain
itu cenderung orang panggaleh di pasar agak kagok bergaul yo kalangan yg
pintar/kayo . Atau malah urang kayo nan cadiak maraso gengsi bakumpua yo
urang pasa ?
Sehingga diperlukan simpul bisnis untuk menghubungkannya.

Jadi Mak Ridwan mungkin perlu dibuatkan bentuk aplikasi praktisnya dari ide
KMS tsb.

sekian masukan dari ambo

wasssalam

Hendra M



Subject: Re: [RantauNet] Memanfaatkan Knowledge Management System  untuk
Menggalang Kerjasama

Ibu Evi,

Terimakasih atas tanggapannya.

KMS memang dikembangkan oleh perusahaan besar  didorong oleh kemajuan IT
yang berkembang pesat. KMS sebenarnya tidak hanya IT,  tetapi yang lebih
penting adalah kemauan untuk bekerjasama dengan memanfaatkan  pengetahuan
di masing-masing orang dengan didukung oleh tersedianya data dan  informasi
yang di-share bersama. Perangkatnya bisa saja alat komunikasi lainnya  yang
ada seperti surat, fax, telephone - H/P, dan lainnya.

Ibu memberikan contoh mengenai pedagang kakilima  Padang. Ini merupakan
contoh yang baik bagaimana KMS bisa membantu mereka untuk  memberdayakan
kemampuan ekonominya.

Wassalam, Ridwan
��--------
Maaf ya, saya ikut berkomentar  sebagai ibu rumah tangga yang tidak
mengerti cara mengelola perusahaan apa  lagi belajar ilmu manajemen. Tapi
saya ingin pintar ( agar bisa di lawan  :-))�lalu merasa ada nada do yang
hilang.

�Wassalam,

Evi
---------------
Minangnewsbrief & Commentary #5.1???? March  2002

Memanfaatkan Knowledge Management System untuk Menggalang  Kerjasama

Oleh: Ridwan M. Risan  (Jakarta)



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima 
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================

Kirim email ke