Bung Hendra, Terimakasih atas masukannya yang konstruktip. Maaf saya pergunakan Bung, biar akrab dan biar kena pengaruh semangat kerjasama pada saat kita awal membangun negeri ini.
Saya sangat setuju dengan point Bung yang mengusulkan terjadinya komunikasi diatara simpul simpul bisnis. Sekali lagi yang ingin saya tekankan disini adalah sukses dalam mempergunakan KMS sangat besar pengaruhnya apabila adanya keinginan untuk mau bekerjasama dan mau berbagi informasi bagi kelompok. KMS yang berkembang dan dipergunakan banyak orang didukung dengan adanya perangkat yang bisa membantu untuk mengukur derajat dan frekuensi berkomunkasi dan berpartisipasi demi mencapai tujuan bisnis. Oleh karenanya KMS berkembang pesat belakangan ini didorong tersedianya kemampuan IT saat ini yang bisa dipergunakan sebagai dasar untuk membangun sistem ini. Wassalam, Ridwan ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, March 11, 2002 1:08 PM Subject: Re: [RantauNet] Memanfaatkan KMS untuk Menggalang Kerjasama Menarik juga kajian pak Ridwan ini, dimana kita coba meng aplikasi kan ilmu manajemen dalam dunia bisnis ke tataran sosial kemasyarakatan. Ada beberapa tanggapan dari saya ; Setahu saya Knowledge adalah Informasi yg telah terolah ( diperkaya ) menjadi suatu hal yg berharga dan powerfull. Knowledge Management System (KMS) biasanya diwujudkan dalam simpul simpul ( kumpulan knowledge atau informasi ) yg saling berhubungan dengan suatu sistem pengelolaan yg bagus sehingga bisa diberdayakan menjadi suatu power /action. Untuk hal ini diperlukan pengatur system tsb, kalau dalam kasus urang awak ini, siapa pengatur/pengelola sistemnya ? Nah kalau berbicara mengenai bisnis urang awak , kita harus lihat dimana kah atau dalam bentuk apakah yg menjadi simpul simpul informasi atau knowledge bisnis ? Kalau saya melihat bisnis orang Cina justru simpul simpul bisnis inilah salah satu kekuatan mereka, karena simpul bisnis tsb menjadi pusat dari info bisnis, pendanaan,supply,marketing, lobby dll. Dalam budaya China hal ini terbentuk dalam istilah kong kow - kong kow di Restauran, lap golf, lap. tennis dll . Kalau di Kualumpur pebisnis India (muslim) berkumpul di daerah Mesjid India di tengah kota KL. Nah kalau urang awak dimana atau apa pusat simpul bisnis tsb ? Di Jakarta mungkin bisa dilihat sbg tempat banyak ngumpulnya pengusaha kecil urang awak di Tanah Abang, Cipulir atau Manggarai , namun tempat ngumpul tsb kalau tidak diberdayakan secara cerdas , hanya jadi tempat kumpulan info atau gosip bisnis yg tidak bisa terbedayakan dg baik. Saya melihat ada suatu kesenjangan dimana kelebihan knowledge dari urang urang awak nan cadiak pandai ( profesional,kayo, berpendidikan ) tidak bisa ditransfer kepada para pelaku bisnis urang awak ( pelaku bisnis praktis). Karena nilai tambah besar baru bisa terjadi kalau terjadi transfer antara para pedagang kakilima ( pelaku bisnis praktis ) dengan para pemilik informasi bisnis atau urang cadiak pandai ( pemilik knowledge ) Mungkin ide ini bisa terlihat juga pada konsep bisnisnya group Talanc , yg dikembangkan oleh Mamak Sutan Rangkayo Labiah. Yang menurut saya adalah suatu bentuk pola bisnis yg kreatif dan advance yg berupa gabungan : trading house, Venture capital dan busines center. ( mungkin awak bisa minta mamak awak ko untuk bacarito saketek mengenai bisnisnyo ) Jadi pak Ridwan kalau saya sih sederhana saja, dari tulisan tsb saya kira suatu hal yg bisa kita lakukan untuk mengembangkan bisnis urang awak secara umum ialah memperbanyak simpul simpul bisnis atau simpul knowledge. Berupa business center atau tempat kongkow kongkow , saya kira via milis ini cukup potensial karena peserta milis tersebar dalam geografi yg luas , ado Ajoduta di Amrik sinan, ado nan di Inggris, mak buyuang di Parancih , ado mak Boes nan di Kanada , banyak nan dari di Caltex Riau , ado mak Bandaro di Bogor, apo lai nan membanjiri Jakarta, sambuah. Ambo kiro salah satu permasalahan utamonyo ialah bahwa sesama urang awak sendiri sering tidak terbuka dalam menyampaikan informasi bisnis, selain itu cenderung orang panggaleh di pasar agak kagok bergaul yo kalangan yg pintar/kayo . Atau malah urang kayo nan cadiak maraso gengsi bakumpua yo urang pasa ? Sehingga diperlukan simpul bisnis untuk menghubungkannya. Jadi Mak Ridwan mungkin perlu dibuatkan bentuk aplikasi praktisnya dari ide KMS tsb. sekian masukan dari ambo wasssalam Hendra M Subject: Re: [RantauNet] Memanfaatkan Knowledge Management System untuk Menggalang Kerjasama Ibu Evi, Terimakasih atas tanggapannya. KMS memang dikembangkan oleh perusahaan besar didorong oleh kemajuan IT yang berkembang pesat. KMS sebenarnya tidak hanya IT, tetapi yang lebih penting adalah kemauan untuk bekerjasama dengan memanfaatkan pengetahuan di masing-masing orang dengan didukung oleh tersedianya data dan informasi yang di-share bersama. Perangkatnya bisa saja alat komunikasi lainnya yang ada seperti surat, fax, telephone - H/P, dan lainnya. Ibu memberikan contoh mengenai pedagang kakilima Padang. Ini merupakan contoh yang baik bagaimana KMS bisa membantu mereka untuk memberdayakan kemampuan ekonominya. Wassalam, Ridwan -------- Maaf ya, saya ikut berkomentar sebagai ibu rumah tangga yang tidak mengerti cara mengelola perusahaan apa lagi belajar ilmu manajemen. Tapi saya ingin pintar ( agar bisa di lawan :-)) lalu merasa ada nada do yang hilang. Wassalam, Evi --------------- Minangnewsbrief & Commentary #5.1???? March 2002 Memanfaatkan Knowledge Management System untuk Menggalang Kerjasama Oleh: Ridwan M. Risan (Jakarta) RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 ================ Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] =sikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

