Assalamu'alaikum wr.wb., Si Urpas kadang-kadang bisa betul. Orang Minang sudah jauh tertinggal. Tidak mungkin kita tutup-tutupi kenyataan ini. Kita (biarlah saya gunakan 'kita', mungkin urang Pasisia masih termasuk kita)sudah lama ditinggalkan orang Batak.
Saya kok suka mencari-cari kambing hitam ya sesudah itu? Maka kambing hitam saya adalah parang, wabil khusus parang PRRI, yang ayah saya gugur di parang itu, yang banyak anak muda ketika itu saya tonton sendiri waktu saya berumur 7 tahun, mati di tembaki oleh tentara di paparangan itu. Sesudah selesainya parang itu, sesudah kenyataannya kita kalah dalam parang itu, maka maranolah bumi Minang. Susahlah mancari urang cadiak nan bakaliber Indonesia karano rato-rato alah mati angin, sarupo urang kalah parang nan iyo pulo kalah (kadipangaan). Saya tidak mengumpat parang PRRI itu, tentu beliau-beliau yang mengumumkan perang pada waktu punya alasan yang sangat jelas pula kenapa mereka (orang-orang PRRI) melawan dan mengajak perang. Saya hanya merasa sedih melihat akibat sesudah parang itu. Lama kita sakit sesudah itu. Lamo urang Minang sarupo dilarian antu aru-aru sasudah itu. Banyak nan bakatabangan ka rantau, tabang lari, bukan tabang dengan strategi untuk berusaha lebih maju. Nun di kampung saya ketika itu, bahkan animo untuk sekolahpun berkurang. Saya 25 orang tamat SR tahun 1963, hanya lima enam orang yang melanjutkan ke SMP atau ke ST atau ke SMEP. Hanya dua orang yang sampai berketerusan ke perguruan tinggi. Orang-orang tua kita yang kena hawa kalah parang itu, sampai-sampai lupa mendorong anak-anaknya supaya rajin bersekolah. Waktu saya di SMA (kebetulan ikut kakak di Rumbai) di tahun 1967, saya berkenalan dengan kawan-kawan dari Batak. Di kelas saya yang terdiri dari 30 orang, umumnya anak atau masih keluarga pegawai Caltex, ada Jawa, ada Menado, ada Sunda, ada Batak dan yang terakhir ini ada 7 orang (termasuk yang terbesar jumlahnya). Saya ingat bertanya kepada salah seorang dari mereka berapa orang teman seSRnya yang melanjutkan ke sekolah SMP/SMA, dan dijawabnya hampir semua. Mereka sangat digalakkan oleh lingkungannya, oleh orang tuanya, tidak kalah penting pengaruh pendeta-pendetanya, agar giat belajar. Agaknya hasilnya itulah yang kita lihat sekarang, urang Minang taesoh-esoh lari di balakang urang Batak. Ini pula yang saya ulang-ulang untuk mengcounter si Hazaret Miranda Ghulamai Urpas itu untuk jangan memprovokasi sampai tajadi lagi parang. Entah mungkin karena saya sudah merasa beranjak tua, saya sangat takut mencalik makan tangan sebuah peperangan. Maka oleh karena itu saya menghimbau (rasanya seperti saya sedang berkhotbah), marilah kita didik anak-anak kita, mudah-mudahan mereka akan muncul jadi orang-orang yang disegani di skala dunia di masa yang akan datang. Untuk engkau Urpas, daripada ber'hani-hani' juga ke si Neneng yang engkau turunkan di tengah jalan itu, cepat-cepatlah berbinyi, mudah-mudahan beranak pinak, didik anak-anak itu nanti agar jadi orang yang tidak hanya pandai berpuisi tapi pandai mengaji, pandai berpidato, pandai jadi imam, pandai jadi pemimpin, memimpin dunia Raya, atau paling tidak memimpin Asia Tenggara Raya yang lebih luas dari sekedar Indonesia Raya, apalagi Minangkabau Raya, apalagi Pasisia Raya. Wassalamu'alaikum wr.wb., Lembang Alam --- Urpas <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > hi...hi... > kalau orang 'hebat', tokoh, wartawan, pengamat, etc. > yang ngomong pasti pada manggut-manggut, kalau > urpas yang ngomong di marahin....mangkonyo dangakan > urpas ko mangecek (urpas menepuk dada)..mangkonyo > bubarkan indonesia nagara basalemak peak ko (urpas > mengacungkan tinju ke udara).. > > kesimpulannya dari dulu saya udah bilang, in > general, orang minang itu sudah jauh > tertinggal..cuman repotnya gak tau kalau tambah > pandir..takuruang maraso dilua, taimpik maraso di > dalam.. fanatik, feodal, statis, kaku, susah > barubah..eh maraso demokratis, dinamis, terbuka > terhadap perubahan....dikicuah-kicuah urang maraso > cadiak he...hee <dihapuih> __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Health - your guide to health and wellness http://health.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

