Kristenisasi atau menjadi kristen? Bagaimana sih caranya GMM melakukan investigasi? Salam
----- Original Message ----- From: "Rinaldi Munir" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, July 31, 2002 10:48 AM Subject: [RantauNet] Di RS Yos Sudarso: 2 Karyawan Dimurtadkan, 15 Diintimidasi > Kristenisasi di ranah minang semakin parah saja. Ini berita dari koran > mimbarminang padang edisi 31 juli 2002 > > wassalam > Rinaldi Munir > Bandung > > > Di RS Yos Sudarso: 2 Karyawan Dimurtadkan, 15 Diintimidasi > > Padang, mimbarminang.com - Dalam surat pernyataan sikapnya, 29 Juli 2002, > ditujukan kepada pimpinan RSU Yos Sudarso, Gerakan Muslimin Minangkabau (GMM) > Sumbar mengecam keras tindakan intimidasi dan kritenisasi yang dialami pegawai > beragama Islam itu. > > Selain GMM, upaya kristenisasi dan intimidasi tersebut, dikecam anggota DPRD > Sumbar dan Lembaga Hak Asasi Manusia (LHAM) Sumbar. > > Dari hasil investigasi GMM Sumbar, sebanyak 15 pegawai RSU Yos Sudarso yang > beragama Islam, mendapat tekanan berat dari atasannya. Mereka diancam atau > diintimidasi, karena memakai pakaian muslimah (jilbab) sebagai jatidiri seorang > kaum muslimah. > > "Kami berharap pimpinan RSU Yos Sudarso menyikapi persoalan ini dengan > bijaksana, agar jangan terjadi permasalahan baru yang berkaitan dengan Suku > Agama Ras dan Antar Golongan (SARA)," tulis Ketua Umum dan Sekretaris GMN > Sumbar, Mayor Pol. (Purn) H. Ma'at Acin RB dan M. Yunus. > > Untuk menghindari permasalahan di kemudian hari, GMM Sumbar mengingatkan supaya > pimpinan RSU Yos Sudarso secepatnya menyikapi kasus diskriminasi dimaksud > dengan arif dan bijaksana. > > Menurut GMM Sumbar, sikap pimpinan RSU Yos Sudarso mengancam dan melakukan > diskriminasi terhadap pegawai yang beragama Islam, sangat bertentangan dengan > Intruksi Presiden No 1 tahun 1965 tentang Pedoman Beragama. > > Disamping itu, sikap pimpinan RSU Yos Sudarso juga sangat berlawanan denga n > keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 01/Ber/Mdn/1969 > tentang pelaksanaan tugas aparatur pemerintahan dalam mengamankan ketertiban. > > Kemudian di sisi lain, GMM Sumbar menilai, sikap pimpinan RSU Yos Sudarso > sangat berlawanan dengan HAM. > > Oleh karena itu, kalau pegawai RSU Yos Sudarso yang beragama Islam tadi tidak > mendapat keadilan-padahal keadilan itu semestinya harus mereka dapatkan-, maka > dikhawatirkan permasalahan ini, akan bertambah runcing. > > Sementara itu, LHAM Sumbar, menyebutkan sedang mempelajari sejauhmana > permasalahan itu berlawanan dengan HAM. > > "LHAM tetap komitmen menegakkan HAM siapapun yang merasa dirugikan. Tentu, > lebih dulu mempelajari agar dalam melaksanakan tugas tidak salah," kata Ketua > LHAM Sumbar Brigjen Pol. (Pur) H. Bulkaini menjawab Mimbar Minang, kemarin di > Padang. > > Kemudian kecaman atas kasus itu juga disampaikan Angota Komisi E DPRD Sumbar, > Drs.H. Khaidir Khatib Bandaro. "Kami sangat menyesalkan kejadian itu. Bila hal > ini dibiarkan begitu saja bisa memancing emosi kelompok agama tertentu," > ulasnya. > > Anggota Dewan dari Fraksi Amanat Nasional (FAN) ini mengatakan, sikap pimpinan > RSU Yos Sudarso itu, dapat mengurangi persahabatan antarumat beragama di Sumbar > yang selama ini sudah terjalin dengan baik. > > Untuk itu, sebelum persoalan ini semakin berkembang, pimpinan RSU Yos Sudarso > melakukan perbaikan manajemen dengan baik. > > Dimurtadkan > > Selain mengutuk diskriminasi dan intimidasi terhadap 15 pegawai beragama Islam, > GMM juga menceritakan bahwa ada dua pegawai RSU Yos Sudarso sudah dimurtadkan > (keluar dari agama Islam). > > Mereka adalah Fedelia Afridawati Johor dan Jumirah. Jumirah yang sehari-hari > bekerja di RSU Yos Sudarso bagian gizi, sebelum dikristenkan, lebih dulu > dihamili salah seorang Satpam RSU Yos Sudarso. Sekarang laki-laki yang diduga > menghamili Jumira bekerja sebagai Satpam di sebuah bank di Padang. > > GMM Sumbar menilai persoalan kristenisasi dan intimidasi terhadap karyawan yang > beragama Islam di RSU Yos sudarso, harus mendapat tanggapan serius dari > berbagai pihak, terutama instansi terkait. > > Surat pernyataan sikap GMM itu, tembusannya juga dikirim kepada 14 instansi. > Antara lain disampaikan kepada Gubernur, Ketua DPRD, Kepala Dinas Kesehatan dan > Kesejahteraan Sosial, Pimpinan Muhammadiyah, Ketua DDI dan Ketua MUI Sumbar, > Walikota Padang, DPRD Padang serta Kantor Departemen Agama Kota Padang.(awk) > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

