Assalamu'alaikum Wr Wb

Ambo kayaknya lebih setuju dengan pendapat Uni Ipi
(Evi).  Pasalnya, Islam sebagai identity di Minang
kayaknya hanya semarak saat surau masih tegak.  Tahun
lalu, ambo pulang ke kampung isteri ambo (ambo rang
sumando).  Surau bertebaran dimana-mana, termasuk
surau yang dibangun oleh masyarakat di rantau.  Namun
isinya ternyata hanya orang tuo-tuo.  Seperti surau di
depan rumah mertua ambo. Adzan khas Mak Agui hingga
kini masih melekat di kuping ambo.  Adzannya yang
lebih mirip rintihan masih selalu memanggil rang mudo
mengisi surau-surau kosong, namun nyatanya kedai di
depan masjid lah yang justru dikunjungi (padahal tak
ada adzan yang memanggil mereka kesana).  

Hal lain yang nampak adalah ketika bertandang ke
Padang.  Anak kemenakan yang dibesarkan di kota yang
syarat pengaruh, ternyata lebih bagus bacaan Qurannya
dan lebih aktif ke TPA, ketimbang anak kemenakan di
kampung.  Tentu saja dunsanak boleh tidak setuju
dengan pengamatan sepintas ini, namun intinya adalah
kita memang perlu berkaca (saran uni Ipi)

Nampaknya untuk dapat kembali menegakkan komunitas
surau, komunitas bersendikan kitabullah, perlu ada
usaha yang sungguh-sungguh, tidak hanya menuding
dakwah ummat lain.  Adalah sunatullah, sesuatu hanya
akan memperoleh ketahanannya setelah lolos uji. 
Menurut hemat ambo yang dhaif ini, iman kito pun
demikian akan selalu mengalami ujian.  Ibarat krisis
ekonomi kemarin, teruji akhirnya siapa yang memiliki
pondasi bangun ekonomi yang kokoh.  Malaysia, Thailand
dan Korea bisa melenggang tenang setelah badai krisis,
malah krisis menunjukkan lobang-lobang (celah-celah)
yang harus diperbaiki, namun kita harus hancur total. 
Kalau sampai kita jatuh, jangan cuma bisa menyalahkan 
kekuatan yang menyerang saja dong, tetapi tengok
pulalah kedalam, simak usaha yang kita buat untuk
membuat kita tegak kokoh menghadapi cobaan.  

Menghindarkan diri dari pengaruh global ?  apa mungkin
itu solusinya ?  Apakah anak kita perlu dimasukkan ke
toples lalu kita kurung di kamar tidur biar mereka
nggak berubah ? 

Atau kita adalah komunitas yang memang terbius dengan
tulisan Pak Navis bahwa surau kita memang sudah roboh,
begitu juga sendi-sendinya dalam alam adat
Minangkabau.  

Alhamdulillah, upaya kristenisasi ini semoga membuka
mata hati kita bahwa ketahanan internal kita memang
rapuh.  Saatnya kini untuk tidak larut dalam
romantisasi masa lalu, saatnya kita kembali mengoreksi
diri adakah yang salah dalam pendidikan anak-anak kita
selama ini ?  Mungkin saatnya kita mulai membelokkan
concern kita bahwa, mengajak orang ke surau adalah
jauh lebih penting dibanding membangun surau itu
sendiri.  

Yang selalu berharap agar Islam selalu membumi di
ranah Minang,

dayat



--- Indra Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bagaimana dengan upaya mengkristenkan atau
> mengislamkan orang-orang Mentawai yang sudah
> beragama, menurut agama tribal mereka? Mohon
> pencerahannya...Saya setuju, harus diadili di
> pengadilan, baik kasus Yos Sudarso atau kasus
> Mentawai. Setahu saya, karena kecil di Mentawai,
> mesjid dan gereja berdampingan disana, tetapi
> kosong. Yang mengkristenkan dan mengislamkan orang
> mentawai adalah orang diluar orang Mentawai...
> 
> Salam,
> 
> ijp
>     ----- Original Message ----- 
>     From: razak 
>     To: [EMAIL PROTECTED] 
>     Sent: Wednesday, July 31, 2002 2:51 PM
>     Subject: Re: [RantauNet] Di RS Yos Sudarso: 2
> Karyawan Dimurtadkan, 15 Diintimidasi 
> 
> 
>     Komentar dan Saran: 
> 
>     JANGAN HAL SEMACAM INI DIBIARKAN BERLALU TANPA
> GUGATAN YANG BIJAK, TEGAS, DAN BERLANDASKAN ATURAN
> HUKUM YANG BERLAKU.  MEMURTADKAN ORANG YANG SUDAH
> BERAGAMA AKAN MEMICU PERSETERUAN ANTAR UMAT YANG
> BAKAL MERUGIKAN SEMUA PIHAK. 
> 
>     Wassalam. 
> 
>     A.Razak 
> 
> 
> 
> 



=====
Welly Hidayat
~~~~~~~~~~~~~
There is Only One Earth, Our House, Our Responsibility..
Save Our Mother Earth...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Health - Feel better, live better
http://health.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke