sebagai tambahan sajo , ttg syarak ( syariat )

kebetulan tadi malam , ambo ikuik babuko puaso basamo yo kawan kawan , dan
mandangakan ceramah dari bang Imad ( Imadudin Abdurahiim ) , bang Imad
menjelaskan bahwa orang sering salah memahami makna syariat dan cenderung
mengarahkan nya pada makna yg sempit , sehingga timbul lah pandangan yg
negatif.

dari sekitar 6000 ayat di Al Qur'an menurut beliau , hanya sekitar 200 yg
berkaitan dg hukum , yg lain berkaitan dg sejarah, kenyataan alam dll .
Nah syariat Islam itu tak hanya masalah hukum yg hanya sekitar 200 ayat itu
, tapi mencakup keseluruhan ayat Al Qur'an , dalam hal ini lah orang sering
salah mengartikan.

Ketika nabi pertama kali disuruh membaca ( surat Iqra ) , tak ada tulisan
apa pun ,terus apa pula yg akan di baca ?
nabi di suruh membaca alam, kehidupan dunia , itu lah semua ayat Allah.
Yang kalau dalam konstelasi budaya minang dikenal sebagai istilah " Alam
terkembang jadi guru" , alam nan terkembang itu lah ayat Allah , seluas itu
pula yg namanya Syariat itu .

Bisa jadi rang gaek awak dulu , mengembangkan konsep "Adat Basandi Syarak"
itu , bahubuangan pulo yo konsep
" Alam takambang jadi guru" .

Bang Imad berkata bahwa hal tsb ( ayat Allah yg luas ) akan lebih mudah
dipahami oleh orang yg punya latar belakang ilmu eksakta, sistematic &
creative thinking, karena logika nya bisa berputar dg terstruktur.

Kalau dipahami oleh orang yg hanya berdasar nalar/hapalan belaka (
sebagaimana banyak kita terima dari guru kita atau dari lulusan IAIN
misalnya ) , maka makna syariat akan menjadi cenderung sempit sehingga bisa
menimbulkan kesalah pahaman pada mereka yg hati nya tak mendapat cahaya
Allah.

Bang Imad menambahkan pula ceritanya ,ketika sempat bertemu dg bung Hatta.

Bung Hatta berkata bahwa bagi nya Islam itu adalah bagaikan gula atau garam
yg dimasukkan ke dalam air yg jernih , warna air tak berubah , tapi terasa
rasa nya. Bukan lah gincu (zat pewarna ) yg dimasukkan ke dalam air bening
tersebut , warna air memang berubah , tapi tak ada perubahan pada rasanya .
Yang penting adalah Esensi / substansial , bukan kulit /simbolik.

sakian mungkin tambahan dari ambo , mohon maaf kalau kurang berkenan

wassalam

Hendra Messa
Pulau Gaduang



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke