Assalamulaikum ww Justru semua item inilah (pancilok, korup, curang, tidak etis, penipuan, sogok, KKN, perjudian, pelacuran, perzinahan, hiburan malam, miras, narkoba dan pokoknya semua tindak jenayah seperti inilah yang akan kita habiskan melalui syariat Islam, lhaa tapi katanya adat basandi syara' kok ragu2 managakkan syara' itu sendiri dinagari nenek moyang kita sendiri? dinagari Tuanku Imam Bonjol ini? dinagari Syekh Burhanuddin ini? Llhaa katanya negeri Indonesia itu 85% Islam kok takut menegakkan syara' dinegeri kita sendiri? Emangnya alah tagadai pulo? Penganut Islam apaaaa-an kita tuuuh.
Apa semua tindak jenayah tersebut diatas mempan dengan penegakkan hukum dan perundangan produk manusia (barat) yang kita pakai sekarang ini? Enggak khaan? penjenayah yang kalua dari pinjaro samakin man-jadi2 saja kejahatan yang di kao kan nyo sasudah tu Lalu kenapa tidak kita tinggalkan saja itu semua, mari kita pakai hukum yang telah disediaan tuhan kita sendiri, apo indak ketek hati tuhan beko, hukum / syariat yang telah disadiokan NYA indak kito pakai? Tidak takutkah kita kepada Tuhan? Sesungguhnya siksaan Tuhan itu sangat2 pedihnya. Bagi mereka yang telah melakukan pelanggaran jenayah termasuk mereka2 yang masih pamer2 kuduk, leher, dada, paha, betis dan masih tidak mau juga memakai kerudung, tidak hanya disiksa dipengadilan akhirat kelak, didunia dinegara yang menganut syariat Islam ini akan digelandang oleh aparat penegak hukum ke pengadilan / mahkamah syariah dan dijatuhi hukuman sesuai dengan undang dan ketentuan syariat Islam yang berlaku Iyooo, bana tumah, menegakkan syariat Islam itu harus kita mulai dari keluarga dan lingkungan sendiri, one hundred % correct, jan pabia juo adiak gadih awak, anak gadih awak, amak gadih awak (mandeh yang alun berkeluarga) pamer2 batih putiah tu, suruah ano mamakai pakaian yang menutup aurat, terserah gimana caranya..... pokoknyo agiah tau ma nan hala ma nan haram. Tapi ingat semua praktek yang kita telah terapkan dilingkunangan keluarga kita itu kelihatannya tidak efektif, lambek hasilnyo, indak takaja dek laju perkembangan budaya2 non Islami, akhirnya sabanyak nan alah elok sabanyak nan rusak, artinya cara2 konvensional tersebut tidak efektif lagi untuk satuan lingkungan yang lebih besar, diperlukan Islamic Law Enforcement yang diawasi oleh aparat negara yang Islami Yang kita cita2kan tentu saja adalah bahwa syariat Islam itu dijalankan secara resmi oleh negara dan oleh semua penyelenggara negara sejak level tertinggi hingga terendah artinya aparat pemerintah bertanggung jawab terlaksananya syariat Islam itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara se-hari2 Kalau yang kita inginkan adalah tidak akan ada lagi menteri / pejabat dan konglomerat yang bermain mata, tidak ada lagi anggota dewan yang money politic, tidak adalagi aparat yang dan pengusaha yang culas, tidak ada lagi manager dan karyawan yang dishonesty, tidak ada lagi petugas yang curang, tidak ada lagi produser dan distributor yang main mata, tidak ada lagi pedagang yang ngelat ukuran timbangan dan takaran, tidak ada lagi dosen dan mahasiswa yang kkn, tidak ada lagi teman2 "gamut" yang bertelanjang betis dan kuduk, dan sekali lagi bila yang kita inginkan adalah masyarakat Indonesia yang selamat sejahtera makmur sentosa dunia wal akhirat, Syariat Islam jawaban yang tepat Setiap penjenayah tersebut akan diadili disidang pengadilan Syariah Islam R I Kan lebih efektif bila kepada penjenayah tersebut diberikan hukuman badan seperti misalnya Bob Husin yang koruptor tersebut dikenai hukuman kudung sebatas pergelangan tangan kanan saja, penjenayah zina dan selingkuh yang recidivis dikebiri saja biar nafsunya hilang, perampok sadis dipotong kaki kiri dan tangan kanannya, majikan yang melakukan penganiayaan berat terhadap PRT kudung semua jari tanganya, pemuda yang mencabuli bocah yang keluar malam di Padang kemarin itu dihukum sunat aja sekali lagi, kawan "gamut yang sudak tiga kali ber-turut2 tidak pakai jilbab diboleng saja kapalonyo, anggota DPRD dan calon Bupati yang money politic potong pergelangan tangannya dan jidatnya diberi stempel besi pijar dll. Kejam amat? Ahh enggaaaak, lebih kejam dong sipemerkosa bocah yang di Padang itu, lebih kejam dong Bob Husin yang membuat sengsara perekonomian negara dan anak negeri iyaa kan? Yang penting ano jaran sudah tu, nah untuak bisa urang jaran indak kabauek sarupo itu baliak, dan menjadi contoh dan kabar pertakut bagi calon penjenayah lainnya, haa iyoo syariat Islam jawabannya, indak kecek ambo sajo tu doh, check lah kok indak picayo, ok? Sekarang kembali kepada hati nurani kita sendiri, masalahnya bukan kita bisa atau tidak bisa syariat Islam itu kita terapkan dibumi persada ini, tetapi adalah apakah kita mau atau tidak mau, itu dulu yang harus kita jawab, soal bagaimana caranya mencapai kearah itu, gampaaaaang ........... sajo tu nyo wasalam abp [om nya "gamut" yang lagi nelongso ndengar Gamut yang alim tapi masih segan2 makai kerudung] -----Original Message----- From: -- (*V*) -- [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, November 21, 2002 7:17 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [RantauNet.Com] Fw: Adat Basandi Syarak Assalamualaikum, Om Arman yang punya semangat berapi-api, apa yang di katakan dinda Yesi itu sudah betul bahwa syariat Islam itu akan tegak dengan sendirinya kalau setiap orang Islam mulai dari dirinya sendiri.Mau menegakan negara atau daerah bersyariat islam tapi masih tercatat sebagai negara terkorup, pancilok, toleransi terhadap penderitaan dan kemiskinan orang lain, dan segudang kelakuan negatif lainnya, ah siapa yang mau percaya. Kalau yang dimaksud dengan penegakan syariat hanya dengan menyuruh perempuan menutup kepala, itu mah mainan anak kecil.Permainan anak kecil emang gampang di kalahkan minoritas yang pandai dan menggunakan logikanya dengan benar.Jika setiap orang Islam dibumi nusantara tercinta ini dari sekarang mulai memberi contoh kecil saja seperti mancilok adalah perbuatan non-islami, saya kira tidak sulit amat menegakan negara berbasis syariat. Dan Om Arman mengatakan bahwa sebagai mayoritas 92% dan sekarang merosot ke 85% (angka2nya dari mana sih?) dan menyuruh setiap individu Islam wajib bertanya pada sendiri, menurut Om Arman sendiri apa yang terjadi? Menurut saya, jika peloroton terjadi karena pindahnya orang Islam pada agama lain, ini terjadi saat mereka membutuhkan bantuan, saudara2 mereka sendiri sedang "tidak berada di tempat". Wassalam, --GM-- Tidak pakai kerudung tapi tetap merasa alim. ----- Original Message ----- From: "Arman Bahar" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 20, 2002 11:12 PM Subject: RE: [RantauNet.Com] Fw: Adat Basandi Syarak > Assalamu'alaikum wr. wb. > Sebagai seorang benar2 mukmin tentu kita sangat2 berkeinginan ditegakkan syariat Islam dibumi persada ini, kalau tidak ada keinginan dan usaha kearah itu sedemekian rupa, silaken bergabung bersama golongan orang yang berseberangan dengan Islam itu sendiri....................... RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

