Assalamu'alaikum wr. wb.
Salut dengan sikap "minang" dari sanak yesi, yang telah mencerminkan
kearifan seorang minang. namun begitu akan lebih jelas kalau diteruskan
dengan pengamatan anda seberapa jauh sih erosi yang dialami oleh "adat dan
agama" di minang sekarang ini. saya sependapat dengan banyak konstatasi yang
disampaikan aa gym, namun untuk tataran publik something has to be done,
bagaima pandangan anda sendiri.
salam

SBN

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of Yesi Elsandra
Sent: Wednesday, November 20, 2002 11:20 AM
To: RantauNet Palanta; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Fw: Adat Basandi Syarak


saya bukannya tidak suka dengan wacana syariat islam. setelah kran otda
dibuka banyak daerah-daerah yang latah ingin menerapkan syariah islam di
derahnya masing2. padahal kalo kita sigi banyak pejabat pemerintah dan juga
masyarakat yang belum siap alias kagak "ngeh" dengan syariat islam itu
sendiri bagaimana aplikatifnya.

penegakkan syariah islam tidak saja di minangkabau tapi diseluruh bumi ini
adalah suatu cita-cita mendasar yang wajib dimiliki setiap muslim. Apalagi
secara kultural minang kabau merupakan suku yang religius dan telah
dibuktikan oleh representatif tokoh2nya terdahulu seperti buya hamka,
natsir, agus salim dll.

erosi terhadap kereligiusan itu termasuk adat sudah sangat deras dalam
tatanan masayarakat minang kabau. (saya termasuk yang menyaksikan sendiri
dengan mata kepala saya erosi itu, asli saya "terkesima". dalam hati saya
bilang, "mendingan gue deh yang gede di minang kabau tapi kelakuan gue nggak
kayak gitu")

dulu, ibu saya suka bilang gini, "ndak buliah takah itu doh, awak urang
minang"

jarang sekali ibu saya bilang, "ndak buliah takah itu doh, berang Allah awak
beko"

sekarang2 ini setalah saya sedikit belajar islam, setelah pemahaman islam
itu tumbuh dan banyak sedikit orang tua terkontaminasi dengan perubahan itu,
ibu saya sekarang sering bilang, "agama awak ndak mambuliahan takah itu" ha
ha...

so, bagi saya, apapaun adat kita, apakah minang, sunda, batak, yang penting
itu bukan perda yang dibuat manusia, tapi hukum Allah itu sendiri yang harus
kita aplikasikan pada diri, keluarga, lingkungan kita masing2....

kecek Aa gym mulailah dari diri kita....
setelah itu, syariah islam tidal lagi sebagai sebuah wacana, it must.....

walahualam
yesi

>Kepada Yth
>Niniak mamak, cadiak pandai, kaum ulama, kaum muda Minangkabau di Ranah
>Minang. Bersama ini saya mengajak saudara-saudara sekalian berdiskusi
>tentang:
>
>"Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah"
>
>Sudah Saatnya Syariat Islam Di Minangkabau Menjadi Undang-Undang.
>
>Oleh: Hendri* [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke