Mamanda Basri yang di rahmati Allah,

Saya memahami benar semangat egalitarian seperti yang
mamak bahasakan dalam surat jawaban mamak kepada Kang
Tommy.  Saya merasakan semangat yang sama dengan
social morality yang pernah menyemangati Voltaire,
Rousseau dan rekan-2nya saat mencari jawaban atas
fenomena ketidak sejajaran (inequality) yang melanda
Perancis saat itu.  Fran�ois�Marie Arouet, seorang
rekan Voltaire, bahkan sampai meng-questioned dogma
kemuliaan tahta Allah yang diduduki Cardinal.  

Tak bermaksud menggurui, saya ingin mengingatkan bahwa
konsep equality sesungguhnya bukan commodity baru
dalam Islam.  Simak Quran, al Hujuraat, ayat 13, yang
menekankan persamaan derajat manusia, bahkan diikuti
oleh pernyataan Rasulullah bahwa tak ada perbedaan
kemuliaan antara arab dan non-arab, atau putih atas
hitam, keculai Taqwa.  Bukan hanya di tataran konsep,
bahkan dalam tata peribadatan (Sholat dan haji) nampak
jelas training penerapan prinsip kesejajaran itu
diterapkan.  Siapa datang duluan, berhak duduk di shaf
terdepan, terlepas dr status sosial yang disandangnya,
begitupun Haji.  Banyak pula contoh kasus dalam
sejarah Islam yang mengisahkan tentang bagaimana Islam
bersikap thd persamaan derajat.  Kisah intervensi
Osama bin Zaid dalam keputusan terhadap Qurach,
seorang wanita bangsawan Quraisy yang dihukum potong
tangan, atau kisah Umar dalam menghadapi laporan
seorang badui terhadap perlakuan Jebelah Bin Al Ayham,
seorang terpandang dr kalangan suku Gasan atau cerita
Umar menanggapi laporan seorang wanita Yahudi terhadap
ketidak adilan gubernur mesir Amr bin Ash.

Tanpa bermaksud membuat jarak dengan apa yang mamak
yakini tersebut, saya merasa terlampau naif untuk
menganut prinsip seperti itu dalam mencermati fenomena
politik dunia saat ini.

Mamak tentu ingat bagaimana lagak Howard pasca tragedy
Bali. Bisakah Mamak bayangkan jika saja Mahathir tak
berkomentar pasca raid di australia, barangkali
perilaku ASIO tak akan berubah terhadap Muslim di
Australia. 

Mamak benar ketika mengatakan biarkan hak asasi semua
manusia dilindungi oleh hukum.  Namun bagaimana
mungkin mamak bisa senaif itu melupakan bahwa keadilan
hukum bukanlah sesuatu yang fixed, namun hukum dibuat
berdasarkan kepentingan pembuatnya.  Hukum kolonial
Belanda tentu saja lebih menguntungkan Belanda
ketimbang Pribumi. Jangankan itu, adalah keliru
beranggapan hukum negara itu adil terhadap seluruh
lapisan masyarakat (contohnya UU No. 5 thn 67 dan pp.
21 thn 1971 yang lebih memihak HPH ketimbang masy.
adat).

Mamak tentu benar ketika mengatakan politik dan agama
jangan disatukan, namun saya ingin bertanya, bagaimana
mungkin mamak bisa melindungi kepentingan ummat or
kaum jika mamak bukan bagian dari ummat atau kaum tsb.
 Saya sangat yakin jika Presiden Malaysia adalah Lee
Kuan Yew maka jangan berharap akan ada kecaman kepada
Australia dan ASIO.

Terlepas dr keliteralan terjemahannya Uni Rahima, saya
menganggap adalah naif mengatakan keadilan hukum
adalah fixed, karena bukankah presiden Amerika masih
tetap di dominasi oleh WASP/white, anglo saxon,
protestan (jangankan presiden, piala oscar saja baru
tahun lalu diserahkan kpd artis kulit hitam, Halle
Berry dan Denzel Washington).


Teriring salam hormat kemenakan,

Welly Hidayat













--- Basri Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum wr. wb.
> Nggak ada yang salah sih Tommy, yang kurang pas
> ialah yang bawa-bawa tafsir
> literal agama kedalam wacana publik, nggak peduli
> itu nasrani,  islam,
> yahudi atau budha etc selama sebagain besar anggota
> masyarakat mau
> menghayati hak azasi manusia, rest is the daily
> laws.
> Namun pendapat anda kita punya GBHN apa itu suatu
> yang benar? apasih isinya
> GBHN itu, kalau anda simak uud45 dan gbhn akan
> ketemu kontradisk yang
> dahsyat dengan kemanusiaan.
> salam
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Tommy Sulianto" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Saturday, January 11, 2003 7:53 AM
> Subject: Re: [RantauNet.Com] FW: [pdasmo] Presiden
> RI thn 2004 orang Kristen
> ?
> 
> 
> > Kalau saya pikir, memang yang penting adalah
> > 1. Aman beribadah untuk semua Agama
> > 2. Indonesia Aman
> > 3. Rakyat Sejahtera
> > 4. Tidak ada KORUPSI, KKN
> > 5.
> >
> > Sorry, kalau kurang berkenan.
> > Apakah selama ini yang menjadi "orang diatas"
> sudah merupakan seorang yang
> > benar ? yang taat ? kita sendiri yang tahu. Mereka
> diliputi kebohongan,
> > kecurangan, saling ingin menjatuhkan, saling
> berebut posisi, mencuri
> > (Korupsi).
> >
> > Kembali ke wacana untuk memilih presiden dari
> agama yang lain.
> > Toh kita memiliki GBHN, memiliki Rakyat, memiliki
> MPR/DPR dan banyak lagi
> > instrument yang bisa melengserkan Presiden. Kalau
> semisalnya kita uji coba
> > bahwa yang menjadi Presiden atau Kepala Daerah
> dari agama tertentu, lalu
> > ternyata dia memang melakukan
> penyimpangan-penyimpangan, bukankah kita
> bisa
> > menurunkan dia melalui mekanisme yang ada 
> (Asalkan jangan menurunkan
> karena
> > yang teriak mau naik/ menggantikan sebagai
> Presiden). Tetapi kalau
> > semisalnya memang dia bagus, mengapa tidak kita
> sokong.
> >
> > Repotnya dari mayoritas penduduk Indonesia
> mengharuskan seorang Presiden
> > atau Kepala Daerah adalah dari agama tertentu,
> padahal kita sudah melihat
> > dari Presiden yang pernah menjabat dan Kepala
> Daerah yang pernah/ sedang
> > menjabat, hampir semuanya membiarkan dan
> melanggengkan Korupsi dan
> berbagai
> > kecurangan yang saya sebutkan diatas. Memang bukan
> agamanya yang salah,
> > melainkan oknumnya yang salah, karena saya yakin
> seyakin-yakinnya, bahwa
> > Agama tidak mengajarkan hal-hal seperti yang saya
> sebut diatas.
> >
> > Kita sering melihat para elite politik
> mengungkit-ngungkit masa lalu
> > seseorang. Okey, dulu dia bersalah, dulu dia KKN
> atau segala macamnya,
> > tangkap saja, mengapa justru setelah dia jadi
> Menteri yang Vokal, atau
> jadi
> > Presiden baru diungkit. Saya pikir asalkan saja
> dia tidak mengulangi
> > kesalahan-kesalahan tersebut, maka biarkan dia
> berjalan terus. Begitu dia
> > mulai KKN dan segala macamnya, langsung ditindak.
> Yang penting adalah
> > siapapun yang menjadi Presiden atau Kepala Daerah,
> dia bisa membawa
> > keamanan, kesejahteraan, bagi bangsa dan negara,
> bukan hanya untuk dirinya
> > sendiri.
> >
> > Bagaimana ? mungkin ada yang nggak setuju dengan
> saya, untuk itu saya
> mohon
> > maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung.
> >
> > Salam
> > Tommy
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Pemi M." <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Friday, January 10, 2003 5:43 PM
> > Subject: [RantauNet.Com] FW: [pdasmo] Presiden RI
> thn 2004 orang Kristen ?
> >
> >
> > > Wacana / sharing info.
> > > Yang , pantiang aman baibadah , aman Indonesia
> dan sejahtera rakyat
> > > Indonesia, yang manjadi presiden tasarah .
> > > Kalau di caliak kini Islam menjadi presiden umat
> kristiani aman baibadah
> > > kalau kita baliak apo akan aman awak manunaikan
> ibadah ? ? ?..........
> > > PMMA
> >
> >
> >
> > RantauNet http://www.rantaunet.com
> > Isikan data keanggotaan anda di
> http://www.rantaunet.com/register.php3
> > ===============================================
> > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika
> subscribe,
> > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
> >
> > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing
> List di:
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> > ===============================================
> >
> 
> 
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di
> http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika
> subscribe,
> anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
> 
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing
> List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> ===============================================


=====
Welly Hidayat
~~~~~~~~~~~~~
There is Only One Earth, Our House, Our Responsibility..
Save Our Mother Earth...

__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke