Assalamualaikum ww Politik itu sebuah kenderaan untuk mencapai tujuan tertentu, manusia yang menjalankan (kenderaan) politik harus mematuhi "rambu2", siapapun pengendara apabila melanggar rambu2 maka sipengendara tersebut kita namakan "supir cilako" yang berpotensi menghasilkan musibah bagi dirinya sendiri terlebih orang lain
Sama seperti pengendara, politisi yang tidak memiliki mental agama cenderung menghalalkan segala cara agar tujuannya tercapai persis sama dengan "Pareman makan masak matah" yang suka melanggar rambu2, halal haram tidak peduli, sah batal tidak dikenal apapun yang menghalang "di-aman-kan kalau perlu libas" soal dosa itu soal nanti, dan ....... orang awam pun berkata "politik itu kejam yaa" padahal seharus tidak demikian Dari sekian banyak kecelakaan, dari sekian banyak kenderaan dari sekian banyak sopir yang pernah kita kenal apakah kita pernah me-review semua faktor penyebab? Apakah kita pernah melakukan RCA (Root of Causes Analysis)? Kalau pernah, tentu kita telah dapat memastikan apa2 saja kemungkinan penyebab kecelakaan tersebut So ..... tentu kita juga sudah tahu apa yang kurang selama ini untuk mengatasi kecelakan serupa dimasa yang akan datang, yaaah... bisa saja ganti "SOPIR" atau kenderaan yang harus "DIGANTI" atau perangkat per-undang-an dan control & system - procedures disempurnakan Setelah 58 tahun merdeka, musibah dan cilaka 13 silih berganti kayaknya kita2 ini sudah kebal (tidak peka lagi) menghadapi hal2 demikian, sayangnya kita tidak pernah ber-sungguh2 merobahnya, selalu saja kecelakaan yang sama terulang kembali Polisi, penegak hukum atau anggota DPR / MPR yang kata sdr. Tommy yang justru banyak dari mereka yang malah ikut-ikutan melanggar rambu2, padahal hukum dan per-undang2-an serta aturan main sudah ada toh masih begitu2 jugak, kenapa? Karena kita telah meninggalkan hukum2 agama (Islam) dalam kehidupan keseharian kita terlebih berkendaraan politik Disadari atau tidak ternyata politik dan agama tidak boleh jalan sendiri2, kayaknya "yang satu ini" telah dengan sengaja dikesampingkan oleh kelompok tertentu, saking lamanya hal ini berlangsung, kita2 yang "kate-nye" beragama (Islam) ikut2an berfikiran bahwa agama tidak boleh masuk koridor politik, amboi sayang di sayang ...... Menyadari pahitnya "musibah" akibat supir cilako tadi, telah banyak "patriot" yang berjuang agar musibah yang sama tidak terulang, perjuangan tersebut bukan tidak berat apalagi berhadapan kekuatan yang "menghalalkan segala cara" yang telah lama bercokol dan last but not least paradigma lama yang masih bercokol didarah daging sebagian kita2 ini yang mengharamkan agama masuk koridor politik dan yang bersikap EGP yang milih aman sendiri, aman baibadah , aman Indonesia, sia nan kajadi presiden tasarah Kitapun diminta bergabung bersama "patriot" tersebut, yaaa ......... kalau nggak keberatan siiih. Jadi patriot itu berat lhooo, berdayung melawan arus sungai musi ..... (bah) Lai namuah? Kok ambo namuah, asali lai kito ba-samo2, ba-a gak ati? wasalam mak malin -----Original Message----- From: Tommy Sulianto [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Sunday, January 12, 2003 7:31 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [RantauNet.Com][pdasmo] Presiden RI 2004 orang Kristen ? Saya sendiri nggak terlalu mengerti dengan urusan politik, hanya pandangan saya sebagai orang awam bahwa kalau memang seorang pemimpin telah melanggar rambu-rambu, maka adalah tugas para anggota MPR atau DPR/D atau siapa yang berwenang untuk mengingatkannya. Tetapi sayangnya justru banyak dari mereka yang seharusnya menjadi 'polisi' malah ikut-ikutan melanggar rambu-rambu Salam Tommy ----- Original Message ----- From: "Pemi M." <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, January 10, 2003 5:43 PM Subject: [RantauNet.Com] FW: [pdasmo] Presiden RI thn 2004 orang Kristen ? Yang , pantiang aman baibadah , aman Indonesia dan sejahtera rakyat Indonesia, yang manjadi presiden tasarah RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

