Bukannya jalan sendiri sendiri, memang para elite politik harus beragama, tetapi banyak dari mereka menggunakan agama sebagai simbol, bukan dengan nuraninya. Kalau nurani mereka sudah diisi dengan ajaran agama (apapun juga), tentunya tindakan mereka juga akan mengikuti ajaran agama.
Saya mendengarkan Khotbah A.A Gym siang ini, dan sangat menarik sekali apa yang dikatakan oleh beliau. Salam Tommy > Disadari atau tidak ternyata politik dan agama tidak boleh jalan sendiri2, > kayaknya "yang satu ini" telah dengan sengaja dikesampingkan oleh kelompok > tertentu, saking lamanya hal ini berlangsung, kita2 yang "kate-nye" beragama > (Islam) ikut2an berfikiran bahwa agama tidak boleh masuk koridor politik, > amboi sayang di sayang ...... > > Menyadari pahitnya "musibah" akibat supir cilako tadi, telah banyak > "patriot" yang berjuang agar musibah yang sama tidak terulang, perjuangan > tersebut bukan tidak berat apalagi berhadapan kekuatan yang "menghalalkan > segala cara" yang telah lama bercokol dan last but not least paradigma lama > yang masih bercokol didarah daging sebagian kita2 ini yang mengharamkan > agama masuk koridor politik dan yang bersikap EGP yang milih aman sendiri, > aman baibadah , aman Indonesia, sia nan kajadi presiden tasarah RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

