|
Tanyo ciek : apa ya bedanya dengan rendang yang
biasa?
Sebab resep Nenek saya untuk membuat rendang itu boros
kelapanya jadi meskipun mau dihitamkan (mulai dari kelio basah, lalu kecoklatan,
hingga hitam) dan berkarak, itu bisa makan waktu 2 hari. Karena harus
didiamkan dulu, lalu baru dilanjutkan lagi.
Jadi serundeng atau karaknya itu terjadi dengan
sendirinya tanpa dibuat terpisah.
Dan setahu saya tidak menggunakan asam kandis dan
jahe.
Terima kasih
Cysca
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, June 03, 2003 8:01
PM
Subject: [RantauNet.Com] Resep yang
dikirimkan 10 tahun lalu ke Mancanegara (IDS)
Assalamu Alaikum W. W.
Bersama ini bundo kirim resep yang telah bundo kirimkan dari Rumbai
kira kira 10 tahun yang lalu. Usang usang dibarui. Iseng iseng bundo cari di
Google.
Date: Mon, 8 Feb 1993
09:05:55 GMT Reply-To: Indonesian Development Studies - Network <[EMAIL PROTECTED]> Sender: Indonesian
Development Studies - Network <[EMAIL PROTECTED]> From: Nismah Rumzy
<[EMAIL PROTECTED]> Subject:
Selamat Mencoba
Sesuai dengan janji ibu, sekarang baru sempat ibu
kirimkan kepada ananda-ananda yang di mancanegara.. Kalau kurang
tolong ditambah dan kalau kurang enak dibilang enak :-).
RENDANG
DAGING BERUNTIAH ========================
Bahan:1 kg. daging
sapi 2 liter santan atau 2 kelapa yang
diparut dan diperas 1 cm lengkuas
dimemarkan 2 batang serai dimemarkan (Lemon
Grass?) 1 lembar daun
kunyit 1 potong asam
kandis ; boleh diganti dengan
asam jawa Bumbu:20 butir bawang merah 5
siung bawang putih 1 cm. kunyit
(turmeric) 1 cm. jahe
(ginger) 2 sendok ketumbar giling
dan 1/4 kg cabe giling (sesedangnya kalau
tidak ingin pedas)
Cara membuat: Daging direbus,
dibelah-belah(disuir) dan dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan dalam
wajan.Tuang santan dan bumbu yang lain. Masak sampai mendidih dan terbit
minyak. Setelah kuah kental api dikecilkan dan dibalik terus
sampai kering dan warnanya kehitam-hitaman. Kalau mau ada
dedak nya gongseng kelapa dan digiling dimasukkan sesudah terbit
minyaknya. Jangan pakai cabe yang dijual dipasar biasanya asin
sekali. Masaknya lama sekali dan tahannya juga lama. Menurut
cerita dulu orang Minang yang naik haji suka membawa rendang untuk dimakan
di Mekah, tapi< BR>sekarang hati-hati membawanya diairport suka
disuruh buang. ****************************************************************
|