Saya punya sebuah ilustrasi tentang takdir
Setelah beberapa kali mengirim surat lamaran kerja akhirnya akhirnya 
datang juga panggilan untuk interview bagi Si A...
Pagi2 sekali dia sudah berangkat ke tempat interview dgn perkiraan 
dia akan sampai 1 jam sebelum interview berlangsung, tapi apa daya 
saat bis yang ditumpangi melewati jalan tol terjadi kemacetaan luar 
biasa karena sesuatu hal yang menghabiskan waktu 2 jam, alhasil si A 
terlambat sampai di tempat interview dan gagal untuk mengikutinya 
sehingga harapan untuk mendapat pekerjaan terbang sudah setidaknya 
untuk saat sehingga bayangan mengganggur kembali menghantui hidup..

Dalam situasi di atas saya yakin si A sudah berusaha dengan baik 
mempersiapkan interview dengan membuat perkiraan pertanyaan dan kira2 
jawaban apa yang akan diberikannya, penampilan dan yang pasti sebagai 
muslim yang baik si A meminta kepada Allah bukan hanya dengan doa 
dilengkapi dengan sholat tahajud malam sebelum interview.

Dari ilustrasi diatas apakah yang terjadi?
1. Sang Maha pemberi  tidak memberi apa yang diminta A
2. Apakah kegelapan (baca :tidak punya pekerjaan) adalah kehendak 
dari si A
3. Apakah si A orang yang kurang punya kekuatan dan ilmu sehingga dia 
tidak bisa mengontrol takdirnya....


atau....

Si A hanya seorang yang berpikir bahwa tugasnya adalah berusaha untuk 
mencapai sebuah tujuan yang akan diraihnya dan pada saat sesuatu 
terjadi dia menunggu dan siap menerima kehendak Sang Peguasa Semesta
dan mengambil hikmah dari kegelapan-nya sekarang sehingga dia bisa 
lebih merasakan cahaya Ilahi yang menuntunnya sekarang

 



--- In [EMAIL PROTECTED], "   -- (*o*) --" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hm,menurut pemahaman saya, output sebuah sistem adalah sistem pula: 
a new sistem. Dan yang namanya sistem bervaribel tentunya tidak 
pernah punya sebuah nilai yang final, dia senantiasa berubah. Let say 
bahwa output dari sistem adalah takdir, artinya takdir juga tidak 
akan pernah final,dia bisa diubah. Dan Allah berfirman (lupa dalam 
surah apa :)), "minta lah maka akan kuberi". Disini kuncinya cuma 
terletak pada "kemauan" si penerima takdir. Jika dia mau menyisakan 
sebuah ruang gelap dalam hidupnya, artinya dia minta Allah memberinya 
kegelapan, maka dia akan dapat kegelapan. Tapi jika kegelapan 
hanyalah sebuah konsep pembeda waktu antara siang dan malam, tak 
lebih dan tak kurang, maka dia akan bersua dengan firman Allah bahwa 
Allah merupakan cahaya di langit dan di bumi. Artinya dia tidak akan 
pernah bersua dengan kegelapan. Terakhir pesan saya, kendalikan 
takdirmu dan jangan pernah minta kegelapan :) .
> 
> Salam,
> 
> --Gm
 
 
 
> 
> 
> 
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
> -----------------------------------------------
> 
> Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
> http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
> =======================


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke