Assalamu'alaikum wr. wb.

Mak SBN wrote : 
>>Minggu lalu kamanakan Ronald P. Putra menanyakan >>contoh dari clash of identity 
>>dikalangan minang, >>silahkan lihat dari yang mereply posting ini akan >>tahu 
>>sendiri.

Ambo alah tarimo jawaban dari mamak, termasuk postingan artikel yang mamak sertakan ka 
ambo. Tarimo kasih. Pado mulonyo ambo sangajo indak manjawek lai doh, karano beberepa 
hal :

Inti dari artikel tsb sebenarnya hampir sama dengan tulisan-tulisan para pengusung 
paham Islam Liberal lainnya, yaitu mencoba merekonstruksi kembali penafsiran kitab 
suci (Al-Qur'an) utk disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekarang. Perhatikan 
bagian dari artikel tsb :

"Tak ada salahnya setia pada teks-teks suci agama. Hanya saja, kalangan Islamisme 
nampaknya lupa, bahwa teks selalu terbatas, sementara kehidupan 
manusia berjalan cepat tanpa dapat dikendalikan oleh teks-teks yang tidak memadai itu. 
Diperlukan semacam --meminjam istilah Ulil Abshar-Abdalla- 
wahyu perogressif untuk dapat menangggapi permasalahan-permasalah aktual dan 
kontekstual yang sedang kita hadapi sekarang ini. Kebutuhan itu tidak dapat terpenuhi 
sekiranya teks-teks agama dijadikan sesembahan, bukan sebagai inspirasi yang 
mengandung nilai-nilai universal yang mungkin relevan untuk menanggapi permasalahan 
kontekstual (Al-Baghdadi, 1999: 383)." 

Permasalahan muncul disebabkan karena para pengusung Islib yang - meminjam istilah Dr 
Daud Rasyid - "anak kemaren sore" ini mencoba mentafsirkan sendiri ayat-ayat Al-Qur'an 
tanpa dibekali ilmu yang sesuai. Sehingga muncul gejolak dikalangan umat Islam. 
Jangankan mereka mengerti Ilmu Nahwu, Shorof, Mantiq, dan belasan ilmu lainnya, bahkan 
utk masalah sholat lima waktu saja (menurut beberapa sumber) mereka belum penuhi 
dengan sempurna. Wallahu 'alam.

Ambo menganggap masalah iko indak perlu diangkat lagi, karena memang ide Islib ini 
tidak mendapat tempat di masyarakat. Hanya sebagai "riak kecil" saja di dalam 
pergerakan kebangkitan kembali peradaban Islam.

Ada kerja yang lebih besar di depan yaitu mencari dan menciptakan Sang Arsitek 
peradaban Islam.
Ma'af atas kata yang tidak berkenan.

wassalaam,
Ronald 



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke