Wassalamu'alaikum wr. wb. Kamanakan Ronal P. Putra nan ambo mulyakan, sanang bana ati lai namuah juo mamposting baliak.
> Permasalahan muncul disebabkan karena para pengusung Islib yang - meminjam istilah Dr Daud Rasyid - "anak kemaren sore" ini mencoba mentafsirkan sendiri ayat-ayat Al-Qur'an tanpa dibekali ilmu yang sesuai. Sehingga muncul gejolak dikalangan umat Islam. Jangankan mereka mengerti Ilmu Nahwu, Shorof, Mantiq, dan belasan ilmu lainnya, bahkan utk masalah sholat lima waktu saja (menurut beberapa sumber) mereka belum penuhi dengan sempurna. Wallahu 'alam. Kurang pas kalau seorang doctorate memakai istilah "anak kemarin sore", kecuali dia sudah kehabisan argumen atau memang sudah tidak mampu memberikan nalar yang lebih baik, saya tidak melihat sikap demikian pada Al-Ghazali, Ibnu Rusyh, Ibnu Taimiyah, Muh. Abduh dll. Demikian juga dengan soal yang menyangkut hubungan hamba dengan Allahnya, etika Islam tidak membenarkan itu. > Ambo menganggap masalah iko indak perlu diangkat lagi, karena memang ide Islib ini tidak mendapat tempat di masyarakat. Hanya sebagai "riak kecil" saja di dalam pergerakan kebangkitan kembali peradaban Islam. > Sejarah mencatat protes Martin Luther, mulanya sebuah riak kecil dalam katolik roma, demikian pula dengan syiah sebagai sebuah firqah. Kalau memang ada benarnya tidak ada yang harus ditakutkan, bukankah kita percaya Islam itu sebuah kebenaran? > Ada kerja yang lebih besar di depan yaitu mencari dan menciptakan Sang Arsitek peradaban Islam. Menarik sekali gagasan kemenakanda dengan Sang Arsitek Peradaban Islam. Menurut saya kemenakanlah salah satunya calon arsitek itu, mudah-mudahan Allah SWT memberikan jalannya. Peradaban, suatu kata yang mengkompilasikan segenap hasil usaha kelompok besar manusia, dan dimahkotai oleh pemikiran-pemikran besar dan hasil karya (yang tentunya manusia). Pemikiran-pemikiran yang menopang tata-nilai itu dimulai dari tahapan "mitologi" kemudian beralih ke "ontologi" dan kemudian ke "fungsional" (minjam perbendaharaan Peursen, mirip dengan Ibnu Chaldun). Apa masih berminat melanjutkan? Silahkan diteruskan. Salam SBN RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

