When God say "NO"
THE BLESSING IN "NO"
(KETIKA TUHAN BERKATA "TIDAK")
I asked God to take away my pride.
God said, "No.
It is not for me to take away, but for you to give it up."
Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku Tuhan berkata, "Tidak
Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."
I asked God to make my handicapped child whole. God said, "No.
Her spirit was whole, her body was only temporary."
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata,
"Tidak
Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
I asked God to grant me patience.
God said, "No.
Patience is a by-product of tribulations; it isn't granted, it is
earned."
Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak
Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak
diberikan,
kau harus meraihnya sendiri."
I asked God to give me happiness.
God said, "No.
I give you blessings, happiness is up to you."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak
Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
I asked God to spare me pain.
God said, "No.
Suffering draws you apart from worldly cares and brings you closer to
me."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, "Tidak
Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada
Ku."
I asked for all things that I might enjoy life. God said, "No.
I will give you life so that you may enjoy all things."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan
berkata, "Tidak
Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
I asked God to help me LOVE others, as much as God loves me. God
said... "Ahhhh, finally you have the idea!"
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku. Tuhan
berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
Someone in your heart
a.. Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita
telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha,
pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
a.. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran
telah kitakirimkan tak ada jawaban sama sekali --orang lain dengan
mudahnya mendapatkan pekerjaan. Kita sudah bekerja keras dalam
pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang
mendapatkannya --tanpa susah payah.
a.. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai,
berakhir dengan penolakkan dan kegagalan--orang lain dengan mudah
berganti pasangan.
a.. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan
terus meningkat.
Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan
pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya
merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam
(maklum anak kecil).
Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon
pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih
tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala
dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang
lezat itu.
Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang
paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini
Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak
tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan
"demam".... dan terus berdoa.
"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a
mysterious way."
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================