--- In [EMAIL PROTECTED], Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 4),Kadangkala Sunnah merupakan naasikh ( penghapus
> ),terhadap hukum yg tlh disebutkan dalam Al
> Qur'an.Contoh hadist : " Tidak ada wasiat terhadap
> ahli waris,maksudnya tdk ada wasiat utk memberikan
> harta org yg akan  meninggal,terhadap ahli warisnya "
> Hadist ini Naasikh ( Penghapusan ) bagi ayat Al Qur'an
> " Apabila salah seorang diantara kamu akan
> meninggal,maka bila ia meninggalkan sebagian
> harta,hendaklah ia berwasiat utk harta tsb pd orang
> tua,dan karib kerabatnya ".Jadi Tdk ada wasiat
> terhadap ahli waris,krn Org tua dan bbrp saudara
> mendapatkan hak waris.

Assalamualaikum w.w

Uni rahima yang saya hormati
Dari 3 uraian uni tentang kedudukan sunnah terdahulu saya bisa 
memahaminya, ALhamdulillah.
Tapi buat poin yang ke-4 saya masih bingung tuh, tentang kedudukan 
sunnah naasikh( penghapus) terhadap ketentuan dalam ALquran seperti 
yang uni gambarkan di atas.

Kalau ALquraan dianggap sebagai sumber hukum tertingga di dalam 
Islam, maka secara logika sederhana, sumber hukum dibawahnya (salah 
satunya sunnah) tidak boleh bertentangan apalagi menghapus sesuatu 
yang sudah ada dalam sumber hukum tertinggi tersebut.

bagaimana tuh ni?

wasssalam 

YP
 



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke