--- yanto_piboda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum w.w. uniku yang baik hati dan tidak > sombong
Waalaikum salam,adek yg keras hati > > --- In [EMAIL PROTECTED], Rahima > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bgmn saya hrs memahami pd dek yanto, > sebagai uni saya harus sabar, > ayo....! uni pasti bisa he.he.he.he > Lha bisa ngapain?dr dulu memang kagak bisa apa2 koq,bisanya cuman makan,tidur. > > Kapan hadist ini di dokumentasikan, saat Nabi masih > hidup atau sudah > wafat ? > Lha kan sdh di tulis kemaren' > > Setuju uni semua yang ada dan dilangit adalah milik > Allah, > > pertanyaan lagi, bagaimana dengan wasiat kepada > orang lain atau wakaf > atau sedekah, kalau dasar hukum/logikanya tidak > boleh berwasiat > kepada ahli waris karena semuanya milik Allah Justru krn milik Allah itulah makanya Allah yg mengatur pembagian2 harta tsb,bila tlh meninggal.Ngak seenak dewe.Itu maksudnya semua itu milik Allah,jadi Allah yg atur kepada siapa yg kita boleh berwasiat harta,dan pd siapa yg tdk boleh.Pd siapa jatuh harta warisan,pd siapa yg kagak.Dan disini peran Rasulullah juga dlm menjelaskan perinciannya. > > saya bukan meragukan existensi hadist uni, tapi > adalah yang saya > ragukan adalah hadist yang 'menghapus' Alquran dalam > arti ada yang > tidak sejalan dengan ALquran. Hmmmmm,bgmn klu dgn Hadist ini " Air laut itu bersih,dan semua ikan2 ( yg sdh matipun ),halal kamu makan " ( Hadist lho?) Dgn Firman Allah: " Diharamkan atas kamu semua bangkai yg sdh mati "? Pakai logika juga kita,Satu sisi Allah melarang semua bangkai,sisi lain Rasulullah membolehkan bangkai ikan? Klu kita meragukan terhapusnya hukum bangkai tsb,kita ngak makan ikan donk selama ini?Bukankah diharamkan bangkai tsb?Tp Rasulullah membolehkanya kan?Ini penghapusan secara juz'i saja ( sebagian hukum yg disebutkan dlm Al Qur'an ). > > Hadist bersumber dari Rasulullah, itu benar dan saya > sendiri tidak > meragukannya, tapi peluang terjadi kesalahan yang > saya lihat adanya > selang waktu antara terjadinya hadist itu (artinya > Rasullah masih > hidup) dengan pendokumentasiannya/pencatatannya yang > terjadi setelah > Rasulullah wafat. Itu sebabnya para Sahabat dahulu sgt teliti dlm menerima Hadist dan penulisannya. Makanya ada macam2 derajat Hadist tsb.Ada yg shahih,Hasan dan Lemah juga palsu. , saya tidak meragukan > ke-Islaman para > sahabat, tapi mereka manusia biasa dan sebagai > manusia biasa pula > bisa saja kemungkinan terjadi kesalahan walaupun itu > secara kolektif, > bukan begitu ni? Oleh sebab itulah agar tdk terjadi kesalahan,maka mrk hati2 sekali.Hadist shahih yg sdh benar2 diteliti maka wajib kita laksanakan,krn ia merupakan sumber hukum juga.Penelitian tsb sgt ketat sekali,jgnkan org yg berdusta,org yg ngak kuat ingatannya saja,Hadist yg berasal dr org tsb jatuh derajatnya.ngak sembarangan koq menetapkan Hadist itu shahih atau tdknya.Shahih itu benar2 punya syarat yg sgt ketat. > Lain jadinya kalau proses pendokumentasian hadist > itu terjadi saat > Rasulullah masih hidup dan langsung disaksikan oleh > Beliau, mau tidak > mau kita harus mempercaya-i-nya Disinilah peran ulama dan para ahli2 hadist.Klu semua sdh terima jadi,kapan manusia berijtihad?Kita diberi akal,agar kita juga berfikir dan bekerja.Kita tinggal terima,klu ada permasalahan agama,sdh ada penyelesaiannya langsung dr Rasulullah.Kapan toh ummat ini mandirinya. Dan disinilah letak hikmah mengapa Allah mengatakan " Ta'atilah Allah,Rasulullah dan ulim amri ",Dan Ulama itu pewaris Nabi." Klu terjadi kesalahan itu biasa,Rasulullah sendiri penah di tegur koq?apatah lagi kita manusia biasa? > > Makanya dalil utama tentang hubungan Alquran dan > Hadist bagi saya > adalah Hadist tidak boleh bertentangan dengan > Alquran Sdh saya sebutkan Hadist tsb tdk bertentangan dgn Al Qur'an,tp di dlm ayat yg lain secara tersirat ada menghapuskan hukum ayat yg pertama. > > > > > > Klu dek yanto ngak setuju,saya hanya penyampai > > kebenaran yg saya terima saja.dan yg saya ketahui > dgn > > pasti hukumnya.Saya tdk bisa memaksakan pendapat > > saya.Bukankah Allah berfirman Tiada paksaan dlm > agama? > > tapi sbg org yg mengetahui hukum,saya hrs spi kan > hal > > tsb,klu memang itu saya kira perlu. > > terima kasih ni atas penyampaian uni, saya sangat > menghargai itu > semua, bukankah tugas kita untuk saling mengingatkan > dan berdiskusi > agar kita kebenaran itu bisa muncul. Dan kalaupun > ada yang kita tidak > sepakat, biarkanlah Allah yang langsung menilainya, > toh Allah Maha > Tahu apa yang dalam hati umat-Nya. So pasti kan? > Okay,silahkan di pelajari sendiri.Mana tahu dgn membaca sendiri dek yanto lbh faham,kadang2 klu di jelaskan org pun kita suka ngak faham.Tp klu dibaca dan direnungkan sendiri,kita bisa ambil kesimpulan sendiri.Tolong yah dek sdh janji kan sama uni akan baca buku mengenai Hadist Nasikh dan Mansukh ini.Uni yakin pasti disana dek yanto akan menemukannya. Uni punya keterbatasan dlm memberi pemahaman pd seseorang,terutama bila itu mslh kepercayaan yg ngak bisa dipaksa2kan.Klu sdh mslh kepercayaan,uni ngak berani ganggu gugat,itu kuasa Allah semata.Tp harapan uni silahkan dek yanto pelajari dan baca khusus mengenai yg kita bicarakan ini. Wassalam.Rahima __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software http://sitebuilder.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

