Uni Rahima yang saya hormati,
terima kasih atas tanggapannya dan uraiannya

Kalau Ayat ALquran ada yang mengganti hukum sebelumnya saya bisa 
menerima karena berasal dari Sumber yang sama Allah SWT, begitu juga 
kalau hadist menghapus hadist terdahulu 
...tapi kalau hadist yang dianggap setingkat dibawah Alquran kemudian 
bisa menghapus ketentuan yang sudah ada didalam Alquran saya belum 
bisa memahaminya juga.

Berdasarkan tulisan uni terdahulu yang menyatakan bahwa 
pendokumentasian hadist dilakukan setelah Nabi wafat dimana Nabi 
sendiri yang melarangnya, karena takut tercampur dengan ayat-ayat 
Alquran, bukankah dari sini ada kemungkinan bahwa hadist yang 
menghapus hukum yang sudah ditetapkan dalam Alquran itu sesuatu 
adalah sebuah ke-alpaan? walaupun para ulama atau para sahabat 
sepakat, tapi mereka tetap manusia yang bisa melakukan kesalahan juga.

Mungkin untuk kasus ini saya belum sepakat dengan uni, walaupun 
begitu saya banyak mendapat ilmu dari tulisan2 uni, Alhamdulillah.

> Supaya dek yanto ngak penasaran,dek yanto bisa baca2
> buku2 ttg hal Naasikh Wal mansukh ini ",Uni kira ada
> byk yg sdh diterjemahkan di Indonesia.Sekali lagi uni
> senang dgn perhatian dek yanto mslh2 agama semacam

saya akan coba cari buku ini di Indonesia, Insya Allah.

> ini.Apalagi klu dek Yanto dr Jenjang Pendidikan
> Umum.Klu dr Pesantren,atau IAIN,uni biasa saja,itu sdh
> kewajiban mrk mempelajarinya,yg justru uni salut,klu
> org Umum,mau mempelajari ilmu2 agama.

waduh uni terlalu memuji, saya hanya mencoba mengikuti apa yang sudah 
digariskan untuk mempelajari segala sesuatu di muka bumi untuk bisa 
lebih memahami kebesaran sang Pencipta.
Tapi mungkin pendekatan saya agak berbeda karena saya berangkat dari  
pengetahuan umum, dengan sedikit dasar ilmu fisika, biologi, kimia 
dan matematika yang kebetulan sudah saya kenal walau baru sedikit.
Dari ilmu itulah dapat dipelajari fenomena alam, kemajuan science dan 
teknologi.
Saya hanya ingin memahami dan menerima semua itu sebagai seorang 
muslim agar akal dan pikiran saya tidak menjadi sekuler.
Terus terang uni saya tidak takut dengan sistem pemerintahan atau 
politik yang sekuler, hanya dengan hati saya tidak menerima sistem 
politik sekuler itu saya sudah pikir saya sudah bebas dari dosa saya 
terhadap Ilahi. 
Tapi jika didalam kepala saya ternyata ada yang tidak nyambung antara 
pengetahuan saya dengan kepercayaan saya, apalagi kalau sampai 
bertentangan.
Padahal kelebihan kita sebagai manusia yang diberikan Allah SWT dari 
makhluk lainnya di bumi ini adalah kemampuan berpikir yang sudah 
pasti harus digunakan untuk memahami ciptaannya dan dengan itu kita 
akan tahu kebesaran-NYa.

Ok, ni saya tunggu balasanya dan tulisan uni selanjutnya



 
Wassalam
 
YP


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke