Semoga shock terapy -nya nggak bikin kita semua jadi shock beneran.
Dan bisa nggak bikin shock terapi yang secara hukum tidak melenceng?
Misalnya, kita rame-rame pergi wiridan di panti pijat, atau tadarusan 
di tempat perjudian?

Kayaknya lebih bagus tuhh...

Dan saya yakin selalu ada cara tanpa melanggar hukum untuk melakukan 
perbaikan.  Two wrongs can not make one right.


~rarach


--- In [EMAIL PROTECTED], Darul Makmur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Anda memang benar, tapi dari sudut pandang lain, dimana sistim 
sudah tidak mendukung maka diperlukan "shock therapy", sehingga 
terjadi pembenahan dan kesadaran bahwa yang anda percaya itu 
sebenarnya sudah mandul.
> 
> rarachm <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  
> Penilaian tentang suatu sikap/tindakan dapat berbeda tergantung 
cara 
> pandangan dan standard yang digunakan. 
> 
> Bagi saya, akan sangat kacau sekali pabila setiap kelompok bisa 
> langsung menghakimi kelompok lain. Saya pikir sejelek apa pun dunia 
> peradilan, kita tetap harus menggunakan mekanisme tersebut. Dan 
> terus berusaha memperbaikinya.
> 
> 
> ~rarach
> 

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke