---------- Original Message ---------------------------------- From: "rarachm" <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [EMAIL PROTECTED] Date: Wed, 10 Sep 2003 09:22:23 -0000
>--- In [EMAIL PROTECTED], "Ronald P. Putra" ><[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> ---------- Original Message ---------------------------------- >> From: rarach <[EMAIL PROTECTED]> >> Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >> Date: Tue, 9 Sep 2003 22:12:57 -0700 (PDT) >> >> >Setahu saya, mereka *tidak langsung* menyebarkan agama. Yang mereka >lakukan adalah dengan mencari simpati (bahasa sinisnya: ma-ambiak >muko)dari target operasi mereka. With anything, mulai dari beasiswa, >indomie, obat-obatan dll. > >Tawaran untuk menjadi kristen hampir tidak pernah mereka bunyikan >secara verbal, Jadi by law mereka tidak salah. Kalo model contoh >kriminal (perkosaan, pengancaman dll), itu lebih mencirikan pekerjaan >provokator dari pada missionaris. > sekitar setahun lalu saya pernah lagi sendirian malam hari di halte daan mogot, lagi tunggu bis. Disamperin sama seorang cewek dan langsung menawarkan brosur misa kebaktian dan mengajak saya untuk bisa ikut. Saya tolak dengan halus dengan mengatakan bahwa saya muslim, tapi tetep aja tuh si cewek ngajak saya. Dia bilang minimal datang ajalah ke misa kami, baru nanti diputuskan mau gabung apa nggak ! coba rarach bayangin deh, gimana marahnya saya waktu itu. PENYEBARAN AGAMA YANG MEREKA LAKUKAN SUDAH SAMPAI PADA TAHAP TIDAK MENGHARGAI LAGI AGAMA ORANG LAIN ! Jadi rarach manieszz, janganlah "menegakkan benang basah" dalam hal ini. (ada baiknya rarach membaca buku - buku atau majalah yg mengisahkan ttg kristenisasi ini, agar bisa objective dalam menilai) >I know... >Mereka sudah diperingatkan oleh RT/RW dll karena membangun gereja di >tempat yang berpenduduk islam. Sudah disidang oleh massa. Sudah >diperingatkan dengan keras. Mereka menyalahi SK mentri agama dan IMB . >Tapi membakar? Ini sudah melanggar KUHP.. Atau ada yang saya belum >tahu? Tolong dong pencerahannya... > >Om ronal perlu ingat: Two wrongs doesnt make one right. > Sekarang coba kita balik ceritanya... rarach, saya, dan beberapa anggota milis ini kebetulan tinggal di amrik sono. Di amrik, kita kemudian menculik anak gadis mereka, diperkosa dan dipaksa masuk Islam, kemudian kita diriin masjid ditengah-tengah komunitas mereka tanpa mengindahkan peraturan dan aspirasi masyarakat setempat, kita kasih sumbangan bea siswa tapi ngasihnya di masjid dan harus baca dua kalimat syahadat, atau kita pake ilmu hipnotis dan pengaruhi satu-satu anak mereka agar bisa masuk Islam...dlsbnya. Tau nggak Rach, bakal "hadiah" apa yang akan kita peroleh dari komunitas mereka (yang Jujur lo ngejawabnya). Mungkin dari kita hanya tinggal nyawanya saja ! Disini, di Ina ini umat Islam sudah sangat sabar menghadapi mereka, sayangnya kesabaran kita itulah yang dimanfa'atkan mereka sehingga mereka berani berbuat macam-macam. Sekali lagi, be gentle ya Rach melihat akar permasalahannya. >Saya capek ngelihat kita phobia dengan kristenisasi, padahal energi >itu mustinya kita pindahkan jadi phobia melihat kemiskinan dan >ketertinggalan. Tidak ada yang phobia dgn kristenisasi, yang ada adalah reaksi dari masyarakat atas tindakan amoral dan kekurang ajaran yang mereka lakukan. Rarach tau nggak kenapa terjadi rusuh di tasikmalaya dulu ? karena salah seorang dari mereka mengikatkan tulisan Allah dan Muhammad pada leher anjing mereka ! Phobia melihat kemiskinan dan ketertinggalan ? wow...sangat banyak lembaga/yayasan maupun pribadi-pribadi yang aktif dalam hal ini. Rarach sendiri gimana ? udah gabung dengan mereka apa belon ? atau jangan-jangan hanya... >~rarach Ronald > >RantauNet http://www.rantaunet.com >Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php >----------------------------------------------- >Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: >http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php >=============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

