Karena om nggak rencana buat presentasi, yaa data statistik-nya ketinggalan dong .....
tapi secara kasat mata walaupun dituding nggak ilmiah apalagi karena malas ngeliat data ditiap kantor kelurahan assumsi sementara menunjuk-kan kecendrungan ke-arah itu
 
Yesss ... benul eh benar dan betul, marketing system and display juga punya andil, gimana bisa nampang kalau mesti disembunyi-in, tapi sejak dekade terakhir ini fihak perempuan memang udah agresif kok, udah melepaskan diri dari kurungan, pokok-nya peran ortu/mamak buat cari-in tuh jodoh nggak bisa diharapkan betul, banyak kesempatan bisa dimanfaat-kan, bisa disekolah, kampus, tempat kursus, mall, shopping senter, biro jodoh, internet etc
 
Yaa... mangka-nya kubilang dari kemarin2 (lihat posting yll) "adat Minangkabau" itu udah ber-angsur2 ditinggalkan karena nggak sesuai dg kemajuan zaman, bak kecek urang go eh, adat itu udah dipersimpangan jalan menuju musium, yaa nggak sekaligus tentu-nya slow but sure
 
Kasus per kasus memang banyak mamak yang maling hak dunsanak / kamanakan bahkan indak ciek jo duo nan lah "ditebas" kemenakan hingga buntung karena sang kemenakan merasa ibunya yang nota bene sodara sendiri yang harus dibela malahan disikat (baca maling) tuh hak nya 
 
In a sense, Yes. Tapi nggak in the real life. Buat apa punya
warisan kalo yang nguasain management kampung tetap saja bapak-bapak?..........
 
Yes kepaksa harus "teriak" terikin aja tuh mamak yang udahlah nggak becus curang pulak lagi, kalau perlu biar rame sekampung, biar mamak cilako tu ngacir ke ranau dan nggak berani pulkam2 lagi, iyaa kan

Maka-nya kaum wanita Minangkabau itu harus keras dan "galak" jangan hanya dibohongi kaum bapak2 (ibu saya termasuk wanita yang galak kepada para mamak-nya, mungkin karena beliau ikutan jadi pejuang zaman kemerdekaan dan agresi Belanda, yang menurut beliau pernah tuh menggorok mata2 Belanda, walau nggak sampai mati minimal sang mata2 udah lumpuh duluan hingga nggak bisa lebih duluan nggorok kita2 para pejuang)
 
Come on para wanita Minangkabau, dont wait until tomorrow, tunjuk-an bahwa kamu juga bisa
 
wasalam
mamak reformasi
rarachm <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [EMAIL PROTECTED], Arman Bahar <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> Assalamualaikum ww
>
> kalau ada di Minangkabau fihak keluarga wanita yang melamar calon
suami
> untuk anak perempuan-nya, itu karena kreatif, kita kan tahu anak
perempuan
> itu lebih banyak dari anak laki2, akibatnya laki2 bisa milih2 dulu,
rupa-nya

Ini data statistik tahun kapan om? atau kesimpulan dari "suatu saat
nanti, ketika jumlah pria dan wanita sudah 1 berbading 50 bla
bla ..."?

saya seriusan nggak tahu kalo perbandingan antara pria dan wanita
sudah sedemikian menyolok, sehingga pria bisa milih-milih wanita.
emangnya sayur kangkung kali yahhh....

saya pikir persoalannya adalah persoalan 'display' dan 'marketing'.
orang laki-laki; karena keleluasaannya lebih ter-display di
masyarakat. pas kayak tempayan yang dijual di Matahari. kelihatan
oleh calon pembeli. sementara perempuan minang (supaya dapat
predikat padusi elok-elok), adalah semodel keris pusaka datuk
perpatih nan sepotong; harus disimpan dan disembunyikan. memang
brengsek itu si datuk!


> zaman yang penuh saingan ini menghendaki orang harus
kreatif, "ngapain
> nunggu kalu memang bisa jemput tuh bola" datangi dong biar urusan
cepat
> selesai. iyya kan?
>
> Lagian di Minangkabau ada tiga hal yang dianggap mencoreng kening
sang
> kepala keluarga dan seluruh anggota keluarga yaitu, Rumah Gadang
Katirisan,
> Mayik tabujua ditangah rumah, Gadih Gadang Indak Balaki
>

Udah saatnya soal arang ini diganti jadi:
Mamak kayo nan maliang di kantua, atau ponakan kayo maliang kayu di
rimbo! menurut ambo ini lebih mencoreng dari sekedar Rumah Gadang
katirisan atau gadis perawan tua.


> NENEK MOYANG ORANG MINANGKABAU PEDULI ANAK PEREMPUAN PEDULI KAUM
PEREMPUAN
> maka diberi bagian yang lebih besar agar hidupnya yaa terjaminlah
gitu nggak
> kayak cina mau-nya dijual aja
>

In a sense, Yes. Tapi nggak in the real life. Buat apa punya
warisan kalo yang nguasain management kampung tetap saja bapak-bapak?

Saya sering merasa dibohongin dengan cerita bahwa perempuan di
minangkabau mempunyai harkat yang lebih tinggi dari lelaki. Tapi
ternyata itu cuman terjadi kalo kita bisa galak saja.....:(


~rarach
(now is your turn iraf, then g, then c, then w, then b...:)))


Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Kirim email ke