Penonton boleh aja tepuk tangan. (apalagi yang udah lama ngincer).
Menurut saya justeru email seperti Mak Mul ini yang cenderung memprovokasi keadaan dan bukannya memoderasi.
Padahal keadaannya biasa2 aja. Kompeni udah balik ke negerinya dan kita udah proklamasi sejak 1945.
 
Diskusi emang sarana untuk setuju ato nggak setuju. Kan kita hidup di negara demokratis. Musyawarah untuk mufakat. Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda2 tetapi tetap satu.
Demo nggak seneng dengan kepala negara juga boleh kok.
Jadi biasa aja. (ini BUKAN masalah menang atau kalah)
 
Yang nggak biasa adalah ketika kita mengatakan nggak setuju terus titik aja.
Padahal dalam diskusi yang baik, setuju dan tidak setuju harus diikuti oleh alasan yang masuk akal.
 
 
 
"C"
 
----- Original Message -----
From: Mulyadi Cysca ! Nah lu ...kena jewer satu kali oleh L2K3. M.St.B
----- Original Message -----
From: L2K3  Cysca saya tidak setuju, dengan pandangan anda zmtanjung48

Kirim email ke