Ah mamanda parapat, kaya nggak tau rarach aja :) doi cuma lagi berusaha bikin palanta ramai aja kok :) ya gak rach .. biasanya tomy . eh .. rarach gak gitu dech ..:)
 
Eniwei rach, masak sich perempuan minang gak setara dengan laki-laki?
Coba cermati penjelasan Mamanda Reformasi kita mengenai perempuan dan laki-laki di pariaman.  Setidaknya, apa perempuan di pariaman gak lebih tinggi tuch posisinya :)  Selama punya modal kuat, bisa "nunjuk idung" cowok yang mau dijadikan suami.  Meski katanya kadang pake maksa, tapi apa yang dia mau kan dapat :)  Apa gak hebat euy ..  :)  Coba analogikan ke laki-laki berduit di Jakarta sini :)  Sayang aja, saya belum pernah tertarik sama laki-laki pariaman yang dikampung sana... :)
 
Mamanda reformasi, thanks atas penjelasan mengenai adat uang jamputan dan meminang di pariaman.  Saya juga baru tahu ternyata seperti itu filosofi dibalik semua itu :)  Oya, kata sodara saya di pariaman harta warisan ortu jatuhnya ke anak-anak perempuan doang? Anak laki-laki gak dapat sama sekali? Ini adat minang secara keseluruhan apa adat di pariaman aja ya?  
 
Selamat puasa semua ... keep smile ..:)
 
Iraf
 

Darul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum WW

Apakah ini bukan penipuan, yang tadi pagi (60), siang ini
(75) dulu-dulu (24) (34.5) dll?

Kamu getol-getolnya meneriakkan huklum HAKI dll.

Wassalamualaikum WW
Darul di Jkt


Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Kirim email ke