Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ini adalah hari terakhir Bulan Ramadhan, bulan seribu bulan yang seperti sabda Rasulullah SAW, ketika kita diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya, bulan di mana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita ibadah, amal-amal kita diterima, dan doa-doa kita diijabah

Ini adalah hari terakhir Bulan Ramadhan bulan di mana perasaan kita sangat tipis, dan air mata kita dangkal. Dalam bulan ini, hati kita gampang sedih dan menangis terhadap penderitaan sesama, dan tangan kitapun ringan untuk menyisihkan sebagian harta untuk para fukaha dan masakin.

Dan pada kenyataannya, walaupun ada tanda-tanda bahwa perkonomian bangsa ini mulai membaik masih teramat banyak banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung yang masih hidup didera kepapaan, yang rela berdesak-desakan menyabung nyawa untuk memperoleh sedekah yang tidak seberapa, atau mereka yang tergusur dari rumah-rumah gubuk mereka tanpa daya, serta saudara-saudara kita di Papua, Poso dan---terutama---di Aceh yang masih hidup dalam ketakutan dan perasaan tertekan dalam kedamaian yang semu, yang mereka tidak tahu kapan ini akan berakhir.

Dan waktu merambat melalui detik-detik yang pelan tetapi pasti, menuju senja, dan pada saat beduk ditabuh, usai sudah kita kita berpuasa, berhaus lapar dan tidak melakukan hal-hal yang diperbolehkan di siang hari di bulan-bulan lain, menjaga lidah dari kata-kata yang tidak perlu diucapkan, menahan pandangan dari apa yang tidak halal dipandang, dan menahan pendengaran dari apa yang tidak halal untuk didengar. Zakat fitrah akan kita segerakan, supaya para yatim dan para dhuafa bisa sekedar ikut bergembira di hari yang mulya ini. Tetapi tentunya kemudian perlu kita pikir dan kita upayakan supaya mereka juga bisa tetap bergembira di 364 hari yang lain.

(Lalu saya teringat ketika Nabi yang mulia itu menyapa seorang bocah yang tidak bergembira di suatu hari raya, dan ketika ditanya kenapa, ia mengatakan bahwa ia tidak beribu dan berbapa. Beliau lalu berkata: “Sejak saat ini Muhammad akan menjadi ayahmu dan Aisyah akan menjadi ibumu”. Bocah itu kemudian dipondongnya dan diserahkannya kepada Fatimah Az-Zahra supaya diasuh seperti putrinya tercinta itu mengasuh Hasan dan Hosen cucu-cucunya)

Tiada kata yang bisa mengungkapkan perasaan batin sebagian dari kita saat ini, sedih, bahagia, rindu bahkan kahwatir, apakah kita masih akan berjumpa dengan bulan yang mulia ini pada kesempatan mendatang.

Besok kita akan mengakhiri puasa kita, dan kita akan merayakan Iedul Fitri, pada saat kita berharap kita dilahirkan kembali dalam keadaan bersih dan suci, serta merentang kembali rasa persaudaraan dengan sesama, tanpa membedakan ras, suku, bangsa dan agama dengan hati bersih dan semangat baru.

Minal Aidin Wal Faizin (semoga kita termasuk orang-orang yang kembali dengan kemenangan).

Allah Maha Besar, Segala Puji BagiMU!

Selamat Idul Fitri, bagi kaum muslimin yang berhasil menggapainya, dan selamat berlebaran bagi semua.

Mohon maaf lahir dan batin.

Semoga hari-hari yang akan kita jelang lebih baik dari pada hari-hari yang kita tinggalkan. Amien

Wassalam, Darwin

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke