Ben, saya jujur ingin mendengar cerita tentang episode surau ini dari 
orang-orang yang mengetahui secara persis atau pelakunya langsung.
Sudah lama rasanya.....sejak mendengar cerita terakhir dari seorang anggota 
surau,
ceritanya pun, sayang, samar-samar saya terima

wassalam
erwin

On Monday 02 April 2007 12:06, benni inayatullah wrote:
> Waalaikumsalam Erwin..
>
> saya akan komentar sedikit saja, kebetulan Otak masih menikmati sensualitas
> liburan kemarin yang saya manfaatkan sebiak baiknya.
>
> mungkin akan lebih berguna jika erwin memberikan analisa dengan titik tolak
> dari kurikulum surau sehingga melahirkan orang seperti apa. trus
> dihubungkan dengan situasional ketika itu..bagaimana sosialnya, bagaimana
> politiknya termasuk jaman perjuangan ketika itu membutuhkan orang orang
> seperti apa dan menguasai bidang apa. sehingga nanti ada korelasi antara
> produk surau murni (meskipun ilmu itu sesungguhnya gak bisa dikatakan murni
> suatu produk lokal melainkan kumpulan dari pengetahuan dari seluruh dunia)
> ataupun produk surau yang berguru ke barat ataupun timur dengan kondisi
> sosial politik dan agama ketika itu.
>
> disitu akan terlihat jawaban kenapa orang minnag jaman kemerdekaan
> menguasai hampir semua lini pergerakan maupun pemerintahan.
>
> terakhir saya tetap menganggap tema produk lokal dan nasional ini tidak
> seksi untuk didiskusikan. saya belum melihat ada tokoh yang murni produk
> lokal. kecuali jaman filosof yunani dl mungkin yang berpikir tentang alam
> dan manusia. bagaimanapun pengetahuan yang kita rangkum dalam otak dan
> kepribadian kita adalah pengetahuan yang bersumber dari segala penjuru
> bumi. bagaimana kita akan mengklaim kita adalah produk lokal atau rantau ?
>
> Erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum WW
>
> Kita lanjutkan yang kemarin.
>
> Ini ada dua pertanyaan, soal melahirkan/kelahiran tokoh nasional dan soal
> sistem yang memberdayakan diri.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa 
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid 
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan 
Gempa di Sumbar.

Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke