Mumtaz... [akhirnya tentang pendidikan]
  Pola Pikir... ini juga yang mesti dirubah...
  ada dua praconditional yang kita bisa lakukan untuk mewujudkan hal ini...
   
  cara pertama, obyek-aktif... sudah dipaparkan oleh bang ronal
   
  cara kedua, obyek-pasif... pengkondisian... 
  ---
  study case...
  ---
  dengan adanya MAN Model Nasional [Insan Cendekia] yang bercokol peringkat 3 
nasional dan mewarnai kancah olimpiade saintifik, semua MAN dapat dana segar 
dari depag karena model semacam ini akan dikembangkan diseluruh MAN di 
Indonesia, syarat dan kondisinya saya gak tahu, at least di jawa, sudah mulai 
marak renovasi dimulai dari GSG [gedung serba guna] dan asrama... semisal 
disumbar regulasi ini juga bisa diperjuangkan, berarti institusi pendidikan 
sudah mulai boarding school... jadi waktu 6 jam untuk penggunaan Internet bisa 
dimaksimalkan.
  ---
  Boarding School, seperti thawalib, Diniyah, SMU plus, dsb bisa dioptimalkan...
  ---
  regulasi KBK/KTSP dengan pencanangan wajib tahu internet dan komputer akan 
bisa salah satu pengkondisian tersebut...
  ---
  coverage area, pilih obyek potensial yang akan bisa memadati bandwith, secara 
gak langsung, tersedia akses, seluruh pengguna untuk kepentingan bisnis, 
edukasi, just chatting, dsv bs terkondisikan...
   
   
  -----------
  ngomong2, klo takut waktu y gak produktif 6 jam, kenapa gak pake dial-up 
aja...
   
  ---
  regards,
  a.arifianto 

Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Assalamu'alaikum Wr..Wb

Sayang sekali diskusi menarik antara Bung Mantari dan Arnoldison kurang banyak 
yang tertarik padahal Pendidikan merupakan salah satu yang terlemah di Sumatra 
Barat.

Saya mungkin salah satu yang juga ikut mengatakan setuju, bahwa semakin 
terpuruknya pendidikan di Sumatra Barat karena limpahan dari bobroknya sistem 
pendidikan indonesia secara keseluruhan.

Tapi disini saya tidak ingin membahas hal itu karena berpikirnya pun membuat 
sel sel di otak ini seperti mendidih. Saya lebih suka melihat sisi lain dari 
semua permasalahan yang ada dan memaksimalkan semua potensi serta menyerahkan 
kepada yang ahli dan kompeten untuk masalah pembenahan sistem ini.
-----------

Saya memperhatikan negara negara diluar sana melakukan penetrasi yang gencar 
sekali terhadap kemajuan teknologi baik secara industri bisnis, komunitas 
akademis maupun personal.

Korea selatan, jepang, cina dan singapore memimpin digaris terdepan dalam 
melakukan penetrasi teknologi informasi dan telekomunikasi dikawasan asia. 
Kemajuan negara negara tersebut mengembangkan teknologi informasi dan 
telekomunikasi sanggup menopang kemajuan berbagai industri termasuk industri 
pendidikan.

Mungkin ada yang terlewat dari ingatan kita 7th kebelakang bagaimana para 
praktisi teknologi informasi bersatu untuk melegalkan teknologi yang lagi 
booming di dunia ini dan bisa juga digunakan diindonesia.

Saat itu kita menyebut peristiwa itu dengan "Telekomunikasi indonesia merah 
berdarah", akhirnya perjuangan rekan rekan dibidang teknologi ini berhasil 
dengan dibebaskannya pita frekuensi 2.4Ghz yang dituangkan dalam keputusan 
mentri perhubungan tahun 2005.

Tapi buka itu inti yang ingin saya angkat dan kembangkan, melainkan pemamfaatan 
teknologi ini untuk melakukan percepatan pertumbuhan teknologi informasi 
dilingkungan sekolah. Teknologi ini memungkinkan dilakukan dengan estimasi cost 
yang relatif lebih murah.

Beberapa daerah diindonesia sudah berlomba lomba untuk mengembangkan teknologi 
ini dan pemerintah pun sudah ikut turun dengan berbagai perangkat hukumnya 
serta program dikmenjurnya.

Namun demikian diperlukan potensi semua pihak untuk bisa melakukan percepatan. 
Saya melihat Minang punya potensi untuk melakukan speed - up implementasi 
teknologi disekolah sekolah. Peran serta perantau dan dukungan pemerintah 
daerah akan sangat membantu mendorong penetrasi teknologi ini disumatra barat.

Kembali saya katakan teknologi ini hanya diimplementasikan dengan cost yang 
sangat murah dan bisa dikelola secara swadaya oleh masyarakat dan sekolah itu 
sendiri.

Saya pernah bermimpi melakukan interkoneksi seluruh sekolah dan universitas di 
kota padang yang kemudian dilanjutkan ke kota padang panjang trus sampai 
bukittinggi, huah seperti mimpi rasanya bisa penetrasi ini bisa dilakukan di 
Sumatra Barat.

Hal ini bisa secara pasti bisa meningkatkan mutu pendidikan kita dan juga 
memberantas buta huruf di kampuang awak serta sanggup membuka wawasan para 
generasi Minang berikutnya.

Saya berpendapat, seandainya apa yang sudah diperjuangkan oleh teman teman 
dibidang teknologi informasi dapat diwujudkan di Sumatra Barat, mungkin sumbar 
dapat menyaingi kota kota lain dalam melakukkan penetrasi teknologi informasi 
yang ber-ujung dengan peningkatan mutu pendikan dan industri industri lainnya.

Regards
Ronal Chandra


    
---------------------------------
  Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.





a.arifianto st.jabok
       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke