Sama sama
Kalau beli kereta memang harus sesuai ukuran rel yang ada. Kalau baru ga
masalah, bisa ngomong ke pabriknya. Kalau bekas, ex jalur2 tertentu di Eropa
atau Jepang (ex jalur Shinkansen). Tapi kalau dapatnya yang beda ukuran, ya
disesuaikan dulu - kalau memang bisa.
Tetapi kalau si pemilik tidak bisa (atau tidak mau) menyesuaikan ukuran ada
berbagai cara untuk mengatasi.
Kalau kereta beda ukuran harus berjalan di jalur yang sama, biasanya pakai
double atau triple gauge. Satu bantalan dengan 3 atau 4 rel. Jaman Belanda kita
pernah punya itu antara Yogya - Solo yang tadinya dibangun untuk standard gauge
(4';8/5" yang digunakan lebih dari separo jalan kereta di dunia); di sebagian
tempat ditambah rel ketiga untuk 3'6". Sampai akhir 60an, di Sumut - Aceh juga
masih ada double gauge (3'6" dan tram 2';5 1/2")
Triple gauges dulu ada beberap di Austraia, sekarang cuma di Perancis dan -
katanya - di sekitar Niagara.
Kalau kereta beda ukuran "ketemu" di satu titik, jalan keluarnya macam2. Bisa
penumpangnya pindah kereta. Bisa juga, kalau selisihnya bebete - beda beda
tipis, cuekin aja (antara Finland dan Rusia cuma beda 4 mm).
Ada juga jalan lain dengan mengganti as dan/ atau roda kereta. Bisa juga
"dari sono" nya pakai produknya Talgo, dimana roda bisa digeser-geser, atau as
nya yang dipanjang-pendekin.
Riri
Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terima kasih infonya,
Mau tanya , kalau kita beli kereta baru (build in) ataukan kereta bekas dari
Eropah, sedangkan lebar rel mereka tidak sama dengan yang
terpasang dikita, mestikah ada penyesuaian terlebih dahulu kereta
tersebut dengan rel yang terpasang di Indonesia ?
Arnoldison
Thursday, May 3, 2007, 9:22:57 PM, you wrote:
RMC> Kalau boleh nambah catatan:
RMC> Blog nya mungkin di itpin.com ? - Penulisnya menyebut ukuran ini dengan
"lebar pantat kuda"
RMC> Ini cerita tentang Amrik, yang lebar standar jalan KA nya 4' and 8.5"
(Walaupun dulunya di bagian Selatan lebih lebar)
RMC> Di negara lain beda-beda. Indonesia 1,067mm, ini = swiss ; eropa umumnya
1,488 mm; ; rusia malah hampir 1,6 m. Di indonesiapun, 1,067mm itu "baju
seragam"nya, walaupun sebelumnya (mungkin
RMC> masih ada) di beberapa perkebungan masih menggunakan ukuran lain.
RMC> Tentang perubahan lebar tangki, mungkin kejadiannya bukan "baru-baru" ini,
karena Thiokol sudah mulai membuat tangki sejak dapat kontrak tahun 1974; dan
ini sudah dipakai oleh 4 pesawat ulang
RMC> alik; termasuk Challenger yang meledak tahun 1986.
RMC> Riri
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount,
dengan email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---